Een Bewaker

Een Bewaker
Chapter 5



"Kita tak akan pernah tau apa yang terjadi di setiap pertemuan. mungkin saja aku telah jatuh cinta pada mu di saat pertama kali bertemu"


°°Soobin°°


Autumn baru saja akan pergi dari perpustakaan setelah mengerjakan beberapa tugas dari prof.eggie.


tapi suara dering telepon menghentikan langkahnya.


tepat di bangku yang baru saja ia pakai untuk mengerjakan tugas tergeletak sebuah handphone yang masih berdering.


Bagaimana bisa aku tak menyadari nya?


Autumn mengangkat panggilan dari orang tak di kenalnya dengan hati-hati. di perpustakaan seharusnya di larang untuk menerima telepon karena itu akan menggangu aktifitas yang lainnya.


Autumn kembali duduk. menutupi wajahnya dengan sebuah buku. Berharap agar penjaga perpustakaan tak memergokinya melakukan pelanggaran. Bagaimanapun juga ia tak ingin di hukum.


"yeoboseo?(dengan siapa?)"


"ini aku pemilik handphone yang kau pegang. maaf merepotkan mu. apa handphoneku ada pada mu?"


"ya"


"kau berada di mana? aku akan segera ke sana. tolong jaga handphone ku ya Noona. ku mohonn..."


"A...ah baiklah,. temui aku di cafetaria di sebrang universitas satu jam lagi. aku ada jadwal dengan seorang profesor. maaf permisi aku sedang terburu-buru"


Autumn segera menutup telepon nya. bergegas. keluar dari perpustakaan. Tapi sebelum itu tentu saja ia harus membayar denda karena telah melanggar peraturan.


ternyata mata penjaga perpustakaan tak bisa di kelabui.


###


"jadi bagaimana dengan handphone mu?"


Yeonjun menerima kembali Handphone nya dari Hueningkai.


"ada seorang Noona yang mau membantuku menjaganya. ia memintaku ke cafetaria untuk mengambilnya satu jam lagi"


"kalau begitu kau harus pergi"


" tentu saja. aku tak akan membiarkan nomor telepon Noona-noona yang ku kumpulkan hilang begitu saja"


"Bodoh! apa pikiran mu hanya berisi Noona?!"


Hueningkai tertawa. "lalu apa lagi Hyung?"


Yeonjun memutar bola mata malas. Adiknya yang satu ini berbeda dengan yang lainnya.


"Baiklah aku akan bersiap. kali ini aku juga akan meminta nomor Noona yang menyelamatkan handphone ku"


gumamnya seraya berlalu. sebelum Yeonjun melemparinya dengan bantal.


###


Autumn mengaduk-aduk isi gelas di hadapannya. menunggu sang empunya handphone datang.


ia juga sudah memberi tahu jika ia mengenakan Hoodie biru dan celana jins biru.


harusnya tidak sulit karena di sekeliling nya hanya ia yang mengenakan pakaian seperti itu.


"hai Noona..." Hueningkai menyapa ramah.


"Kai? apa yang kau lakukan di sini?"


"tentu saja menjemput handphone ku" ia memamerkan sederet gigi putihnya tanpa dosa.


"ternyata kau"


"aku juga tak menyangka jika itu Noona."


detik berikutnya mereka sudah terlibat percakapan yang seru. sesekali tertawa.


"apa yang penting dari handphone mu? apa di sana banyak menyimpan jadwal konser mu? atau tugas dari dosen?"


Hueningkai tertawa.


"untuk apa aku susah-susah mengambil handphone ku jika isinya hanya itu"


"lalu?"


"tentu saja karena di sini ada nomor telepon seseorang yang penting untuk ku"


"oh ya? siapa? kau punya pacar? kenapa tidak beri tahu aku?"


"pertanyaannya banyak sekali...😅"


"😁"


"apa Noona sangat ingin tahu?"


"tidak juga. Aku tak begitu tertarik dengan kisah cinta anak kecil seperti mu" Autumn mengetuk jidat Hueningkai dengan ujung sendok. tertawa.


"tapi kan usia kita hanya terpaut 1tahun"


"kau benar"


"aku tidak terima Noona menganggap ku anak kecil"


Autumn tertawa kecil.


"kalau begitu jangan panggil aku Noona. panggil saja Autumn. bukankah kau memanggil Winter seperti itu?"


"ah ya... noo,eh, kau benar juga 😅" Hueningkai meralat ucapannya.


keduanya tertawa lagi.


Hari yang cukup baik.


 


\#\#\#


 


beberapa waktu lalu. Miss Liana menyuruhnya membantu Venus mengerjakan soal biologi. karena kali ini nilai gadis itu berada di bawah rata-rata. Gadis itu terlalu fokus pada bandnya. Maklum saja. Mereka akan segera debut.


dan itu mempengaruhi waktu belajarnya.


"Ah~ aku lelah... bisakah aku mengerjakannya besok?"


Venus meletakkan kepalanya begitu saja di atas meja di perpustakaan.


"kau kan tahu jika miss.Liana tak akan mengizinkanmu pulang jika tugas mu belum selesai"


"tapi aku tidak bisa mengerjakannya jika kau yang mengajariku"


Venus memainkan pena di tangannya. menarik napas pelan.


Dengan terpaksa kembali melanjutkan mengerjakan tugas yang sempat tertunda.


Soobin mengambil tempat duduk di samping Venus. Mendekat.


"ini bukan seperti itu rumusnya" Soobin mengambil alih pena dari tangan Venus. memberi contoh di kertas kosong.


"Aish! kau membuatku tidak bisa bernafas dengan baik"


Venus menggerutu.


Soobin tertawa.


"kalau begitu biarkan aku membantu mu bernafas" Ia kembali duduk.


"Aish! jangan bercanda lagi. aku lelah ingin segera pulang"


"kalau begitu cepat kerjakan" "ah yang ini bukan seperti ini" Soobin mengambil sebuah pena.


menjelaskan secara perlahan beberapa rumus yang menurutnya paling mudah.


Tapi alih-alih memperhatikan penjelasan Soobin. Venus malah memperhatikan indahnya pahatan sang pencipta.


ia beruntung bisa menyaksikan salah satu dari keajaiban dunia.😍


"bagaimana apa kamu mengerti?"


Soobin jelas mendapati Venus sedang terdiam dengan pikirannya yang sedang bernostalgia.


Soobin tersenyum.


baru kali ini ia menemukan gadis semenakjubkan Venus.


di antara miliaran manusia.


entah bagaimana caranya hanya gadis ini yang mampu membuat ia bungkam dengan jantung yang tak berhenti berdetak kencang.


she is amazing!


"apa kau sudah puas menatap wajahku?" tawa Soobin terdengar sopan memasuki telinga.


Venus tanpa malu mengangguk.


menurutnya ini adalah hal yang wajar.


justru tidak wajar jika tak ada yang bertingkah seperti dirinya di depan manusia blasteran malaikat seperti ini.


"ya! jangan melihatku seperti itu" Soobin malah terlihat salah tingkah.


"aku heran. kenapa tuhan menciptakan makhluk setengah malaikat seperti mu untuk bertemu dengan ku?"


Soobin menyentil dahi Venus pelan.


"tidakkah kau berfikir. jika malaikat dan bidadari memang di takdirkan bertemu?"


kali ini Venus tertawa. wajah konyolnya menghilang.


"yeah... mungkin kau benar" tangannya kembali mengambil pena.


mengerjakan soal yang tinggal beberapa.


setengah jam berlalu lagi.


kali ini Venus mengerjakan semua soalnya dengan benar.


Dan akhirnya ia bisa pulang setelah lima jam berada di perpustakaan bersama Soobin.


itu hampir saja membuatnya lupa akan kenyataan bahwa dia masih berada di bumi.


\#\#\#


Ma Angelo


apakah benar jika tuhan menciptakan mu untuk bertemu dengan ku?


Daebakk!


jika iya mungkin aku tak akan bisa berhenti berteriak di kamar dan membuat yang lainnya marah 😂


Andai saja memang iya.


bisakah kamu hanya menjadi milikku seorang?


akankah kamu memilihku dari sekian banyak gadis yang mendambakan mu?


woahh! membayangkannya saja membuat dadaku dihantui kelinci.


Apa ini?! jantung ku tak bisa berhenti melompat-lompat.


OMG! eottoke?


ma Angelo! kau harus bertanggung jawab!


mana boleh hanya aku yang seperti ini?


for Ma Angelo ❤️


from Venus ☄️