
Angin berhembus kencang di berbagai daerah, awan gelap mulai menutupi langit biru, tetesan air mulai turun dari awan gelap tersebut secara terus menerus dan menjadi deras.
Aktivitas para pedagang terhenti dan beberapa kendaraan mulai membunyikan klakson kendaraan mereka beberapa kali, sedangkan para pejalan kaki mulai mencari tempat berlindung dari derasnya hujan.
Dengan situasi seperti itu sudah sewajarnya mencari tempat berteduh dan berlindung dari hujan deras.
Namun ...
" Jam 18:30 ya? " Ucap seorang pria yang berdiam diri diderasnya hujan tanpa memakai payung ataupun jas hujan.
Dirinya terlihat seperti seorang siswa sma berumur 18 tahun, seakan tidak peduli dengan derasnya hujan dirinya berdiam diri dan membiarkan dirinya terguyur oleh derasnya hujan ditempat duduk yang ada disekitaran taman lebih jelasnya taman tersebut memang dekat dengan jalan raya.
Terlihat jelas pria itu memiliki perawakan pria muda pada umumnya memiliki tinggi badan yang cukup tinggi, wajah yang tampan, dan proporsi badan yang cukup bagus. Namun, dirinya terlihat memiliki berbagai macam luka di wajah dan tubuhnya. Dan juga barang yang ia bawa yaitu tas sekolahnya juga terlihat sudah rusak.
" Lagi dan lagi ... " Keluhnya
Dring! Dring!
' Sebaiknya aku pulang ' batinnya
Pria itu pun mulai bangun dari tempat duduknya dan mengambil tas dan membawanya menuju rumahnya. Tak peduli hujan deras sedang turun, dirinya masih berjalan melewati derasnya hujan.
Sesampainya dirumah tidak lebih tepatnya bukan rumah melainkan gubuk tua yang berada dibawah sekitaran perumahan.
" Aku pulang " Ucapnya lalu masuk kerumahnya tersebut.
( Karena baginya rumah ya sebut saja rumahnya )
Dirinya menaruh tas nya dan mulai berganti pakaian yang dimana pakaian yang ia pakai sudah cukup jelek dan basah akibat terguyur hujan.
Dia pun kembali memakai pakaian yang sudah layak tak dipakai, karena dirinya tak mempunyai uang untuk membeli baju baru, dirinya lebih mementingkan kebutuhan makanannya dan kebutuhan sekolah serta biaya sekolah dibandingkan keinginan pribadi.
Kondisi rumah tersebut memiliki luas kamar kontrakan pada umumnya. Setelah dirinya berganti, ia pun segera merebahkan dirinya kedalam kasur lantai yang sudah usang dan mulai terlelap dalam mimpi tidurnya.
...----------------...
Kring! Kring! Kring!
Terdengar suara alarm smartphone jadul dirumah itu. Terlihat seorang pria muda tersebut mulai bangun dan bersiap siap menuju sekolahnya. Tak butuh lama dirinya pun berangkat kembali dengan tas yang rusak tersebut.
" Aku Berangkat " Ucapnya lalu pergi
Sudah Kebiasaan dirinya mengucapkan hal tersebut walaupun tidak ada siapa siapa dirumah tersebut. Perjalanan menuju sekolahnya lumayan cukup dekat karena dirinya lebih memilih rumah tersebut karena lokasinya yang dekat dengan sekolahnya.
Dia pun melihat para siswa dan siswi yang mulai memasuki wilayah sekolah dan menuju kelasnya masing masing. Sekarang pukul 07:30 sudah pasti ramai siswa dan siswi yang masuk kesekolah.
Seakan tak peduli dengan sekitarnya dirinya hanya berjalan biasa melewati para siswa tersebut dan menuju kelasnya.
" Hei hei bukannya itu 'dia' ya? "
" Apa maksud mu? "
"Itu! siswa yang itu " Ucap seorang siswa sambil menunjuk ke arah dirinya
" Ahh, kamu benar dia kan baru saja dipukuli kemarin di kelas 12 B kan? " Sambung siswi disebelahnya
" Benar itu dia? Sedang apa dia disini bukannya keluar sekolah? " Sambung siswa disebelah siswi tadi
" Entahlah, aku tidak tahu apa yang ia pikirkan dengan otak kecilnya itu! Hahaha "
" Kau benar! Sejak kapan sekolah kita menampung orang miskin seperti dia! "
"Kalau aku jadi dia aku pasti sudah keluar dari sekolah ini dan bunuh diri! Hahaha "
Terdengar suara hinaan mulai memenuhi pintu masuk sekolah. Entah itu penjaga sekolah maupun guru yang mendengar hal ini bukannya menegur hal tersebut mereka malah ikut menertawakannya dan mengejeknya.
Dirinya yang mendengar hal ini bersikap tidak peduli dengan apa yang mereka keluarkan dari mulut mereka dan tetap melanjutkan jalannya menuju kelasnya.
( Coba Pikirkan Kegiatan Bullying di Sekolah Kalian Ataupun Di Universitas dan coba tulis di komentar )
Dirinya melihat tempat duduk dan mejanya yang kotor penuh dengan sampah dan tulisan tulisan menghina. Seakan sudah terbiasa dirinya menghapus tulisan tulisan tersebut dan mengambil sampah sampah tersebut dan membuangnya.
Disisi lain teman sekelasnya bukannya membantu malah menertawakannya dan memvideokan aksi dirinya ketika membersihkan sampah.
Setelah selesai dirinya mulai duduk di tempat duduknya dan mulai membaca buku sambil mendengarkan musik dari smartphone bekasnya.
Dirinya tidak memerdulikan sarkasme dari teman sekelasnya dan hanya mendengarkan musik dari samrtphonenya. Dirinya selalu mencoba menahan suatu hasrat dari kehidupannya masa lalunya.
Perlu Kita ketahui Dirinya ini Bernama Raiden Ryu atau bisa dipanggil Ren.
Dirinya ini atau bisa mulai dipanggil Ren memiliki ingatan dari beberapa kehidupan masa lalunya.
Berikut adalah ringkasan kehidupannya Ren.
Kehidupan Pertamanya dirinya dikhianati oleh kekasihnya lalu terbunuh.
Kehidupan Keduanya Dirinya terlalu lemah dan seseorang yang penting baginya mati dibunuh dan dirinya pun ikut mati akibat disiksa.
Kehidupan Ketiganya Dirinya terlahir dikeluarga bangsawan namun dirinya dianggap tidak ada dan berakhir mati akibat kelaparan yang hebat.
Kehidupan Keempat Dirinya terlahir cukup sederhana dan cukup mampu, namun dikehidupannya ini harus berakhir dengan diamuk massa karena dianggap sebagai pembawa sial oleh penduduk desa nya.
Kehidupannya Kelimanya terlahir sebagai prajurit namun dirinya harus terbunuh oleh temannya sendiri akibat rasa iri
Kehidupannya yang Keenam dirinya menjadi seorang penjahat karena muak akan semuanya dan membunuh semua orang di dunia dan berakhir dibunuh oleh aliansi dunia.
Kehidupannya yang Ketujuh dirinya menjadi seorang Raja dan untuk kehidupannya yang ini dirinya harus mengalah dimana seseorang yang ia suka lebih menyukai temannya dibandingkan dirinya yang seorang teman masa kecilnya. Dan juga berakhir melihat kematian dari seseorang yang ia sayangi dan dirinya juga berakhir dengan kematian akibat mencoba merubah sejarah kehidupan.
Ren merupakan manusia dari dunia lain yang berenkarnasi di dunia modern. Untuk kehidupannya yang Kedelapan kali ini dia mendapatkan keluarga -tidak lebih tepatnya dibuang keluarganya karena ketidaksukaan keluarganya terhadap dirinya karena tidak berguna dibandingkan dengan adiknya yang sudah sukses.
Oleh sebab itu dirinya memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut dan mencari pekerjaan paruh waktu untuk mencukupi kebutuhannya. Dan memilih gubuk tua itu sebagai rumahnya karena dekat dan juga memiliki listrik yang mengalir didalamnya.
karena dirinya selalu mengingat rasa sakit, benci, marah, terkhianati, kecewa, putus asa, dan rasa kehilangan. Ren selalu menahan rasa haus darahnya ketika mendengar dan melihat sarkasme yang diarahkan kepadanya dan mengambil sikap acuh tak acuh.
Kembali Ke Cerita ...
Berbagai kegiatan sekolah telah terselesaikan dan kini waktunya jam pulang namun sebelum itu.
" Baiklah anak anak besok kita akan mengadakan rapat orang tua, saya harapkan kehadiran orang tua kalian. Saya ingatkan Rapat Orang Tua pada Jam 9 Pagi! Apa Kalian ingat!? " Ucap Guru Perempuan bernama Sarrah
""" Baik Bu """ Balas serempak para siswa dan siswi.
Bu Sarrah pun segera pergi keluar kelas dan para siswa pun bersiap pulang.
Ren pun segera bersiap pulang ketika sedang asik berjalan dirinya secara tiba tiba terguyur oleh air tempat sampah yang dibuang sengaja oleh teman sekelasnya.
( Untuk kelas Ren berada di lantai 2 ya )
Terdengar gelak tawa memenuhi setiap kelas yang melihatnya. Ren yang sudah basah kuyup dan mulai timbul bau tak sedap, dirinya pun segera pergi menuju rumahnya tak memerdulikan gelak tawa dan hinaan yang ditujukan kepadanya.
Ketika dirinya sedang berlari dirinya dibuat terpeleset oleh beberapa orang disekitarnya yang membuat bajunya menjadi robek.
Seakan tak peduli orang orang tersebut malah menyebarkan video terjatuhnya Ren ke media sosial dan menyebarkannya lalu menertawakannya.
Ren yang terjatuh mulai kembali bangun lalu kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.
Namun ...
Rumahnya tersebut sudah tak berbentuk lagi. Melihat hal ini dalam diri Ren timbul kebencian dan hasrat membunuh dengan besar dirinya pun menonjokan tangannya ke tanah untuk meredam rasa membunuhnya.
Dunia yang melihat hal ini malah menurunkan badai hujan yang besar yang membuat puing puing rumah tersebut menjadi hanyut ke dalam longsor. Disisi lain Ren sudah berada dijalan raya menuju taman tuk menenangkan diri.
TBC