
"Gila!" Gadis cantik itu melempar sebuah novel yang baru saja ia beli dengan perasaan kesal.
Area matanya terlihat menghitam, ia terus saja menggerutu memaki novel yang baru saja selesai ia baca. Ini tidak sesuai yang ada di dalam ekspetasinya!
Novel berjudul Princess Athelia, novel yang sangat booming akhir-akhir ini, Emy sampai harus begadang demi menuntaskannya karena ia pikir novel tersebut memiliki alur cerita yang sangat bagus. Tapi ternyata tidak.
"Oh tuhan, Jadi penjahat sebenernya adalah Athena? Bukan Emely!" Emy mengusap wajah kasar, ia segera mengambil handphonenya yang sudah menunjukan pukul 07.21.
Dengan langkah malas, ia segera mengambil handuk dan bergegas mandi. Namun, langkahnya terhenti saat tanpa sengaja ia menendang sebuah kotak yang ada di kolong ranjang, dahinya seketika mengernyit.
"Sejak kapan aku punya kotak antik?" Matanya menerka-nerka isi di dalam kotak tersebut.
Karena penasaran, ia segera membuka kotak. Alisnya terangkat sebelah, hanya ada sebuah gelang berbentuk pita berwarna ungu di dalamnya, tak ada yang menarik.
"Apaan dah?"
Tangannya terulur untuk mencoba gelang tersebut, nampak sederhana namun cantik.
Emy mengerjapkan matanya, ia teringat sebelumya ingin pergi ke kamar mandi. Ia melangkah hingga tanpa sengaja sebuah cahaya menyilaukan penglihatannya, matanya tak dapat melihat hal lain lagi, ia melangkah secara perlahan hingga tanpa sengaja jatuh dan kepalanya terbentur.
Dalam sisa-sisa kesadarannya, Emy melihat seorang berpakaian hitam tersenyum ke arahnya.
****
Di sisi lain, seorang gadis bangsawan yang cantik kini tengah di seret paksa keruang eksekusi. Seluruh tubuhnya terlihat kurus dan pucat, persis seperti mayat hidup.
"Gadis penyakitan yang menjijikan!"
"Mati kau iblis!"
"Lihatlah iblis itu akhirnya mati!"
"Dasar jal*Ng murahan!"
Banyak caci maki dari orang-orang yang menyaksikan, tak ada yang bersedih ataupun mengasihaninya. Semua orang benar-benar membencinya.
Manik mata coklat itu menatap tajam seorang wanita yang tengah berdiri di samping pangeran-pangeran kerajaan.
"Katakan kalimat terakhir mu!" ucap seorang kesatria yang sudah siap memegang pedang untuk memenggal kepalanya.
Wanita itu terdiam sejenak, matanya menatap kesekeliling hingga berhenti pada seseorang berpakaian hitam, senyumnya merekah.
"Dia akan membalaskannya...
aku yakin dia akan membuat kalian MENDERITA!" teriaknya.
Sringgg!!
"Semoga anda tenang di neraka, Lady Amber."
Tanpa mereka sadari, gelang dari tangan gadis bangsawan itu bersinar.
Membuat seseorang berpakaian hitam tersenyum lebar, "Akhirnya jiwa manis itu kembali."
****
Ini masi prolg ya
kalau ada yang masih banyak kenapa ini cerita namanya sama kek cerita di alun sebelumnya ini itu versi lain, kalau yang sama kan lebih ke lelucon dan aku gabisa login ke akun jadi aku buat baru, yang ini versi lebih menegangkan.
prolog -sama-
"Gila!" Gadis cantik itu melempar sebuah novel yang baru saja ia beli dengan perasaan kesal.
Area matanya terlihat menghitam, ia terus saja menggerutu memaki novel yang baru saja selesai ia baca. Ini tidak sesuai yang ada di dalam ekspetasinya!
Novel berjudul Princess Athelia, novel yang sangat booming akhir-akhir ini, Emy sampai harus begadang demi menuntaskannya karena ia pikir novel tersebut memiliki alur cerita yang sangat bagus. Tapi ternyata tidak.
"Oh tuhan, Jadi penjahat sebenernya adalah Athena? Bukan Emely!" Emy mengusap wajah kasar, ia segera mengambil handphonenya yang sudah menunjukan pukul 07.21.
Dengan langkah malas, ia segera mengambil handuk dan bergegas mandi. Namun, langkahnya terhenti saat tanpa sengaja ia menendang sebuah kotak yang ada di kolong ranjang, dahinya seketika mengernyit.
"Sejak kapan aku punya kotak antik?" Matanya menerka-nerka isi di dalam kotak tersebut.
Karena penasaran, ia segera membuka kotak. Alisnya terangkat sebelah, hanya ada sebuah gelang berbentuk pita berwarna ungu di dalamnya, tak ada yang menarik.
"Apaan dah?"
Tangannya terulur untuk mencoba gelang tersebut, nampak sederhana namun cantik.
Emy mengerjapkan matanya, ia teringat sebelumya ingin pergi ke kamar mandi. Ia melangkah hingga tanpa sengaja sebuah cahaya menyilaukan penglihatannya, matanya tak dapat melihat hal lain lagi, ia melangkah secara perlahan hingga tanpa sengaja jatuh dan kepalanya terbentur.
Dalam sisa-sisa kesadarannya, Emy melihat seorang berpakaian hitam tersenyum ke arahnya.
****
Di sisi lain, seorang gadis bangsawan yang cantik kini tengah di seret paksa keruang eksekusi. Seluruh tubuhnya terlihat kurus dan pucat, persis seperti mayat hidup.
"Gadis penyakitan yang menjijikan!"
"Mati kau iblis!"
"Lihatlah iblis itu akhirnya mati!"
"Dasar jal*Ng murahan!"
Banyak caci maki dari orang-orang yang menyaksikan, tak ada yang bersedih ataupun mengasihaninya. Semua orang benar-benar membencinya.
Manik mata coklat itu menatap tajam seorang wanita yang tengah berdiri di samping pangeran-pangeran kerajaan.
"Katakan kalimat terakhir mu!" ucap seorang kesatria yang sudah siap memegang pedang untuk memenggal kepalanya.
Wanita itu terdiam sejenak, matanya menatap kesekeliling hingga berhenti pada seseorang berpakaian hitam, senyumnya merekah.
"Dia akan membalaskannya...
aku yakin dia akan membuat kalian MENDERITA!" teriaknya.
Sringgg!!
"Semoga anda tenang di neraka, Lady Amber."
Tanpa mereka sadari, gelang dari tangan gadis bangsawan itu bersinar.
Membuat seseorang berpakaian hitam tersenyum lebar, "Akhirnya jiwa manis itu kembali."