
" kamu tahu?"
"...."
" Cara melupakan yang terbaik adalah dengan menerima. Karena kamu takkan bisa melupakan jika tidak bisa menerima"
"..."
–Beomgyu
Winter tertawa kecil. terang-terangan memperhatikan Jungkook yang serius sekali Bermain game online di ponselnya.
Bahkan pria itu juga memainkannya di saat yang lain sedang berlatih.
Tentu. Tentu saja ia tahu kebiasaan biasnya.
Tapi bukankah semuanya juga tahu jika melihatnya secara langsung seperti ini juga merupakan sebuah anugrah terindah yang banyak orang impikan.
Toh tak ada privasi tertulis yang melarangnya melakukan hal ini.
kesempatan ketika semua bodyguard sewaan big hit entertainment yang menjaga para member kesayangan tak di perbolehkan masuk kelas. tunggu! kelas? mereka bahkan sedang berada di taman belakang Univ.
Yeah... karena kejadian heboh beberapa hari lalu membuat big hit entertainment lebih berhati-hati menjaga permata mereka.
meskipun beberapa kali jin oppa dan yang lainnya juga mengeluh risih tetap saja tak ada yang bisa mereka lakukan.
Ah... ya ternyata menjadi terkenal sangat tidak mudah untung saja ia tak pernah berniat untuk menjadi terkenal. Ia hanya ingin mendalami bakatnya saja dalam membuat desain baju.
" ump... apa ada yang salah dengan wajah ku?"
Jungkook menggoyangkan tangannya di depan wajah Winter.
"ah! Ani(tidak) maaf mengganggu mu bermain" Winter tersipu.
Ini dia sisi yang tidak bisa di tebak. Ia bisa tiba-tiba menjadi begitu pemalu. Reflex dari seorang Winter.
"Tak apa tak ada yang merasa terganggu. Aku baik-baik saja. Apa kau sedang menggambar?"
sekedar informasi. Mereka sedang berada di taman kecil di belakang Univ.
"iya. aku sedang mendesain sebuah baju"
"Boleh aku melihatnya?"
Winter mengangguk. menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Jungkook.
"cukup bagus. Tapi seharusnya warna ini di padukan dengan warna gelap agar terlihat menarik."
Jungkook mengambil sketsa gambar di tangannya dan mulai mewarnai. Wajah seriusnya benar-benar bisa membius banyak wanita.
"Wah betul juga"
"Ah tapii... bukannya kau harus masuk kelas? di mana penjaga mu? apa mereka tidak mencari mu?" Winter tersadar.
"Tenang saja. Aku tidak hanya tampan. tapi juga pintar" Ia menampakkan gigi kelinci nya. Tertawa.
"Uh... kau juga narsis." Winter balas tertawa.
"Ah! kau benar"
'ping!' sebuah notifikasi masuk ke ponsel Winter. Pesan dari Autumn.
**Autumn: kau sedang berada di mana? miss.angeline mencari mu bodoh!
Winter: aku sedang bersama pangeran kelinci ku. bisakah kau mewakili aku dan berikan alasan terbaik mu? please...😚😚😚
Autumn: ya ampun... Baiklah kali ini saja.
Winter: terima kasih kakak ku yang baik 💞💞💞**
"Apa mereka mencari mu?"
kali ini Jungkook yang bertanya.
" Ani(tidak) itu kakak ku... dia bertanya tentang peralatannya pada ku"
Jungkook mengangguk paham.
Langit tampak indah tanpa awan. warna birunya mempesona.
burung-burung berkicau merdu. Angin berhembus pelan membelai rambut panjang Winter.
percakapan mereka terus berlanjut hingga beberapa menit ke depan.
###
Crisant mengacak lemarinya. mencari baju yang cocok. Autumn terdiam di buatnya. Choco yang sedang berkunjung ke kamar merekapun berhenti memainkan game di ponselnya. memperhatikan kelakuan aneh Crisant malam ini.
Sejak Crisant memutuskan hubungan dengan JB ia tak pernah peduli lagi dengan apapun yang dia pakai. menjadi dirinya sendiri.
"Apa yang kau cari Crish? Kau yakin akan merapihkan kembali lemari mu?"
"Aku mencari syal pemberian 'Dia' "
"what? jadi dia sudah meninggalkan Tante tua itu dan memilih bersama mu?" Choco pertama kali merespon.
"Apa kau akan pergi dengannya malam ini?"
"Tentu saja tidak. Aku akan membuangnya ke tepi sungai Han malam ini"
"jadi itu berarti kau sudah baik-baik saja?"
Autumn Bertanya. melipat kembali beberapa pakaian Crisant yang jatuh di dekatnya.
"tentu saja. nah ini dia!"
Crisant tersenyum. Ia mengambil tasnya. melambai sebelum pergi.
Crisant pergi. Ia cukup yakin dengan keputusannya. ia harus bangun. Masih banyak yang harus ia perjuangkan.
"Apa ada yang tahu apa yang terjadi dengan Crisant?"
Cherry memasukan kepalanya ke celah pintu kamar yang terbuka. pertanyaannya hanya mendapat gelengan kecil dari Autumn dan Choco.
mereka berharap ini adalah kabar baik setelah sekian lama Crisant terluka.
###
Tepi sungai Han tak pernah sepi dari pengunjung.
sejuknya angin malam mendukung mereka untuk menikmati indahnya bintang.
setengah tahun yang lalu ia pernah kesini bersama JB.
menatap indahnya bintang sambil menguntai harap. Mengukir janji dengan langit sebagai saksi.
Tapi kini semua berakhir. Tak ada yang tersisa. tak ada yang perlu di sesali.
Kini ia datang untuk membuang semua kenangan itu.
melupakannya. mengubur dalam-dalam ingatan indah yang pernah terjadi.
Toh pria itu sudah bahagia dengan apa yang dia miliki saat ini.
Ia juga harus bahagia dan menikmati apa yang dia punya. Bersyukur dengan apa yang dia miliki.
Crisant meletakkan kotak itu di atas air sungai yang mengalir deras. Hendak melepaskannya. melupakan semua yang pernah terjadi.
Tapi sebuah tangan menahannya.
menggenggam erat tangan nya. agar ia tak melepaskan kotak itu.
menatap lekat-lekat iris mata Crisant yang berwarna biru.
"apa yang kau lakukan?!"
" apa kau baik-baik saja?"
pria itu malah tersenyum hangat. Mengambil alih kotak di tangan Crisant.
"yang ku lakukan sekarang bukan urusanmu Beomgyu. Berikan kotaknya pada ku"
"Tapi kotak ini berurusan dengan ku."
jawabnya enteng.
"kenapa selalu saja kamu yang menggangguku?"
Crisant tak lagi menyembunyikan siapa dia. inotasi suaranya meninggi.
" apa aku mengganggumu? aku hanya ingin membantu"
"Tapi ini bukan urusanmu... jadi kumohon berikan kotak itu padaku"
" Tidak semua melupakan adalah cara terbaik untuk menerima. kau tidak bisa membuangnya begitu saja"
Crisant terdiam.
"apa yang kau tahu? kau tidak mengerti apapun!" Crisant sudah mencapai batasnya.
Air matanya jatuh Begitu saja.
tunggu! kenapa aku menangis?
"aish! sial air mata ku tak mau berhenti!" Crisant mengusap dengan kasar air mata di wajahnya.
Tau-tau saja ia sudah berada dalam dekapan Beomgyu.
kali ini tak ada perlawanan. ia akui ia butuh seseorang sekarang.
" menangislah. aku bisa menyembunyikan mu sementara"
Beomgyu mengusap pelan bahu Crisant. menenangkannya.
a few seconds later...
"terimakasih" Crisant menerima sebotol softdrink dari Beomgyu.
"apa kau sudah merasa lebih baik?"
Crisant mengangguk.
"kau ternyata jelek jika menangis"
Crisant reflex memukul pelan lengan Beomgyu. keduanya tertawa.
kini ia merasa lebih baik dari sebelumnya. tanpa membuang apapun yang berhubungan dengan JB.
ia mengerti apa maksud itu menerima tanpa melupakan.
"hei... tapi lain kali kau bisa mencari ku jika kau butuh bahu untuk menangis" Beomgyu bergurau.
"aku tidak akan menangis lagi. Anggap saja kali ini kau beruntung melihat ku menangis" Crisant mencibir.
lagi-lagi keduanya tertawa.
###
wah... thanks banget dah baca Ampe chapter 4,, aku butuh banget coment dari kalian biar ceritanya makin seru lagi...
oya,, jangan lupa like and vote juga yaaaa 😍😍😍