Dream Angels Rose The Blood Squad (D.A.R.T.B.)

Dream Angels Rose The Blood Squad (D.A.R.T.B.)
The existence of the eight elementalist pillars and the birth of the three eggs



"Kita akan menyatuhkan kekuatan kita yang tersisah ini di tengah batu batu pilar elementalis yang kita berdiri sekarang ini"


Perkataan sang dewa tertinggi pada yang lain.


"Anu permisi tapi kenapa kita harus melakukan itu ayahanda?"


Tanya Mikana pada dewa tertinggi.


"Pertanyaan bagus Mikana apa kalian masih mengingat bahwa kejadian seperti ini pernah terjadi dulu saat zaman sebelum kita para dewa dan dewi juga para malaikat yang sekarang belum lahir? kejadian serupa dunia atas yang di serang dunia bawah serupa pernah terjadi dulu juga bukan?"


Mereka yang mendengar perkataan dewa tertinggi itu pun langsung mengingat bahwa mereka juga pernah di beritahukan dari buku sejarah yang mereka baca kalo kejadian serupa juga pernah terjadi.


"Jika kalian sudah mengingatnya bagus lah seperti dalam buku sejarah yang tertulis bahwa dewa dan dewi juga para malaikat pada zaman itu berkumpul dan menyatuhkan kekuatan mereka sehingga terlahir lah satu telur penyelamat dari hasil gabungan kekuatan mereka semua, dan teluar itu berubahenjad bayi dan bertumbuh besar di dunia tengah dan kemudian kembali kedunia atas dan berhasil merebut kembali dunia atas"


Mereka yang mendengar perkataan dewa tertinggi itu pun mulai paham dengan maksud dewa tertinggi.


"Karna itu saat ini kita juga akan melakukan penggabungan kekuatan hal serupa di tempat ini. Jadi apa kalian sudah siap?"


Kata dewa tertinggi pada mereka sambil melihat mereka dan bertanya pada mereka.


Para dewa dan dewi juga para malaikat lain pun saling melihat dan saling menganggukan kepala mereka lalu melihat kedepan dan serentak mereka semua mengatakan.


"Kami siap melakukannya Ayahanda"


Kata mereka semua dengan tegas.


"Jika hanya ini jalan satu satunya yang kita miliki maka kita harus melakukannya ayahanda"


Kata dewi bulan pada dewa tertinggi.


Dewa tertinggi yang melihat mereka semua yang telah siap pun tersenyum bangga karna melihat sikap mereka. lalu dewa tertinggi pun melihat kearah Mikana.


" .... "


Mikana yang melihat dewa tertinggi sedang melihatnya pun, memalingkan wajahnya melihat ke arah lain.


Sang dewa tertinggi yang melihat sikap Mikana pun tersenyum dan berjalan ke arah Mikana.


"Mikana anak ku semenjak kau tinggal disini kau sudah menjadi keluarga dunia atas ini, kau yang dulu hanya Phoenix bayi kecil sekarang sudah tumbuh menjadi phoenix yang luar biasa aku bangga padamu"


Kata dewa tertinggi pada mikana sambil tersenyum.


"Jadi pada saat ini penantian mu yang sudah sangat lama kau nanti nantikan itu akan terjadi hari ini bahwa mulai sekarang dan seterusnya aku dewa tertinggi pemimpin dari dunia atas memberikan mu gelar dewi phoenix dan dewi dari segalah makhluk hidup yaitu dewi kehidupan mulai sekarang dan seterusnya kau akan di panggil sebagai dewi mikana"


Kata sang dewa tertinggi itu lagi dengan nada bicaranya yang lantang sambil menatap mikana.


Setelah dewa tertinggi selesai berbicara muncul lah lingkaran cahaya yang sangat menyilaukan di bawah kaki mikana cahaya itu sangat lah terang dan para dewa dan dewi juga para malaikat yang melihatnya pun tersenyum dan menepuk tangan mereka dan memberi ucapan selamat pada dewi mikana


terutama dewi bulan sangat senang melihatnya.


"Selamat untuk mu Mikana atau harus ku panggil dewi mikana saja yah mulai saat ini"


Kata dewi bulan sambil tersenyum pada Mikana.


Kata dewi Mikana yang tidak terbiasa di panggil dewi.


"Baiklah kalo itu mau mu Mikana"


Kata dewi bulan sambil tersenyum lagi.


"Baiklah karna pemberian gelar sudah selesai sudah saatnya kita mengabungkan kekuatan kita di pilar pilar elementalis itu"


Kata dewa tertinggi itu sambil berbalik melihat ke arah pilar pilar elementalis itu dan berjalan mendekatinya.


"Angkat tangan kalian menghadap kearah pilar pilar itu dan fokuskan pada pilar pilar elementalis akan ku mulai terlebih dulu"


Kata dewa tertinggi lagi sambil mengangkat tangan kanan nya ke atas menghadap pilar pilar itu dan mengeluarkan kekuatan cahaya murninya ke arah pilar pilar elementalis itu lalu dewa tertinggi itu menutup matanya untuk lebih bisa fokus lagi.


Dewa dan dewi juga para malaikat yang melihat dan mendengar perkataan dewa tertinggi itu pun, satu persatu mulai mengulurkan tangan kanan mereka ke atas dan menutup mata mereka dan mengeluarkan sihir mereka yang tersisa kearah pilar pilar elementalis itu. dewa reinkarnasi yang melihat dewa dan dewi dunia atas yang sedang melakuan itu pun juga ikut melakukannya meski dia adalah dewa dunia bawah.


Berapa lama kemudian pilar pilar elementalis itu pun mulai menyala satu demi satu dengan warna elemen pilar yang berbeda beda ada pilar api, angin, angin, bumi, air, es, cahaya, dan terakhir pilar kegelapan. semua pilar itu berjumlah delapan pilar pun bercahaya dan Cahaya dari delapan pilar itu pun terpantul dan cahaya nya menuju di meja pilar yang ada di tengah tengah delapan pilar elementalis itu.


Perlahan di atas meja Muncul bola kehidupan bukan hanya satu tapi tiga bola kehidupan. dari tiga bolah kehidupan itu pun berubah menjadi tiga telur besar yang bercahaya menyilaukan.


Setelah tiga teluar itu terbentuk sepenuhnya cahaya di delapan pilar itu pun berhenti dan para dewa dan dewi juga para malaikat yang tersisah itu pun jatuh ketanah, sebagian karna kekuatan mereka yang habis sebagian lagi karna kekuatan mereka sedikit lagi akan habis.


"Hah..hah..! s-sudah selesai kita berhasil"


Kata sang dewa cahaya pada dewa dan dewi juga pada malaikat lainnya.


Mereka yang mendengar perkataan dewa tertinggi pun tersenyum dan saling membatu untuk kembali berdiri dan melihat hasilnya, ketika mereka melihat di atas meja itu terdapat tiga teluar bukan satu telur pun tersenyum sangat senang.


"Lihat! kita bukan hanya membuat satu teluar dengan mengabungkan kekuatan kita semua tapi kita berhasil membuat tiga telur sekaligus!"


Kata salah satu dewi itu.


Dewa tertinggi, juga dewa perang, dewi bulan, dewi mikana, dan dewa reinkarnasi yang mendengar itu pun ikut berdiri dan melihat telur telur itu dan benar saja bukan hanya satu tapi tiga sekaligus.


"Ini benar benar luar biasa, kita benar benar berhasil!"


Kata sang dewa perang dengan sangat senang.


Mereka semua sangat senang dan tersenyum saat melihat dua teluar itu akan tetapi senyum mereka tiba tiba saja hilang saat melihat telur terakhir.


"A-ayahanda!? coba lihat lah telur ketiga!"


Kata salah satu sang dewa di sana yang melihat telur ketiga terlebih dulu.


Sang dewa tertinggi yang mendengarnya pun langsung melihat ke arah telur ketiga dan menjadi kaget karna di telur ketiga cahayanya tidak seterang cahaya yang di telur pertama dan di telur kedua karna di telur ketiga telah terkontaminasi dengan kekuatan kegelapan.


"I-ini bagaimana bisa terjadi!?"


Kata sang dewa tertinggi yang kaget melihat telur ketiga itu.


★_Bersambung..._★