
Tatapannya Ofie membuat Shei merasa tidak nyaman. Dia segera bergegas untuk pulang meski begitu Shei menghiraukan Ofie. Dalam perjalanan pulang Shei terus berbicara pada dirinya sendiri.
"huh, aku? menyukai Han? yang benar saja! dan siapa itu tadi? Ofie! kenapa dia bisa tahu"
kemudian Shei terdiam dan melanjutkan dalam hatinya.
"Ya.. benar aku menyukainya.. Han sepertinya cinta pada pandangan pertama yang aku rasakan"
Dia menyadari bahwa dia dan Han hanya bertemu beberapa saat di kelas dan di perpustakaan. Mungkin ini takdir yang dijatuhkan untuk seorang introvert seperti Shei yang harus dipertemukan dengan orang-orang easygoing seperti Han, Zian dan Ofie.
Pertama Han mudah menyapanya, padahal ini pertemuan pertama mereka. Sudah jelas bahwa dia mudah akrab dengan orang lain.
Jika untuk Zian dan Ofie, Shei tidak terlalu memperhatikannya. Tapi dia tahu bahwa Zian juga mudah berbaur dengan orang.
"Arghh... aku hanya ingin menjalani kehidupan sekolah yang tidak ada sangkut pautnya dengan sosial! "
Ketika Shei hampir tiba dirumahnya, dia terkejut karena Han mengikutinya.
"Ngapain ngikutin? penguntit?" Shei menatap aneh Han.
"hm...aku boleh numpang istirahat di rumah mu ya? "
"nggak!! " jawab tegas Shei.
"boleh yaa...sebentar aja, please!!" dengan wajah memelas Han memohon.
"nggak...!! " masih jawaban Shei yang sama. "
mereka terus beradu mulut di jalan sampai mereka tidak sadar bahwa mereka sudah sangat dekat dengan rumah Shei.
Shei menghela napas dalam-dalam dan mengambil ranting kayu dan menggambar batas disekitar kaki Han.
"tidak boleh! " hanya itu kata yang keluar dari mulut Shei. Han kemudian terdiam dan tidak melanjutkan langkahnya, nampaknya sekarang dia menuruti perkataan Shei.
Di dalam kamarnya Shei membuka jendela miliknya dan terus memperhatikan bahwa Han tidak pernah beranjak dari tempat sebelumnya yang sudah dibatasi oleh Shei. Dia menggelengkan kepalanya dan keheranan.
Hari pun mulai gelap, angin bertiup kencang dan rintikan air hujan membasahi pepohonan. Melihat Han yang tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya, membuat Shei khawatir dan kemudian bergegas untuk menemuinya.
Aroma khas ketika hujan dan dinginnya hari ini membuat Shei berusaha untuk mematahkan ketakukannya dan segera melangkah keluar. dengan perasaan menyesal Shei melihat Han dengan tatapannya yang kosong, air mata mengalir bersamaan dengan derasnya hujan. Sosok Han yang kala pertama kali dia temui begitu periang, seketika Shei melihatnya seperti penuh duka.
Shei menemukan sosok samar samar dalam ingatannya tentang temannya di masa lalu. Sosok Han mirip sekali dengannya. Waktu itu temannya menangis dalam suasana yang sama. Dengan aroma hujan yang sama sosok itu menangis kepada Shei menyalahkannya karena dia kehilangan orang tuanya untuk selama-lamanya.
Sontak dengan langkahnya dia menghampiri Han dan kemudian memeluknya erat.
"maafkan aku... maafkan aku.. " Shei menangis sejadi-jadinya.
"Entah apa yang terjadi pada Han sehingga dia memintaku untuk istirahat diruumahku" ucapan Shei dalam hati menyadarkannya dan kemudian melepaskan pelukannya.
Shei melihat muka Han yang tadinya pucat sekarang menjadi merah seperti buah apel. Dalam momen canggung itu, untuk pertama kalinya Shei membuka hatinya untuk membuatnya berbicara.
"e... masuklah ...kamu nanti masuk angin" ucap Shei.
"batasnya... " Han sedikit ragu melangkahkan kakinya.
"lihat! lupakan batasnya , gambaran batasnya sudah tersapu udah hujan, cepat masuklah! " Shei terlihat tergesa-gesa meminta Han untuk masuk.
Mereka berdua masuk lewat jendela Shei yang masih terbuka lebar. Shei masuk pertama dan diam diam mengunci pintu kamarnya, memastikan bahwa semua orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
"ayo cepatlah naik!" Shei mengulurkan tangannya dan kemudian Han masuk.
Shei menutup jendela rapat-rapat dan kemudian memberikan handuk pada Han dan jaket oversize miliknya yang tidak pernah dia pakai. Celana olahraga yang kebesaran diapun memberikannya pada Han. Meminta Han untuk segera menggantinya di toilet.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Han keluar, Shei menantapnya sebentar lalu kemudian mulai menginterogasi nya perihal kenapa dia ingin beristirahat dirumahnya dan kenapa dia diam seolah hal buruk terjadi padanya.
"jadi... katakan, apa masalahmu!? dengar...kamu tidak punya banyak waktu disini, jika ketahuan aku menyembunyikan bujang dikamarku maka habislah riwayatku! " Shei menatap Han dengan penuh penasaran.