Een Bewaker

Een Bewaker
Chapter 3



Crisant berhenti sebentar saat melewati lapangan basket. Beberapa pria saling berebut bola. Bertaruh siapa yang bisa memasukan bola ke dalam keranjang.


Peraturannya hanya gampang sekali. Siapapun yang dapat skor tertinggi akan jadi pemenangnya.


Ternyata masalahnya tidak segampang itu. Diantara mereka ada JB. Salah satu personil GOT7.


Pria yang sampai sekarang belum meninggalkan hatinya. Hampir satu tahun mereka pacaran dan JB selalu berlaku baik layaknya seorang malaikat. Bahkan mereka mendapat julukan best couple.


Tapi siapa juga yang akan menyangka jika JB akan mengkhianatinya?


Diam-diam ia membututi JB dan menemukan pria itu bersama gadis lain. Tertawa. Sangat akrab.


Hari itu juga ia memutuskan hubungannya dengan JB. Meninggalkannya.


Yeah...dia mengakui jika sampai detik ini ia tak bisa melupakan pria itu dan perasaan untuknya.


Itu...terlalu sulit.


hatinya berkata lain dengan apa yang dia ucapkan. Terlambat baginya untuk menyesali itu.


'Bugh' bola basket yang baru saja jatuh,batal mengenai Crisant.


"Aish! Apa kalian tidak bisa hati-hati?! Bagaimana jika tidak ada aku? Gadis ini akan terluka!"


Pria di hadapannya mengomel begitu seseorang datang untuk mengambil bola.


Suaranya cukup familiar.


"Beomgyu?"


Crisant menatap Beomgyu dan pria itu bergantian.


"JB?"


"Sorry"


Dengan entengnya JB mengucapkan kata itu dan pergi setelah melirik acuh pada Crisant. Seolah ia tak pernah mengenal gadis itu.


Yeah...tentu saja...tentu saja bagi JB, Crisant bukan siapa-siapa.


"Dasar menyebalkan! Ayo kita pergi dari sini!"


Beomgyu menarik tangan Crisant begitu saja. Membawanya pergi.


                        ###


"Bagaimana perasaanmu? Apa kau baik-baik saja?"


Crisant meneguk lagi minumannya.


Ayolah Crisant... Beomgyu tak tahu apa-apa tentangmu. Kau tak boleh menjadikannya pelampiasan... Kau pasti bisa melupakan 'pria' itu...


Crisant berusaha tersenyum.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih telah menyelamatkan ku"


Crisant beranjak.


"Aku harus pergi"


Akhirnya ia pergi meninggalkan Beomgyu sendiri.


Ia tahu ia takkan bisa mengontrol emosinya jika Beomgyu terus bertanya.


Hari itu saja entah berapa banyak luka di tangannya karena menonjok tembok dengan perasaan tak stabil. Jika Cherry tak menghentikannya mungkin tangannya akan terluka lebih parah lagi.


Beomgyu tersenyum penuh arti.


Ternyata gadis itu menyembunyikan sesuatu darinya.


Ok! Itu takkan jadi masalah.


Cepat atau lambat ia akan menceritakan masalahnya pada Beomgyu.


Hanya saja ia tak menyangka bisa melihat sisi lain gadis itu secepat ini.


Tak terasa ia dan yang lainnya sudah satu bulan menempati sekolah ini. Dan selama itu ia hanya melihat Crisant yang acuh dan tidak banyak berbicara.


                        ###


"Bukan begitu. Tapi seperti ini"


RM mengulangi lagi cara dia nge-rap.


"Ah aku mengerti!"


Cherry tertawa senang. Sejak dulu ia suka sekali memperhatikan RM nge-rap lewat MV. Dan berkali-kali ia mempelajarinya. Tapi hasilnya tetap tak seperti yang ia harapkan. Kali ini ia justru mendapatkan apa yang dia inginkan.


Crisant melempar tas kecilnya ke samping Cherry. Moodnya sedang buruk sekarang. Dan untungnya mereka kini sedang berada di ruang olahraga.


Crisant meninju bantalan tinju sekuat tenaga.


Membuat Cherry dan RM terdiam bingung.


"Ada apa dengan mu?"


RM bertanya heran. Berniat menghampiri.


Cherry segera menahannya. Menggeleng pelan. Jika ia tak salah mengira mesti ini berhubungan dengan JB.


"Biarkan dia sendiri"


Gumam Cherry.


"Percuma kau memukul semua benda Cris. Kau tak bisa mengubah apapun. JB takkan berbalik dan kembali bersamamu. Crystal bersamanya. Gadis itu bisa dengan mudah memiliki apa yang dia mau.


Kau sudah tahu ini bukan? Untuk apalagi kau mengharapkannya?"


Crisant menunduk. Berusaha sekuat mungkin agar air matanya tak jatuh.


Baik...aku berjanji jika ini adalah terakhir kalinya aku seperti ini...


Crisant mengusap air mata nya dengan kasar.


Cherry beranjak.


"Kau pasti bisa. Ada orang lain di luar sana yang menanti dirimu melihatnya"


"Bukankah kau ada jadwal pemotretan? Sebaiknya kau siap-siap sebelum terlambat"


Cherry tersenyum tulus.


"Ah!aku lupa!"


Crisant cepat-cepat mengambil tas nya. Berlalu.


"Apa benar secepat itu dia baik-baik saja?"


Pertanyaan RM di jawab tawa oleh Cherry.


"Menurutmu?"


"Dia salah satu temanku yang punya kepribadian unik"


Jawab Cherry lagi. Ia tersenyum menatap punggung Crisant yang semakin jauh.


Di saat bersamaan Cherry tak menyadari jika seseorang juga tersenyum menatapnya.


Senyum yang tulus.


 "Mmm... Apa ada yang salah dengan wajah ku?"


Salah satu alis Cherry terangkat naik. Ia bertanya sekaligus heran mengapa RM menatapnya sambil tersenyum?


"tu es belle ( kau cantik )"


"Apa?" Cherry bertanya lagi.


kata-kata RM barusan terdengar sedikit asing.


"Tak ada apa-apa. Ayo kita kembali" RM bangkit.


Berbalik dan mengulurkan tangannya.


Cherry menyambut uluran itu. Tapi sungguh. Ia tak tahu jika benang Dewi cinta sudah mengikat mereka.


                        ###


"Ada apa dengan mu Crisant? tanganmu terluka" Autumn menyapa Crisant di ruang makeup.


Majalah universitas meminta mereka melakukan pemotretan bersama.


"gwenchana (tidak apa-apa) -aw..." ia meringis.


Red sebagai makeup artist mengobati lebih dulu luka di tangan Crisant.


membalutnya dengan hati-hati


"lain kali kau tidak boleh terluka lagi seperti ini Crish. kau seorang model"


"Aku tahu Red. Tapi suasana hati ku sepertinya sedang kacau"


"apa kau bertemu dengan JB hari ini?" Autumn menebak.


dan pertanyaannya di jawab tarikan nafas berat dari Crisant.


"aku mengerti perasaan mu Crish. Beruntung aku yang menjadi makeup artist untuk mu kali ini. jadi kau bisa merahasiakannya dari menager"


"yeah... terima kasih Red"


Red mengangguk sebagai balasan.


Autumn dan Crisant sudah selesai di make up. tinggal menunggu di tempat yang sudah di sediakan.


Red melihat notifikasi yang masuk di handphone nya.


Pesan Twitter?


Heseok_jung: Aku menunggu mu di taman bermain malam ini 😉


\*Heseok? kau... baiklah😅


Heseok_jung: sampai jumpa😘


Red diam-diam tersenyum. Teman nya yang satu ini tidak pernah berubah.


Baiklah... karena dia adalah teman yang baik. Tentu saja ia akan datang.


###


*DearHope...


Bagaimana bisa aku menolak mu saat kau mengajak ku pergi?


kau adalah teman pertama ku.


kau yang ajarkan aku indahnya dunia bersamamu.


walaupun...mungkin saja kau lupa bagaimana dulu kau pernah menyakiti ku.


sungguh...aku menyesal tak pernah mendengarkan penjelasan mu atau alasan kau melakukan itu. aku juga menyesal tak pernah memberi tahu mu apa yang ku sembunyikan dari mu selama kau mengenalku.


tapi kini. kurasa Tuhan ingin agar aku menebus semuanya.


bertemu kembali dengan mu adalah anugrah terindah untukku.


apapun yang terjadi. sebelum kau pergi lagi. aku akan mengatakan semuanya pada mu.


ku harap kau takkan membenci ku.


Red170617*


Red menutup aplikasi Diary di handphone nya. tersenyum samar sebelum mengambil tas dan pergi.


###



thanks gaes dah baca Ampe chapter 3,, jangan lupa coment,like and votenya yaaa


sampai ketemu di chapter selanjutnya 😘😘😘