
Setibanya ditaman Ren mencoba menenangkan diri dengan duduk di bangku taman walaupun keadaannya terguyur hujan deras.
Mengingat situasi yang dialaminya hari ini, dia termenung beberapa saat.
' Kenapa? Hal ini selalu menimpa diriku? ' Pikirnya
Saat dirinya sedang terdiam meratapi keadaan, dia tidak sadar adanya retakan dimensi yang berada dibawahnya.
Ren yang melihat hal ini tidak bisa untuk tidak terkejut.
" Apa yang terjadi? Jangan bilang ini Dimensional Crack? "
" Tunggu.. Yang ini berwarna Ungu?! Sial! "
......................
...[ Dimensional Crack ]...
...Sebuah peristiwa yang disengaja dengan munculnya retakan dimensi yang dimana bisa membawa makhluk hidup ke dimensi lain....
...Memiliki 2 macam Dimensional, Yang Satu Memiliki warna Putih kebiruan dimana Dimensional ini hanya mengirim target ke lokasi yang sudah ditentukan. Bisa disebut...
...Point Dimensional Crack...
...Dan yang satunya lagi berwarna Ungu ini juga bisa menjadi mesin waktu, karena makhluk hidup yang ditargetkan akan dikirim ke dimensi lain dalam bentuk dewasa maupun juga anak kecil. Sering disebut...
...Space Dimensional Crack...
......................
Retakan dimensi itu pun menghisap Ren dan membawanya kedimensi lain dengan sangat cepat lalu menghilang begitu saja tanpa merusak sekitar taman dan tanpa menimbulkan suara sama sekali.
Ditempat Antah Berantah ...
Terlihat seorang anak kecil berumur 5 tahun dan memiliki rambut coklat sedang tertidur dibawah pohon. Setelah beberapa saat mata anak kecil itu pun mulai menandakan akan bangun dan mulai melihat sekitarnya.
" Ini... Jangan bilang?! " Ucapnya setelah sadar dan mulai menuju ke arah sungai yang membeku.
Dirinya memukul sungai yang membeku tersebut lalu melihat wajahnya
" ... Kukira akan berwujud kakek tua, syukurlah " Lega Ren dengan mengusap dadanya.
Ren yang sudah mengkonfirmasikan wujudnya mulai menganalisis apa yang terjadi dengan dirinya.
' Anak ini -tidak aku sekitar berumur 5 tahun... sekarang aku di... Ah ' Pikirnya lalu menunduk sedih
' Aku di Dunia Sihir dan pedang, Alteria '
Ren mengingat kembali kehidupannya yang ke 7 dimana dirinya dihidupkan di dunia Alteria. Memiliki teman masa kecil yang cantik dan teman yang baik namun harus berpisah dan berakhir kematian.
' Sebelum itu aku harus mengecek kapasitas mana dan sihirku ' Ucap Ren lalu mendudukan diri dibawah pohon.
Berselang beberapa menit
' Tak ada, heh... sudah pasti. Karena ini bayaran karena merubah takdir ' Ucapnya pasrah
Seperti yang kita tahu Ren dalam kehidupan yang ke-7 dirinya mencoba merubah takdir teman masa kecilnya dan menyelamatkan dunia namun sebagai bayarannya dirinya tidak bisa menggunakan sihir.
Kruukkk
Terdengar suara perut yang cukup kencang, Ren yang mendengar hal ini hanya tersenyum kecut.
' Sebaiknya aku mencari sesuatu untuk dimakan ' Pikirnya lalu bangun dan mulai mencari makanan.
' Tapi bukannya tempat ini... Unknown Land? tempat salju abadi dan tak terpenghuni '
' Sudahlah sebaiknya aku bergegas mencari makanan ' Pikirnya tak peduli lalu melanjutkan kembali tujuannya
Ren berjalan menuju kesembarang tempat hanya untuk mencari makanan atau lebih tepatnya buah atau sesuatu yang bisa dimakan begitulah. Dirinya menandakan pohon dengan ranting agar tidak tersesat
Ren yang melihat adanya asap dari perapian segera bergegas menuju arahnya asap tersebut. Setelah beberapa saat dirinya berjalan, Ren melihat sebuah rumah kecil yang memiliki cerobong asap diatasnya. Ketika Ren ingin berjalan dirinya mendengar suara langkah kaki di tanah bersalju ini.
Srek Srek
Ren menyembunyikan dirinya dibalik pepohonan. Dan Ren melihat dua orang pria bertubuh besar dengan tinggi sekitar 2 meter.
' Mereka terlihat mencurigakan... Unknown Land adalah tempat tak berpenghuni sedang apa mereka berada disini? ditambah lagi pakaian yang mereka pakai cukup bagus... Apa jangan jangan... ' Pikir Ren sambil berjalan perlahan menuju arah rumah tersebut tanpa diketahui oleh kedua orang besar itu.
' Terlihat sekali mereka memiliki jumlah mana yang kecil dan sedikit, pasti Mereka berdua seorang kesatria... Hmm mungkin pangkat terendah? Tapi untuk bertahan disini dengan baju setipis itu pasti ketahanan mereka terhadap suhu dingin pasti tinggi ' Pikir Ren sambil melihat mereka dari jendela rumah
POV 2 Kesatria
" Brian, bagaimana dengan dia? apa sudah bersedia menukar dengan yang kita katakan? " Ucap seorang pria berwajah hitam penuh bekas luka bernama Ront
" Si tua bangka itu masih saja bersikeras tidak akan mau menebusnya! " Balas kesal Pria disebelahnya memiliki tato dibagian wajahnya
" Cih! Sepertinya kita harus segera menjualnya dipasar budak. Segera siapkan kereta, Kita akan berangkat sore nanti! " Sahut Ront dan segera memasuki kamarnya
" Aku juga tau! " Balas Brian sambil berjalan keluar rumah tersebut
POV END
' Hmm... Pasar budak? Mau apa mereka ke pasar budak... Jangan bilang... ' Pikir Ren sambil menyembunyikan diri dari Brian yang baru saja keluar rumah.
Ketika dirinya ingin memasuki rumah tersebut dirinya mendengar suara terjatuhnya barang cukup kencang dari bawah kakinya.
' Tepat, Mereka menculik anak dan bertujuan menjualnya '
Ren pun mulai mencari suatu lubang dan akhirnya menemukan pintu bawah tanah. Lalu segera memasukinya dan menutupnya kembali waspasa akan kembalinya Brian.
Ren masuk dan melihat keadaan ruang bawah tanah ini terlihat berantakan dan penuh dengan barang barang tak dipakai.
' Ada lemari dan itu... Ah ada pedang! '
' Walaupun terlihat tua sebaiknya ku ambil aja, jaga jaga kalau ada hal yang tidak inginkan ' Pikir Ren sambil memakai ikat pinggang pedang dan menggantungkannya
' Dimana mereka... Ahh ' Sambungnya lalu terdiam
Ketika sedang berjalan menelusuri ruang bawah tanah tersebut Ren menemukan anak yang diculik 2 pria besar tadi namun dirinya seketika terdiam dan mengingat masa lalu nya.
' Mereka berdua mirip dengannya, atau mereka berdua merupakan reinkarnasinya... ' Pikir Ren
Ren melihat dua orang gadis cantik yang satu memiliki rambut putih dan yang satunya lagi memiliki rambut pirang keemasan sedang duduk di pojokan ruang bawah tanah dalam keadaan kaki dan tangan yang terikat.
' Apa ini kesempatan bagiku untuk dapat menyelamatkan dan melindunginya kembali, Sial...Takdir Sialan, Jangan bilang didunia ini sudah ada 'dia' ! Apa dia sudah kembali?! '
' Jangan Bercanda denganku!! ' Pikirnya kesal lalu melihat ke arah atas seakan dirinya sedang melihat langit
Dirinya pun lalu menjongkokan dan melepaskan kedua ikatan tali tersebut dari dua gadis itu.
" Kalau memang mau mu begini takdir! Akan ku lawan sampai akhir! " Ucapnya marah lalu menatap sendu kembali ke arah kedua gadis tersebut
' Kali ini Aku tidak akan Kalah ' Ren bertekad di ruang bawah tanah tersebut dan tetap melawan takdirnya
...****************...
Halo Semuanya!
Para Noveltoon Lovers dan Mangatoon Lovers saya kembali membuat cerita baru dan kembali menghibur para pembaca novel.
Semoga Terhibur dengan cerita ini Hehe :)
Jangan Lupa likenya kakak kakak sekalian dan juga share cerita ini yaaa :)
TBC