
Dag-dig-dug jantung Shei rasa tidak karuan.
"kupikir dia akan ..." Shei kemudian melihat gadis disebelahnya yang sepertinya dia melambaikan tangan kepada Han.
"ha...ternyata bukan aku..." gumam Shei pipinya memerah dan mengambil jarak dan menjauh di antara mereka, kemudian menghilang ditelan rasa malu. Yang ternyata Han menghampiri gadis yang berada disebelah Shei.
"aku tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya, tapi mereka berdua terlihat sangat akrab" Shei penasaran dengan kedekatan keduanya. Dia mencoba menguping pembicaraan mereka dari jarak yang cukup dekat dan hanya ada tiga barisan rak buku diantara mereka.
Tiba-tiba seseorang berbisik lembut kepada Shei. "hayoloh..ngapain ngupingin orang lain.. " sontak Shei terkejut dan menjatuhkan beberapa buku di rak.
ternyata orang itu merupakan teman sekelas Shei waktu SD, SMP bahkan sampai duduk di bangku SMA. Bisa dibilang mereka tidak pernah pisah kelas, tapi Shei selalu samar-samar mengingat wajahnya. Shei tidak pernah dekat dengannya walaupun sepertinya sudah 11 tahun mereka selalu dikelas yang sama. Dia adalah Zian Al Farizi, memiliki paras tampan dan merupakan bintang sekolah yang selalu dikerumuni banyak siswi-siswi genit yang selalu caper padanya. Itulah mengapa Shei lebih memilih untuk tidak berurusan sama sekali dengan orang yang memiliki sosialitas yang tinggi.
"sttt diem, ganggu orang aja" Shei menggerutu pada Zian.
Zian kemudian menatapnya dan tersenyum licik lalu menarik kerah baju Shei, kemudian membawanya ke hadapan Han dan gadis yang berada disampingnya.
"hey, lepasin..ugh!! " Shei kesal sambil menipiskan kedua matanya.
"Lihat! siapa yang menguping pembicaraan kalian" kemudian Zian melepaskan kerah baju milik Shei dan mengedipkan satu matanya pada Shei.
"kurasa dia malu Han, sudahkah biarkan saja pergi" Seketika Shei melihat gadis itu seperti tersenyum sambil mengatakan bahwa Shei malu. Dan Han hanya bisa tersenyum geli melihatku dipojokkan dan digiring ke hadapannya karena ketahuan menguping.
Shei hanya merunduk dan kemudian pergi dibarengi dengan suara bel yang berbunyi. Saat berada dikelas Han terus saja menatapnya sambil tertawa kecil.
"apasih... nguping bentar aja udah kayak diseret ke persidangan..lihat sekarang dia udah kayak pengamat terdakwa, ngeliatin mulu" gumam Shei dalam hati.
Jam pelajaran telah berakhir, Shei merogoh saku miliknya dan baru menyadari kalau handphonenya tertinggal di perpustakaan. Saat dimana Zian mengagetkan nya dan dia menjatuhkan beberapa buku dan handphone nya ikut terjatuh, dia belum sempat merapihkan dan mengambilnya.
Saat mencari handphonenya di perpustakaan, dia melihat gadis tadi sedang menunggu kedatangannya. Gadis tersebut memegang handphone Shei dan kemudian menjelaskan bahwa dia menemukannya tergeletak bersama buku-buku yang Shei jatuhkan.
"ehm... ini milikmu ya? Kenalin aku Ofie Laya!" gadis tersebut merupakan bintang sekolah yang dikenal karena kecantikannya. Berbeda dengan Zian, Ofie adalah ketua OSIS yang sangat pintar. Tetapi kepribadiannya sangatlah buruk. Dia menutupinya dan terlihat seperti malaikat .
"o.. i.. iya, makasih..." gugup Shei ketika tahu kalau dia adalah seseorang yang tidak akan mudah untuk dihadapi kedepannya jika dia berurusan dengan Ofie.
"nampaknya kamu menyukai Han ya! " Ofie menunjukkan senyum yang dibaluti dengan tatapan tajam nya.