
"Tuan Iblis, cepat kabulkan permintaanku!" Gadis kecil itu berdiri dengan berani menatap sosok lelaki berjubah hitam dengan sayap hitam yang berkibar indah.
"Nona kecil, apa kau yakin?"
"Ya, Elly yakin!"
Hening, di dalam gelapnya hutan itu hanya terdengar hembusan nafas keduanya.
"Gadis manis, tapi kau harus berjanji satu hal padaku, kau mengerti?"
Dahi kecilnya mengernyit, "Hmm ... Elly tidak yakin, Elly kan pelupa!"
"Jika begitu aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu, pulanglah!"
"Tu-tunggu, Elly janji akan melakukan syarat dari tuan Iblis!" Gadis kecil itu mengacungkan jari kelingkingnya, membuat sosok di hadapannya tertawa ringan.
"Hahaha, jiwa manismu sangat harum." Iblis itu berjalan mendekati Elly, "Ketika nanti kita bertemu lagi, kau akan menjadi milliku gadis kecil!"
"AGHRRRR!!"
******
Emy terbangun dengan keringat bercucuran di seluruh tubuhnya. "Apa itu?"
Pintu kamarnya terbuka, Rozie melangkah masuk menghampirinya.
"Salam Nona, apa tidur anda nyenyak?" tanay Rozie seraya membenahi selimut Emy.
Emy hanya mengangguk, ia tak berniat menceritakan mimpinya kepada Rozie, lagi pula ia belum mempercayai Rozie seutuhnya.
Rozie memanggil beberapa pelayan untuk menyiapkan sarapan Emy.
Emy bangkit dan menyantap sarapan paginya dengan malas.
"Sebaiknya Anda bersiap Nona, bukankah hari ini anda mengundang Lady Rossellin untuk minum teh?" ucap Rozie mengingatkan.
Mata Emy membulat.
Emy berjalan menuju lemari mengeluarkan gaun-gaunnya, ia harus tampil perfect di hadapan Rossellin.
"Rozie, apa kau juga mengundang gadis bangsawan lainnya?" tanya Emy seraya mengeluarkan beberapa gaun dari lemari.
Rozie mengangguk, "Benar Nona, saya mengikuti perintah anda sebelumnya, saya juga sudah mengundang Nona Athelia."
Emy bernafas lega, untung sebelumnya ia memerintahkan Rozie mengundang beberapa gadis bangsawan lain.
"Lihat Rozie, apa gaun ini cocok untukku?" Emy mengangkat gaun berwarna Lilac. "Atau yang ini?" tangannya berganti mengangkat gaun berwarna pink.
"Semua gaun terlihat indah jika anda yang memakainya, Nona!"
Memang benar apa yang di katakan Rozie, walaupun bukan wanita tercantik di kekaisaran, tapi pesona daya tarik Emy sangatlah kuat.
"Emy lihatlah, gaun biru muda ini terlihat serasi dengan rambut silverku yang cantik!" Emy mengangkat gaun biru muda itu dan menunjukannya pada Rozie.
"Benar Nona, anda memang hebat dalam memilih pakaian!"
"Hahaha, kau terlalu berlebihan!" Emy menyerahkan gaun biru itu pada Rozie, "bantu aku bersiap!"
****
Emy memasang penampilannya di cermin, ia tak hentinya menatap takjub. Rambutnya tergerai indah dihiasi dengan beberapa mutiara.
"Salam Lady Olivvia, anda terlihat sangat cantik hari ini?" Emy mempersilahkan putri Baron itu duduk.
Berbagai hidangan camilan tersedia rapih di meja, olivvia menatap takjub taman kaca kediaman Marquess yang sangat indah.
"Terimakasih Lady Amber, anda terlihat jauh lebih cantik, berbeda sekali dengan yang di rumorkan?"
Emy menaikan sebelah alisnya saat Olivvia menutup mulutnya, "ah maafkan saya lady Amber, saya sangat lancang!"
"Sudahlah, lupakan saja!"
"Lady Rossellin Livin Dan Nona Athelia tiba!"
Emy dan Olivvia berdiri menyambut kedatangan keduanya, "Salam lady Rossellin, salam Nona Athelia!"
"Salam Lady Amber, salam Lady Olivvia!" Rosselin tersenyum tipis.
"Salam semuanya!" Athelia berlari kecil menghampiri Emy, ia segera duduk di samping kursi Emy, di ikuti Rossellin.
Emy memandang ke arah Rossellin dan Athelia secara bergantian, selanjutnya senyum tipis terbit di wajahnya.
Rosselin sungguh pintar menutupi jati dirinya, jika saja wajahnya tidak menggunakan sihir ilusi pasti Athelia sudah dekat dengannya.
Ya, Athelia dan Rossellin adalah saudara kembar, mereka terpisah sejak peperangan terjadi. Yang Athelia tau kembarannya Athena(Rossellin) telah mati, namun dugaannya salah.
"Lady Alicia dan Lady Imeldaa tiba!"
Setelah semua berkumpul, beberapa pelayan datang dan menuangkan teh ke masing-masing cangkir nona-nona bangsawan tersebut.
"Teh di kediaman Elly memang sangat harum!" ucap Athelia seraya meletakan cangkirnya.
"Sepertinya anda sangat dekat dengan nona Athelia, ya, lady Amber?" Rosselin tersenyum tipis menatap Emy.
Emy tersenyum menatap ke arah Rossellin, ia ingin melihat sejauh mana permainan yang akan Rossellin buat.
"Bukankah rumor kedekatan mereka sudah banyak di ketahui Lady Rossellin? Apa anda tidak tahu?" Lady Alicia menatap Emy remeh.
Emy tahu bahwa Lady Alicia adalah teman dekat Rosselin, sudah pasti wanita itu juga akan ikut campur menjatuhkan namanya.
"Ta-tapi di dalam rumor lady Amber—"
"Ah benarkah ada rumor seperti itu?" tanya Rossellin menyela ucapan Olivvia.
Olivvia menunduk, sedangkan Athelia menatap bingung ke arah Emy.
"Tentu saja, aku selalu mendengarnya!" jawab Alicia antusias.
"Wah, sepertinya anda sangat antusias mendengarkan rumor tentangku, ya, lady Alicia?" Emy tersenyum lebar menatap lawan bicaranya.
Alicia terlihat salah tingkah, "A-aku ..."
"Sepertinya lady Alicia tidak sengaja mendengarnya dari beberapa pelayan ya?" Rosselin angkat bicara.
"Ah i-iya, pelayan di kediamanku selalu membicarakan itu, jadi aku tidak sengaja mendengarnya!"
"Ah syukurlah jika begitu, aku pikir lady suka bergosip seperti para pelayan itu? Untung saja aku tidak berpikir bahwa lady juga ikut bergosip dengan para pelayan di kediaman lady, haha!" ucap Emy dengan tawa ringan, membuat wajah Alicia memerah.
"Elly, memangnya ada gosip apa?" Athelia berbisik ke arah Emy.
"Tidak ada, mereka hanya membicarakan kedekatan kita!" jelas Emy pelan.
Athelia menganggukkan kepalanya.
Emy menatap ke arah Olivvia, "Oh ya lady Olivvia, saya dengar anda sedang merintis bisnis parfum, ya?"
"A-ah benar lady, tapi saya masih bingung karena belum menemukan wangi yang cocok untuk parfum saya."
"Dan lady Imeldaa, saya dengar di kediaman anda banyak sekali bunga duri ya?" Emy menatap Imeldaa yang sedari tadi diam menyimak.
"Ah saya tidak menyangka lady mengetahui tentang kediaman saya!" Imeldaa menatap Emy serius. "Lady Amber benar, bunga duri itu akhir-akhir ini tumbuh begitu banyak di kediaman saya, membuat pekerja saya kesulitan untuk membuangnya karena duri-duri di batangnya yang tajam!"
"Lady Imeldaa, sepertinya saya mempunyai saran untuk anda dan lady Olivvia, jika anda sekalian berkenan, maka saya akan menjelaskan saran saya!" Emy tersenyum tipis.
Rosselin melirik sinis ke arah Emy. "Saran apa yang akan lady berikan?"
Beberapa gadis bangsawan itu menatap Emy.
"Jadi begini ....
Bunga duri itu memiliki wangi yang khas, saya sudah mendengar dari para pembuat parfum ketika mereka mencoba membuat parfum dari wangi bunga duri, hanya ada dua masalah—"
"Lady tidak berfikir untuk membuat parfum dari bunga duri kan?" sela Alice.
Emy menggeleng, "sayangnya iya!"
"Tapi lady, bukankah Anda tahu bahwa bunga duri wanginya tidak tahan lama? Dan juga akan sangat sulit nantinya jika harus memisahkan duri-duri itu terlebih dahulu, butuh tenaga ekstra dan banyak biaya yang akan di keluarkan!" jelas Olivvia.
Emy mengangguk, "ya, karena itu mari saya jelaskan!"
"Silahkan lady!" Imeldaa angkat bicara.
"Untuk masalah yang pertama, lady Olivvia cukup tambahkan saja alkohol pada parfum!"
"Alkohol?" Athelia menatap Emy bingung. "Elly, bukankah kau tahu bahwa Alkohol itu sangat amat mahal?"
"Ya, aku tau Alkohol memiliki harga yang mahal, tapi bagaimana jika Lady Olivvia membuatnya sendiri?" Emy menatap serius Olivvia. "Aku akan memberi tahu lady cara membuat alkohol menggunakan singkong! Tapi tentu tidak gratis?"
"Singkong?"
Emy mengangguk.
"Baik lady, mari kita bahas kerja sama kita nanti!" ucap Olivvia semangat. "Lalu bagaimana cara mengatasi masalah kedua?"
"Ah, itu sangat simpel. Yang kita butuhkan hanya kelopaknya saja bukan?" Emy menatap Olivvia yang mengangguk. "Kalau begitu kau tidak perlu bersusah payah untuk memisahkan duri dari batangnya, cukup pisahkan saja kelopaknya!"
Olivvia termenung, "Anda sangat jenius lady!"
"Elly memang sangat pintar!"
"Dan sekarang juga masalah di kediaman lady Imeldaa sepertinya telah terselesaikan!" Emy tersenyum menatap Imeldaa.
"Anda benar lady, saya tidak menyangka bahwa anda begitu jenius!"
Emy tersenyum hangat, ia melirik sekilas ke arah Rossellin yang tengah menahan emosinya.
"Athena, sepertinya orang yang seharusnya berada di pihakmu kini telah masuk kedalam pihakku!"