Everyone has a *SECRET *

Everyone has a *SECRET *
Ep. 3{menerima kenyataan pahit_2}



Fanella pun membereskan barang-barangnya dan pulang..


Saat ini Fanella masih berada di halte bus.. sampai akhirnya bus itu datang Fanella langsung naik bus itu dalam perjalanan pulang Fanella hanya melamun karena berpikir bagaimana caranya agar ibunya bisa bahagia seperti dulu lagi...


Sesampainya di halte selanjutnya Fanella pun membayar dan turun saat ini dia ingin pergi ke supermarket...


Saat Fanella sudah masuk dia mengambil troli..


Fanella saat ini mengambil kebutuhan pokok nya setelah kebutahan yang penting tercukupi Fanella ingin membeli es krim stroberi kemudian Fanella mengeluarkan dompetnya dan menghitung uangnya ternyata tidak cukup, uang itu hanya cukup untuk membayar kebutuhan pokok yang dia beli tadi..


"Hhhh...tunggu 1 minggu lagi aku baru bisa beli es krim ini.tidak masalah fighting Fanella."


ucap Fanella dari dalam hati..


Tiba-tiba saja ada orang yang menepuk bahunya secara perlahan hal itu langsung membuat Fanella berteriak karena terkejut..


Plak..


"Haaaaa, siapa kamu?!!! "


"Hahaha,maaf kamu Fanella kan?"


"Iya..kamu? "


"Masa lupa sama teman sekolah SMP mu dulu? yang selalu tidak bisa melakukan apapun? "


"Oh..Ari?"


"Iya..apa kabar Fan? "


"Baik-baik saja..kamu sendiri?"


"Aku juga sama..beli apa kamu? "


"Ini cuma titip pan barang buat ibu."


"Wah apa kabar tante Yuri? "


"Itu,ibu ku makin lama makin depresi..semenjak ayah meninggal."


"Astaga,aku turut berduka cita atas meninggalnya om Rian..kamu yang sabar ya. "


"Iya..aku cuma cemas aja sama ibu sekarang kalau dia terus menerus seperti ini,aku khawatir kesehatannya akan drop."


"Kalau butuh bantuan ku aku akan sedia menolong mu ini no telfonku."


"Ah makasih..kamu beli apa saja itu sampai penuh banget troli belanjaan mu? "


"Ini biasa buat stok aja dirumah,itu kamu mau beli es krim?"


"Tidak jadi."


"Kenapa? "


"Tidak apa-apa kok.. aku pergi dulu dah. "


"Iya. "


Setelah Fanella membayar barang belanjaannya,secepatnya dia lari untuk pulang ke rumahnya..


Sekitar 20 menit akhirnya sampai dirumah juga, Fanella membuka pintunya dan betapa terkejutnya saat melihat ibunya sudah jatuh pingsan..


Fanella segera lari dan meminta tolong ke tetangganya..


Setelah sampai di RS Fanella menunggu ibunya yang ada ruang ICU..


Dokter yang menangani ibu Fanella pun keluar,buru-buru Fanella langsung menghampiri dokter tadi dan bertanya..


"Bagaimana keadaan ibu saya? "


"Tolong anda ikut ke ruangan saya dulu,agar enak bicaranya."


"Baik. "


Setelah masuk di ruang dokter tadi Fanella langsung bertanya dengan sangat cemas..


"Bagaimana keadaannya ibu saya? "


"Ibu anda mengalami gagal ginjal,ginjal yang sebelah kanan ibu anda sudah rusak parah..jadi kalau buat cuci darah saja sudah tidak bisa membantu,jadi mau tidak mau anda harus mencari pendonor ginjal untuk ibu anda. "


Fanella yang tahu hal ini rasanya sudah seperti disambar petir, dia sangat shock,bingung,sedih,khawatir..dia akan melakukan apapun untuk ibunya agar bisa kembali sembuh seperti dulu lagi.


Kalau perlu nyawapun akan Fanella kasih demi ibunya yang tercinta..


"Saya akan mendonorkannya dok,bisa kan? "


"Sebaiknya anda cek dulu ya sekarang,kalau semuanya memenuhi standar pemeriksaannya anda boleh mendonorkannya..suster. "


Dokter itu pun memanggil perawat untuk membantu Fanella buat mendonorkan ginjalnya..