
"Maaf tapi kalian berdua,bisa diam tidak?!"
Kata Fanella yang kedengaran jengkel..
"Maaf Fan. "
kata Eric..
Fanella pun bangun dan duduk di sofa,setiap gerakan rasanya bagaikan siksaan,saat dia sudah duduk di atas sofa Fanella memandangi ibunya.Fanella sekarang hanya bisa pasrah menerima takdirnya,Fanella mau keluar dari ruang inap nya untuk mengurus biaya administrasi nya.
"Kamu mau kemana?"
"Pak Yuga saya mau membayar biaya RS ini tolong jaga sebentar ibu saya. "
"Aku sudah membayarnya kamu tidak usah khawatir."
"??benar pak?! tapi biayanya kan sangat mahal."
"Tidak masalah."
"Bapak potong gaji saya ya? "
"Tidak."
"Tapi.. "
"Tidak boleh menolak!"
"Baik pak terimakasih banyak."
Fanella membungkukan badannya sebagai tanda hormat dan juga rasa terimakasih..
Fanella kembali lagi ke sofa..sungguh saat ini dia merasa sangat tersiksa karena masih sakit badannya akibat operasi..
"Ahh sakit.."
"Fan kamu gak masalah kan? "
"Gak kok Pak Eric. "
"Cuti lah selama 2 bulan."
"Tapi itu sangat lama pak Yuga. "
"Dan aku tidak mau dianggap menjadi bos yang menyiksa karyawannya."
"Baik pak terimakasih."
Tok..tok.. tok
"Masuk. "
perintah Yuga..
"Ada apa dokter? "
kata Fanella..
"Maaf nona saya akan memeriksa kondisi ibu anda dan nona. "
"Saya akan memeriksa nona dulu ya. "
"Iya. "
Setelah itu dokter pun memeriksa kondisi Fanella..
"Nona suda baik sebaiknya anda istirahat di rumah saja..saya akan mengecek kondisi ibu anda ya."
"Iya. "
Dokter kemudian memeriksa keadaan tubuh ibu Fanella, terlihat raut muka dari dokter itu bingung lalu kaget..
"Ada masalah dok dengan ibu saya?"
"Maaf nona ibu anda saat ini sudah mengalami koma secara mendadak jadi sebaiknya ibu anda berada di RS dulu ya. "
"Gak mungkin dok!!"
"Tapi ini sudah menjadi kenyataan nona."
"Kapan ibu saya bisa bangun lagi?!"
"Mungkin 3 bulan, 2 tahun lagi, atau selamanya..kita semua hanya bisa menunggu sebuah keajaiban,saya permisi. "
"Ibuuu..bu dengarkan apa yang Fanella katakan?!bu kumohon bagunlah buu..ahh sakittt... "
Fanella pun pingsan, Yuga yang tahu itu segera membawanya lagi ke tempat tidur..Yuga menatap Fanella dengan intens..
"Yuga perlu aku panggil lagi dokter?"
"Gak perlu, dia pingsan karena shock saja. "
"Oke,aku pulang dulu buat ngurus dokumen mu."
"Mmm.. "
Eric pun pergi..saat ini Yuga menjaga Fanella dan ibu Fanella..Yuga merasa sangat kasihan pada nasib Fanella..
"Fen kamu sangat nekat mengorbankan dirimu sendiri,hhh sekarang dia hanya punya satu ginjal kalau kelelahan sedikit pasti bisa saja langsung pingsan.."
Keesokan harinya...
Fanella merasa ada sesuatu di dekat lengannya dia pun melihat, betapa terkejutnya bahwa bos nya saat ini tidur dengan posisi duduk di dekatnya..
"Astaga pak Yuga?!pak Yuga,bangun sudah pagi."
kata Fanella dengan lemas..
"Akhirnya sudah sadar kamu,gimana sekarang sudah baikan? "
"Iya..tapi pinggang dan perutku masih sakit."
"Iya kan wajar luka jahitmu belum kering..tahan ya nanti juga sembuh aku mau ke kamar mandi."
Yuga kemudian mengelus kepala Fanella..Fanella kaget dengan perlakuan bos nya itu..saat ini Fanella rasanya ingin memutar waktu untuk kembali lagi saat dia masih kecil..terselip di pikiran Fanella sebuah ide gila yaitu keinginan untuk bunuh diri,Fanella benar-benar sudah merasa putus asa..