Edfeet

Edfeet
Episode 1



Disuatu malam hari.


Shhhh ~~~


Whoss ~~~


Shooo ~~~


Suara Angin bertiupan dimalam hari.


"Booom!!!"


Sesuatu jatuh dari langit ~


"Huft"


"Huft"


"Huft"


"Ughhh"


"Sial, tak kusangka bahwa aku, Karan akan berada dalam kondisi yang sangat menyedihkan seperti ini..."


"Huft"


"Hal ini tidak akan terjadi jika para ******** itu tidak menyerangku secara bersamaan seperti itu..."


Tubuhnya penuh dengan luka, dia meneteskan darah yang berasal dari lukanya itu dan dia sudah terlihat kewalahan.


"Hahhh..."


"Sial, Sekarang aku harus bersembunyi dari mereka dan mengembalikan kekuatan ku ini..."


"Jika aku terus berlari, cepat atau lambat pasti mereka akan menemukan ku dan menangkapku..."


"Kalau begitu aku tidak akan bisa mengembalikan kekuatan ku ini."


"Huft"


"Huft"


"Aku harus menemukan cara agar bisa bersembunyi dan menghapus hawa keberadaan ku ini."


"Nyawn..."


Suara kucing yang terganggu tidurnya karena kebisingan yang dibuat Karan.


"Huh... Seekor kucing?"


"Ya, ini seharusnya bisa."


Karan mengepalkan tangannya dengan erat dan telah memutuskan sesuatu.


Dia pun menghampiri kucing tersebut


Dari sudut tempat lain sekitar tempat tadi, tiba tiba ada cahaya menerangi tempat Itu.


-------------------------


Disuatu Toko.


[Makanan Hewan]


[Mainan Hewan]


"Ohh"


"Wooow."


Suara remaja yang terkagum kagum dengan mainan hewan.


"Wahh apakah mainan hewan ini sedang diskon sekarang ini..."


[Melirik kekanan]


"Wahh apakah aku harus membeli mainan itu, tidak tidak aku harus berhemat hari ini."


[Melirik Kekiri]


"Wahh ada mainan hewan terbaru ternyata."


[Melirik ke Bawah]


"Ohh apakah stok ini sudah terjual habis, aku ingin melihat mainannya lagi."


[Melirik ke samping]


"Apa aku harus beli ya?"


"Tidak tidak... Mereka pasti tidak membutuhkan mainan seperti ini lebih baik aku tetap membeli makanan hewan saja."


"Hmmm..."


"Ahh ini, Mainan hewan terbaru edisi terbatas."


Melirik ke tempat Mainan hewan Limited demgan mata bersinar.


"Uhh... Bagaimana ya?aku beli atau tidak ya..."


Dia Masih ragu ragu akan keputusannya.


"Ahh sudahlah aku beli semuanya saja."


"Hehehe..."


Sambil membawa mainan hewan.


Diluar Toko ~


"Astaga...Seharusnya aku membeli makanan hewan ditoko itu, tapi aku malah selesai dengan membeli mainan hewan."


"Hehe...Tapi yang pasti, para kucing akan senang melihatnya."


Dia memasukkan mainan hewan yang dibelinya tadi kedalam tasnya.


"Hmm"


Seorang anak kecil sedang mengejar bola miliknya.


"Huh?"


"Anak kecil?"


Anak kecil tersebut sampai ke tengah jalan raya untuk mengambil bolanya tersebut.


Ada kendaraan yang melaju cepat ke arah anak kecil tersebut.


Dan segeralah dia menyelamatkan anak tersebut dan membawanya ke pinggir jalan dengan sangat cepat.


"Haihh, Apa kau baik baik saja nak?"


Dia mengkhawatirkan keadaan anak kecil tersebut.


"Hei apa kau melihatnya tadi?"


"Ya aku melihatnya, bukannya tadi ada anak kecil yang hampir tertabrak mobil."


"Kupikir juga begitu, namun dia dia tiba tiba menghilang."


"Aku juga merasa begitu."


"Lihat, anak yangg tadi itu ada disana."


"Wahh kenapa tiba tiba ada disana."


"Aku juga tidak tahu."


Dia mendengarkan pembicaraan Ibu Ibu tersebut dan merasa tidak enak untuk berlama lama disana.


"Ughh... Aku harus pergi sekarang, hati hati saat berjalan anak kecil." Ia berkata sambil menjauhi anak tersebut.


"Haha, aku sangat bersyukur kalau kekuatan ku ini bisa menyelamatkannya." Ucapnya dalam hati.


Ibu dari anak yang tadi ia selamatkan menghampiri anaknya.


"Hei nak, jangan berkeliaran terus, ini dekat dengan jalan raya."


"Mama liat mama, tadi aku diselamatkan oleh kaka itu."


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada apa apa disana."


"Ehh...tadi aku melihatnya, kaka itu sangat baik, dia menolongku tadi."


"Huhh, aku tidak tahu apa yang kau maksud, cepatlah masuk kedalam dan jangan berkeliaran disekitar lagi."


"B-baik Ibu."


Dia mendengarkan pembicaraan orangtua dan anak tersebut sambil menjauh dari tempat tersebut.