
~suara mu cukup buat aku terpaku. Menyadari betapa indahnya Tuhan menciptakan mu . Dan betapa bahagianya aku jika 'kau dan aku' bisa menjadi 'kita'~
-Yeonjun-
Kelas ramai. Dosen baru saja pergi setelah menjelaskan beberapa materi.
Waktunya makan siang.
"Apa kau akan ikut bersama kami Kyan?" Beomgyu bertanya ramah.
Kebetulan usia mereka tak terpaut terlalu jauh.
Usianya sama seperti Yeonjun.
"Ayolah Noona... Kenapa kau tampak sibuk sekali?"
Kali ini Hueningkai menatapnya memohon.
"Itu bisa kau kerjakan nanti Ky."
Sea menimpali.
Kyan sudah menceritakan semuanya pada Sea dan choco. Ini adalah hari keduanya menyalin tugas untuk Suga.
"Jangan membuat yang lain menunggu"
Suga baru saja melewatinya sambil bergumam pelan.
Baiklah... Aku akan ikut kalian...
Kyan beranjak.
"Kalau begitu. Aku pamit. Aku tidak akan ikut kalian. Masih ada tugas di ruang musik"
Flash tersenyum.melambai. Dan bergegas pergi.
J-Hope menyikut lengan Yeonjun.
"Ada apa Hyung?"
"Bukannya kau ada perlu di ruang musik? Kenapa tak sekalian saja?"
"Ah iya! Aku lupa"
Yeonjun menepuk jidatnya.
"Kalau begitu aku juga pamit. Kebetulan aku tak tahu di mana ruang musiknya. Aku akan menyusul flash"
Yeonjun kabur secepat kilat.
Yang lain tertawa kecil. Melanjutkan tujuan mereka ke kantin.
###
Yeonjun menepuk bahu Flash. Membuat gadis itu hampir menjatuhkan gitarnya.
"Aish! Kau ini!"
Flash memukul pelan lengan Yeonjun. Tertawa.
"Aku juga ada perlu di ruang musik. Jadi menyusul mu"
Flash hanya mengangkat bahunya.
"Kajja(ayo) kalau begitu"
Flash membuka pintu. Kelas tampak sepi.
"Apa yang kau cari? Biar aku bantu."
"Wah terima kasih banyak. Sebenarnya kemarin Jimin oppa lupa meletakkan kertas berisi lagu di atas meja."
"Ooo...kalau itu biasanya di simpan di sini"
Flash melangkah mendekati lemari kayu di pojok ruangan. Membuka salah satu lacinya.
Yeonjun yang sibuk mencari kertas di atas meja juga beranjak mendekati Flash. Membiarkan handphone yang sejak tadi ia pegang tergelatak di sana.
"Ternyata univ banyak menyimpan buku lagu dan kamus berbagai bahasa di sini. Ku kira mereka meletakkan nya di perpustakaan."
Ia berdiri tepat di belakang Flash yang masih sibuk mencari.
"Seharusnya kamus itu berada di perpustakaan. Tapi biasanya para mahasiswa lupa menyimpan nya kembali." Jelas Flash singkat.
Yeonjun mengangguk. Ia sedikit membungkuk memperhatikan kertas yang sepertinya sengaja di tempel di dinding dalam lemari. Catatan sebuah lagu.
Flash tersenyum senang menatap kertas di tangannya. Ini kertas yang Yeonjun cari.
"Yeonjun ini kertasnya"
Sebelah tangan Flash sibuk merapikan kembali tumpukan buku.
"Hmm..."
Keduanya menoleh bersamaan.
Menciptakan jarak yang tipis karena Yeonjun masih membungkuk.
Beruntung kertas di tangan Flash menjadi penghalang mereka.
"A...mian"
Segera Flash menjauh. Begitu juga Yeonjun. Tapi kepalanya sempat mengenai ujung lemari.
"Aduh.." ia meringis pelan.
"A...apa kau baik-baik saja?"
Reflex tangannya hendak menyentuh kepala Yeonjun. Sebelum itu terjadi cepat ia tarik kembali.
Pipinya memanas.
Aduh gawat...jantung ku berdetak terlalu cepat... Bagaimana ini? Aku tak ingin dia tau jika aku juga salah satu penggemar nya...
"Bagaimana dengan mu. Apa kau baik-baik saja?" Yeonjun balik bertanya.
"Aku baik-baik saja"
Cepat-cepat Flash membalikan tubuhnya menghadap Yeonjun. Tertawa kikuk.
"Gomawo. Aku harus mengantarkannya ke kantin"
"Ia sama-sama. Pergilah. Mungkin saja Jimin oppa menunggu mu."
"Kalau begitu aku duluan"
Yeonjun menggaruk rambutnya yang tak gatal. Salah tingkah.
Seperginya Yeonjun. Flash langsung menduduki salah satu kursi. Menormalkan kembali jantungnya yang berdetak tak karuan.
Tangannya meraih gitar. Mulai memetik senar. Memainkan sebuah nada.
Yeah...menyanyikan sebuah lagu di saat hatinya kacau cukup membuatnya merasa lebih baik.
Toh suara miliknya juga tidak buruk.
Lagu BTS yang berjudul BE YOURSELF meluncur merdu.
Yeonjun urung mengambil handphonenya yang tertinggal.
Ia terdiam mendengarkan Flash bernyanyi hingga selesai.
Suaranya berbanding jauh dengan saat gadis itu berbicara bersama yang lain.
"Yeonjun? Kau sedang apa?"
Flash baru saja keluar dari ruangan. Cukup terkejut melihat Yeonjun berdiri di balik pintu.
"Aish! Kau membuatku kaget saja" cepat-cepat ia menguasai dirinya.
"Hp ku tertinggal di dalam"
Ia tertawa.
Flash tersenyum. Pria ini ternyata cukup lucu juga.
"maksudmu ini?"
Flash menyodorkan hp yang berada di tangannya.
"Ah itu dia..."
Yeonjun baru akan mengambil hpnya saat Flash kembali menarik tangannya.
Flash tersenyum jail.
"Kau pikir aku akan memberikannya begitu saja setelah kau diam-diam mendengarkan ku bernyanyi?"
Yeonjun terdiam sejenak mencerna kata-kata Flash barusan.
"Kalahkan aku dulu. Siapa cepat sampai di kelas. Jika aku menang hp mu aku sita sampai jam pelajaran habis."
Setelah selesai kalimatnya. Ia segera berlari.
"Kau licik!"
Yeonjun bergegas menyusul Flash. Berlari menuju kelas.
###
Seusai makan siang. Sebelum masuk kelas. Choco pamit lebih dulu menuju perpustakaan. Ia harus meminjam buku paket bahasa Indonesia.
Tapi di mana tangga untuk mengambil buku. Sialnya buku itu berada di rak paling atas.
Penjaga perpustakaan juga sedang sibuk mencatat. Ia tak ingin menganggu.
Choco mencoba berdiri lebih tinggi. Berjinjit.
Sedikit lagi ayolah...
Tepat ketika choco mengambil buku yang ia cari, ia jatuh terduduk.
"Aduh..."
Choco meringis memegangi kakinya. Sepertinya terkilir.
"Hei! Ada apa dengan mu? Apa kau baik-baik saja?"
V menghampiri choco. Membantunya berdiri.
"Kakiku sakit sekali"
V menghela nafas. Ia tahu Choco terkilir. Setidaknya ia harus membawa gadis itu ke kursi.
"Aduduh...apa kau tidak bisa lebih lembut sedikit?"
"Merepotkan?! Memang apa yang sedang kau lakukan hingga terkilir seperti ini?"
"Mengambil buku"
"Memangnya tidak ada tangga? Sampai kau harus berjinjit?"
"Aku tidak menemukan nya"
"Harusnya kau bertanya!"
Terakhir V mengoleskan sedikit minyak angin ke kakinya.
"Apa kau tidak bisa berhenti mengomel? Kan bukan aku yang ingin jatuh"
Choco memajukan bibirnya beberapa senti. Kebiasaanya saat sedang kesal.
V menutup mulutnya menahan tawa. Pipi tembem Choco terlihat mengemaskan.
Kening Choco bertaut. Apa-apaan pria ini? Kenapa malah menertawakannya?
" Sudahlah. Kita harus kembali ke kelas. Setelah ini aku ada kelas modelling."
Choco bangkit.
"Aduh duh..." Ia kembali terduduk.
"Bodoh!"
V tertawa lagi. Lalu mengulurkan tangannya.
"Sini aku bantu"
Choco menatap tangan itu sejenak. Kemudian menyambutnya.
Sukses! Kau benar-benar sukses membuat aku terbang Kim taehyung!
Keduanya berjalan berdampingan. Membuat beberapa mahasiswa melirik mereka iri.
"Apa kau senang mereka membicarakan mu?"
V bertanya dengan suara pelan. Ia bisa melihat pipi gadis ini merona.
"Jangan membual!"
Choco menjawab cepat.
Ia memalingkan wajahnya. Jelas sekali ia merasakan jika wajahnya memanas.
###
"Wow wajah mu tampak merona choco. Apa yang terjadi?" Kyan bertanya. mengerling nakal.
" membual! apa yang kau lihat?"
Choco hampir menimpuk Kyan dengan buku di tangannya.
"Baiklah... Aku takkan bertanya lagi sekarang😜"
pelajaran terus berlanjut setelah makan siang.
jangan lupa komen,like and vote yaaa gaes,,
sampai ketemu di chapter selanjutnya😘😘😘