
Didalam Klinik Hewan ~
Kring Kring...
"Siapa disana?" Ucap dokter dari tempat klinik hewan tersebut.
"Ini aku Niro, Pak dokter." Jawab Niro.
"Oh, itu kau nak Niro, apa kau membawa kucing yang kau temukan lagi?" Ucap Dokter tersebut sambil menebak.
"Haha, bagaimana kau tau Pak dokter?"
"Mudah ditebak kalau kau kemari dengan membawa kucing baru lagi." Ucap sang dokter sambil berdiri dari kursi nya.
"Hehe." Jawab Niro dengan tertawa kecil.
"Nah nak Niro, mau kau apakan kucing yang kau bawa itu?" Ucap sang Dokter sambil mengambil kacamata nya.
"Ini pak Dokter aku membawa kucing ini untuk diperiksa keadaan nya." Jawab Niro sambil menunjukkan Karan.
"Letakkan diatas meja itu terlebih dahulu, aku sedang mencari alat alatnya." Ucap sang Dokter.
"Baik pak Dokter."
Niro meletakkan Karan diatas meja tersebut, sedangkan Karan hanya bisa diam sambil melotot ke arah Niro.
Niro merasa bersalah, namun demi kesehatan tubuh Karan yang sekarang adalah tubuh kucing. Dia terpaksa melakukannya.
Sang Dokter tersebut mendapatkan alat alat medisnya dan langsung memeriksa Karan. Tentunya Karan yang baru pertama kali diperiksa tubuhnya didalam tubuh kucing merasa jijik dan ingin membunuhnya.
Saking kesalnya setiap di menengok ke Niro, Karan mengeluarkan aura membunuh yang besar diperlihatkan ke arah Niro. Niro langsung memalingkan wajahnya sambil berkeringat. Sedangkan sang Dokter yang tidak tau apa apa tetap melanjutkan pengecekkan terhadap Karan.
"Darimana kau mendapatkan kucing ini nak Niro?" tanya sang dokter.
"Aku menemukan dia di jalan kecil dekat dengan rumahku, saat kutemukan dia, keadaan nya itu penuh dengan darah diseluruh tubuhnya, karena itu aku melakukan pengecekkan kesini untuk menghindari hal hal yang tidak aku ingin kan." Jawab Niro.
"Kau terlalu baik nak Niro." Ucap sang dokter.
"Hehe, itu tidak apa apa." Jawab Niro.
Sang dokter tersebut melanjutkan pekerjaannya.
"Baik dokter." Ucap Niro.
Niro yang melihat mata Karan, dia seperti berkata "Akan kubunuh kau nanti." karena Niro merasa tidak enak kepada Karan, ia pun cepat cepat ingin pergi keluar.
"Untuk biayanya berapa pak dokter?" Tanya Niro.
"Tidak usah bayar, ini juga sebagai bentuk terimakasih dariku karena kamu sudah sering menolong kucing kucing liar disekitar sini." Jawab sang dokter.
"Beneran tidak apa apa pak dokter?" Tanya Niro.
"Iya iya tidak apa apa." Jawab sang dokter.
Niro langsung menggambil Karan dari atas meja.
"Pak Dokter, aku pamit dulu." Ucap Niro.
"Iya iya nak Niro, tapi dengarkan aku dulu."
"Ada apa pak dokter?" Niro duduk kembali di tempat ia duduk sebelumnya.
"Sudah sudah jangan menyebutku pak Dokter." Ucap sang dokter tersebut.
Niro masih tidak mengerti apa maksud dari perkataan sang dokter tersebut.
"Aku ini sudah tua, kau memanggil ku pak dokter itu tidak mengenakkan, lebih baik panggil aku Paman Nam itu lebih baik, bisa kan nak Niro." Ucap sang dokter tersebut sambil tersenyum ke arah Niro.
"Maaf kan aku kalau begitu, mulai sekarang aku akan memanggil anda Paman Nam." Jawab Niro sambil membungkukkan badannya.
"Haha, tidak apa apa nak Niro, kalau begitu kau segera pulang, ini sudah mulai malam." Ucap sang dokter tersebut.
"Baiklah kalau begitu, selamat tinggal Paman Nam." Ucap Niro sambil keluar dari klinik.
"Hati hati dijalan." Ucap sang dokter tersebut.
"Iya terimakasih sudah diingatkan." Ucap Niro sambil berjalan menjauh.
"Enaknya saat masa muda." Ucap sang dokter tersebut sambil tersenyum.