Ethereal Love

Ethereal Love
Just pretend



Han mulai meneteskan air matanya, nafas nya tidak beraturan dan dia mulai berbicara tersedu-sedu, tidak jelas dia ingin berbicara apa tapi Shei mencoba untuk memahaminya.


"baru kali ini aku melihat seorang cowok menangis tersedu-sedu... ouuuohh... lihatlah betapa manis dan polos wajahnya! " Shei mulai tidak fokus dan menampar tipis pipinya sendiri.


"ha.. baiklah, jika kamu tidak mau bicara, aku akan mengambil beberapa makanan yang tersedia di dapur. kamu tunggulah disini!" ujar Shei, kemudian pergi ke dapur dan membawa beberapa makanan.


Shei mulai mengantuk, dia akan tidur di kasur miliknya dan Han tidur di sofa.


"Dengar... kamu tidak boleh macam-macam denganku!" Kemudian Shei berbaring dan tertidur lelap.


Han terus memperhatikan Shei dan membisikkan sesuatu


"Aku heran kenapa dia masih bisa tidur nyenyak!, aku tidak menyangka dia akan berlari keluar untukku, "


"jadi inilah kamu, tidurlah yang nyenyak, akan ku buat kamu bangun dan tersadar di neraka!" Han tersenyum dan kemudian pergi lewat jendela.


Hari dimana Han dan Ofie di perpustakaan mereka merencanakan sesuatu. bukanlah suatu kebetulan jika Han pindah sekolah di semester genap, bukanlah suatu kebetulan Han duduk sebangku dengan Shei. Rupanya Han telah lama mengenal Shei begitupun dengan Ofie, hanya saja Shei tidak mengingat siapa mereka. kedatangan mereka dan rencana mereka untuk hidup Shei sangatlah besar.


Han menemui Ofie di suatu tempat, dan menceritakan semuanya.


"Rencana itu sangat payah, kamu akan ketahuan!" ujar Ofie yang sepertinya agak ragu.


"Tidak tidak... aku yakin dia tidak akan menyadari rencana kita! sungguh hari yang pas, suasana hujan membawa efek yang sangat bagus, dia langsung merengek dan memelukku haha!" tawa geli Han memenuhi ruangan itu.


"akting mu sangat bagus, hingga dia larut kedalamnya. terus saja buat dia agar semakin jatuh kedalam perasaan itu. buat dia mencintaimu, lalu hancurkan dia! "


Ketika Shei terbangun, dia tidak mendapati Han yang ada di kamarnya. Shei kemudian menghiraukannya karena hari sudah menjelang pagi , dia harus bersiap-siap dan kemudian berangkat ke sekolahnya.


Sebelum berangkat dia menyempatkan dirinya untuk menulis sebuah catatan kecil tentang kejadian kemarin dan beberapa rencana kecil untuk mendapatkan hati Han.


"Yang di sukai Han..?hm...aku tidak tahu, mari lihat Han di sekolah diam-diam dan kemudian menulisnya!" Shei menutup buku miliknya dan kemudian berangkat. Kali ini dia mengendarai sepeda miliknya karena jika jalan kaki ia membutuhkan banyak waktu.


Shei bertemu dengan Zian di jalan, dia mengendarai sepedah motor miliknya.


"Shei ayo ikut denganku aja~" ujar Zian sambil menyamakan kelajuan motornya dan sepedah milik Shei.


"nggak!" Shei menambah kecepatan mengayuhnya.


"Judes amat! " Zian nampak kesal dengan sikap Shei dan mendahului Shei, dia melambaikan tangannya dari belakang.


Setelah lama diperjalanan akhirnya Shei tiba di sekolah tetapi dia terlambat 5 menit dan terpaksa harus menulis namanya di daftar siswa.


"ha.. aku tidak percaya ini... aku tidak pernah terlambat sebelumnya! "


Dalam ruangan kelas nampak kerumunan siswa sedang melihat kedatangan Ofie yang menduduki bangku milik Shei. Shei tidak menghiraukannya dan memilih bangku kosong lain. Dia kemudian memakai headset miliknya, mendengarkan musik kesukaannya dan memainkan game kegemarannya.


"Ofie kamu pindah ke kelas kami? oh my... aku gak percaya ini" siswa paling bawel dikelas Shei terus berbicara pada Ofie dan dia banyak menganggukkan kepalanya.


"Han... sepertinya dia menghiraukan dirimu, bukankah dia harusnya cemburu dan protes karena aku duduk disampingmu?" Ofie berbisik pada Han tetapi dia tidak menjawabnya dan menatap tajam ke arah Shei.