
~I want to get to know you,better what you are hiding,and know more about you ~
_minyongi_
Kyan sampai di kelas dengan nafas terengah. Di susul seseorang yang juga sampai dengan keadaan yang sama.
Choco menatap keduanya dengan dahi berkerut.
"Kau lari cepat sekali Kyan-ya!"
Cherry menjatuhkan tubuhnya di kursi. Ia lelah mengejar sahabatnya yang tahu-tahu lari begitu saja.
"Sebenarnya ada apa Kyan-ya?"
Choco akhirnya bertanya.
Rambut panjangnya yang di kuncir dua ikut bergerak seiring dengan dia menoleh.
"Apa kau membuat kekacauan lagi?"
Kini autumn juga ikut bertanya. Jelas sekali jika ini bukan kekacauan pertamanya.
"Aku baru saja menabrak Suga-oppa"
akhirnya Kyan menjawab setelah nafasnya sedikit lebih teratur.
"Ya. Aku juga melihatnya. Tapi begitu ku dekati kau malah lari. Dasar bodoh!"
Cherry mengumpat.
"Mengapa tidak ada yang memberitahuku jika mereka akan datang hari ini... Aku malu sekali..."
Kyan menangkupkan ke dua tangannya ke wajah.
Venus tertawa kecil. Jelas sekali kemarin kelas ribut soal ini. Tapi Kyan bisa-bisanya tidak peduli.
Sea hanya menggeleng pelan melihat tingkah temannya yang satu ini.
"Ku kira kau semakin bodoh"
Crisant berkomentar. Matanya masih fokus pada buku yang terbuka lebar di hadapannya. Seolah tak peduli. Namun sejak tadi ia juga mendengarkan percakapan yang lainnya.
"Hai semua!"
Flash datang dengan wajah cerianya.
Tangan kanannya membawa gitar. Sedang tangan kirinya membawa beberapa buku pelajaran. Selalu seperti biasanya. Dia takkan meninggalkan gitar nya sendiri.
"Aduh kalian berisik sekali!"
Winter saudara kembar autumn mulai mengomel. Tidurnya pagi ini terganggu. Sejak tadi Cherry bergumam tak jelas.
"Bangun adik jelek. Oppa-mu sudah tiba" Autumn berbisik pelan.
Ia tahu betul jika Winter adalah fans berat Beomgyu dan Jungkook.
Winter seketika membuka matanya lebar-lebar.
"Benarkah?!"
Rasa kantuknya hilang.
"Mau kemana bodoh?!"
Kali ini tangan Crisant cepat memegang baju Winter sebelum gadis itu beranjak pergi dan mempermalukan dirinya sendiri.
Yang lain tertawa melihat kejadian itu. Winter tentu saja protes. Ini kesempatan langka baginya.
"Jangan halangi aku eonni. Kali ini saja. Please!"
Winter cepat-cepat melepaskan tangan Crisant dari bajunya. Melompati meja dan bergegas pergi.
Baru saja tiba di ambang pintu. Ia menabrak dada bidang seseorang.
Jungkook oppa. OMG!
Semua yang tersisa di kelas kini menatap lurus kearah pintu. Di sampingnya Red segera menyingkir. Menghindari Winter yang hampir saja menabraknya.
"Oow...ini gawat"
Cherry bergumam pelan.
Kyan menepuk jidatnya. Ternyata tak hanya dia yang ceroboh pagi ini.
"Apa kau baik-baik saja?"
Suara Jungkook sama sekali tak bisa mengembalikan Winter ke keadaan normal. Gadis itu sudah sempurna terpesona menatap Jungkook. Cepat-cepat Autumn menghampiri mereka. Menarik tangan adik kembarnya agar tak menghalangi mereka untuk masuk.
"Mian... Maafkan kelakuan adikku"
Jungkook tersenyum.
"Haha..tak apa. Santai saja"
Pipi Winter tampak merona.
"Baiklah. Ini kelas kalian. Dan juga kelasku tentunya."
"Wah terimakasih banyak kalau begitu. Kau sangat membantu."
J-Hope oppa bersuara.
Tersenyum riang.
"Sama-sama. Tak usah sungkan begitu. Bagaimanapun juga kau teman ku"
Satu persatu dari mereka mulai memasuki kelas. Menempati kursi kosong yang tersisa.
Red memperkenalkan yang lainnya. Ia pernah satu sekolah dengan J-Hope.
" Yang tadi menabrak Jungkook adalah Winter dan Autumn. Mereka berdua kembar.
"Pantas saja mirip" seperti biasa Hueningkai berkomentar.
Autumn dan Winter menyapa sesaat.
Lalu mereka saling menyapa satu persatu.
Kyan sedikit kikuk saat matanya bertemu dengan Suga.
Di tambah Suga lah yang akan menempati kursi kosong di sampingnya.
"Mian... karena tadi pagi menabrak mu" Kyan bergumam pelan.
Kelas kebetulan kosong karena tiba-tiba saja ada rapat mendadak.
Yang lain asik berkenalan sementara Red pergi karena ada urusan.
Sedangkan Suga dan dia hanya duduk dan berada di kursinya. Diam menatap keseruan yang lain.
Suga Menoleh sekilas saat Kyan bergumam pelan di sampingnya.
"Aku sudah memaafkan mu"
"Tapi aku punya satu syarat"
Alis Kyan bertaut. Syarat?
Kali ini Suga juga sudah memposisikan duduknya agar lebih baik.
Matanya menatap lurus pada Kyan.
"Aku ingin kau mencatat semua penjelasan dosen selama seminggu ini"
"Bagaimana mungkin?"
Dengan polosnya ia bertanya. Setengah terkejut. Satu Minggu juga bukan waktu yang sebentar. Bagaimana bisa Suga memberi syarat seperti itu di saat mereka justru baru saja kenal.
Tentu. Tentu saja ia tau jika biasnya ini kelewat SWAG. Tapi satu Minggu. Apa tidak apa-apa?
"Apa kurang jelas?"
"A...tapi.."
"Hufft...ok. Akan aku kerjakan. Anggap saja salam perkenalan."
Kyan membuang nafasnya kasar.
Ia tak tahu jika idolanya ini juga kejam.
###
*Deardays... 12-05-17
Banyak sekali yang terjadi hari ini.
seperti biasa... aku tetap saja ceroboh. Tak ada yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
kecuali...
Hari ini aku bertemu 'dia'. bukan... bukan Felix. Si bodoh itu jangan kau tanya lagi. Dia selalu ada di manapun aku berdiri. Tapi yeah...itu adalah dia. Aku tak keberatan dengan adanya dia di mana pun aku berada.
'Dia' yang ini tentu saja berbeda.
aku hanya selalu bertemu dengannya dalam mimpi. Tidak! bahkan aku tidak pernah berharap mimpi itu jadi nyata. aku cukup puas dengan hadirnya dia di mimpi ku.
Nyatanya dia memang tak seperti yang banyak orang lihat di majalah atau situs-situs keren lainnya yang selalu tampak bahagia.
satu fakta tentang nya yang tidak salah.
Dia dingin. terlalu terang-terangan mengungkap kelemahan orang lain. Dan dia juga memerintah padaku. bayangkan!
yeah... aku akui, aku juga yang duluan mencari perkara dengannya.
aku menabraknya di depan para siswa di hari pertama dia masuk. Mungkin dia malu. Tapi kan seharusnya aku yang malu! kenapa juga dia marah pada ku. dan melampiaskannya di kelas.
oke. Bahkan secara kebetulan aku juga sebangku dengannya di kelas musik.
entah ini keajaiban atau kutukan. aku juga tak bisa bersyukur sepenuhnya jika bertemu dia dengan cara seperti ini.
aku masih harus bertemu dengannya setiap hari. dan menyalin untuknya setiap kelas musik mencatat sesuatu yang penting. Se-malas itu kah dia?! bukankah dia bahkan lebih pintar dari ku? menghadiri acara musik di seantero dunia.
oh my God! aku harus bagaimana dalam bersikap?
ku mohon tolong aku... aku harap besok akan terjadi keajaiban.
Sebenarnya di atas semua itu aku tetap bahagia melihat sahabat ku bahagia bisa bertemu dengan idol mereka tanpa harus pergi ke konser dan mengeluarkan banyak uang.
maklum saja... kami bukan dari kalangan orang kaya,. hanya bermodalkan kuota untuk mendukung idol yang kami sukai...
datangnya mereka tentu saja bagaikan durian runtuh. Beruntung Red adalah teman SMP J-Hope oppa.
ah~mungkin sekian untuk hari ini. aku harus menyalin catatan untuknya.
semoga besok akan lebih baik lagi~
k★
jangan lupa vote,komen,like and share ya gaesss...