Everyone has a *SECRET *

Everyone has a *SECRET *
Ep. 4{pengorbanan}



Saat ini Fanella menuju ke ruangan pemeriksaan,dia berharap supaya ginjalnya bisa didonorkan ke ibunya..


Seeakan doa nya terkabul, ginjal Fanella bisa di donorkan ke ibu Fanella..


Karena kesehatan ibu Fanella semakin memburuk dengan cepat saat ini juga Fanella langsung memutuskan akan mendonorkannya juga..


Tapi sebelum melakukan operasi pendonoran para dokter bertanya ke Fanella..


"Anda sudah yakin akan melakukan hal ini? "


"Iya,sangat yakin. "


"Baiklah selanjutnya anda tidak boleh terlalu capek ya,harus menjaga makanan,tidak boleh stress,intinya harus benar-benar menjaga tubuh anda...karena kalau anda sakit parah bisa berujung kematian juga disebabkan ginjal yang anda miliki sekarang cuma satu saja, dan juga ini tentang operasi..semoga berjalan dengan lancar ya karena kalau ini obat biusnya salah sedikit nyawa bisa tidak terselamatkan."


"Iya dok terimakasih."


"Sekarang anda rileks ya, jangan memikirkan apa-apa dulu, sekarang saya akan memberikan obat bius..semoga lancar ya. "


"Iya dok. "


Dokter itu pun menyuntikan obat bius ke Fanella,karena Fanella sudah mengantuk dari awal ditambah sekarang dia dibius..Fanella dengan cepat langsung pingsan dan saat ini dia melakukan operasi..


Sekitar 4 jam setelah operasi akhirnya Fanella sadar kan diri...


Sekarang keadaan Fanella di ruang inap UGD dan ibu nya ada di ruang ICU agar dokter bisa memantau nya dengan mudah..


Fanella saat ini berusaha mengambil hp nya agar bisa izin cuti ke bos besarnya itu..


Saat ini Fanella langsung menelpon bos nya karena Fanella masih lemas disebabkan masih ada sisa-sisa pengaruh dari obat bius tadi...


Saat ini Fanella menelpon ke bos nya...


"Kenapa ada masalah apa? "


"Ini masalah pribadi keluarga saya pak..apakah saya boleh cuti pak? "


kata Fanella yang sudah dengan nada lemas seakan mau pingsan lagi karena masih dibawah pengaruh obat bius..


"Iya, kamu kenapa Fanella?kok nada bicaramu sangat lemas? "


"Tidak ap......... "


Fanella tidak sadarkan diri, saat ini hp Fanella masih menelpon bos nya itu Yuga tetap memanggil-manggil nama Fanella agar tetap sadar..


Sampai akhirnya ketika Yuga akan menutup telponnya dia mendengar seorang sepertinya dokter...


"*Ibu Fanella?suster sini pasiennya tolong di pindahkan lagi ke ICU dia pingsan lagi..itu juga tolong bawa barang-barangnya suster semuanya jangan sampai ada yang tertinggal."


"Baik dok*. "


Setelah mendengarkan percakapan antar dokter dan suster itu di hp nya Fanella,Yuga dengan cepat memutuskan sambungan telponnya lalu bergegas ke RS tapi Yuga tidak tahu dimana RS nya..


Yuga kemudian menelpon Eric agar pergi ke RS tempat Fanella dirawat dan juga agar Eric mencari RS itu..


"Halo,Ric ikut aku ke RS sambil nanti carikan tempat RS dimana Fanella dirawat!!"


"Oh ok.."


Eric yang tahu hal ini bersiap sambil menunggu Yuga datang menjemputnya Eric mencari informasi dimana tempat RS yang merawat Fanella itu.. tidak butuh waktu lama akhirnya Eric bisa menemukan info itu..


Saat itu juga Yuga sudah di depan rumah Eric, Eric yang mendengar suara mobil langsung keluar,mengunci pintu rumahnya dan masuk ke dalam mobil Yuga saat ini.