
Di suatu tempat kerajaan Dunia atas terdengar ledakan sihir di mana mana! para dewa dan dewi maupun para malaikat yang belum siap bertempur itu pun mulai jatuh satu persatu dan menghilang.
"Sial kenapa jadi begini!"
Kata dewa perang sambil bertarung melawan para makhluk kegelapan itu.
"Ini semua salah mu tau! coba saja kau dengar perkataan ku tadi dan menyingkirkan sifat arogan mu sebentar saja barusan!"
Perkataan dewi bulan kepada dewa perang sambil bertarung di dekat dewa perang dan dewa reinkarnasi dengan nada bicara sedikit kesal.
"Cih"
Jawab dewa perang yang masih tidak mau mengakui kesalahannya.
"Sudah kalian berdua jangan bertengkar! fokus saja dengan lawan kalian yang ada di depan mata kalian berdua!"
Kata dewa tertinggi kepada dewa perang dan dewi bulan sambil mengayunkan senjata pedangnya pada musuh di depannya.
"ah kami mengerti maafkan kami Ayahanda"
kata serentak bersama sama antara dewa perang dan dewi bulan.
Setelah mereka selesai bicara mereka pun kembali bertarung dengan para pasukan kegelapan yang banyak itu.
karna kurangnya persiapan dari para pasukan malaikat maupun dari para dewa dan dewi sendiri, mereka pun mulai tumbang satu demi satu dan dewa juga dewi pun yang tersisa berhasil di pojokan oleh pasukan kegelapan dunia bawah.
"Sial apa ini kah akhir dari kita semua?"
Perkataan dari salah satu dewa yang di sudutkan.
"Hiks aku masih belum ingin menghilang"
Perkataan dari salah satu dewi yang di sudutkan juga.
"Tenang semuanya! kita masih belum kalah!"
Kata sang dewa tertinggi penyemangati para dewa dan dewi dan malaikat yang mulai pasrah ingin menyerah.
"Sudah lah menyerah saja anda pada kami wahai tuan dewa tertinggi"
Ucapan salah satu dari pasukan kegelapan itu dia adalah pemimpin pasukan kegelapan dua seorang dari kelan ras blood demon.
"Cih dasar kau penghianat ku kira kau adalah pelayan setia ku halbert tapi ternyata kau hanya seorang penghianat!"
Kata dewa reinkarnasi pada pemimpin pasukan kegelapan itu.
" CK coba lihat siapa ini dewa reinkarnasi rupanya, ku kira kau sudah mati tapi ternyata kau masih hidup..."
perkataan pemimpin pasukan itu.
"Aku bukan lah seorang penghianat tapi seorang yang pintar sekarang aku memiliki tuan baru yang lebih bisa di untungkan dari mu dewa reinkarnasi"
Perkataan pemimpin pasukan itu lagi sambil mengejek dewa reinkarnasi.
"Diam lah dasar budak darah klan blood demon! sudah bagus kau bekerja dengan ku! tapi kau malah mimilih menjadi budak darah dari anak si dewa sialan itu!"
Perkataan sang dewa reinkarnasi dengan nada sangat kesal.
"Cih masa bodoh dengan itu lagi pula nona Rubby tuan ku itu adalah pemimpin kerajaan demon merah jadi tuan baru ku itu lebih menjanjikan dari pada dirimu dewa reinkarnasi"
Setelah pemimpin pasukan itu berkata demikian dia pun memberi senyum ejekan pada dewa reinkarnasi.
Dewa reinkarnasi yang mendengarnya pun mengertakan giginya dan menjadi sangat marah.
Kata pemimpin pasukan itu lagi.
"Pasukan bunuh semua dewa dan dewi maupun malaikat yang tersisa jangan biarkan satupun tersisa!"
Kata pemimpin pasukan kegelapan itu memerintahkan pasukannya untuk menyerang para dewa dan dewi juga malaikat yang tersisa itu.
"Hah apa kau lupa aku masih ada disini? selagi aku masih hidup jangan kau mengira kami kalah!"
Kata sang dewa tertinggi pada pemimpin pasukan kegelapan itu.
Lalu sang dewa tertinggi mengangkat kan pedangnya dan mengubah pedangnya menjadi tongkat sihir dan menghentakan ujung tongkat sihir itu ke tanah dengan kuat hingga terciptalah sebuah lingkaran sihir bercahaya yang sangat menyilaukan dari tanah.
Cahaya itu makan terang dan makin terang lagi hingga membuat para pasukan kegelapan itu harus menutup mata mereka, setelah cahaya itu menyilaukan itu hilang para pasukan kegelapan itu pun membuka mata mereka dan menjadi kaget karna para dewa dan dewi juga malaikat yang tersisa yang mereka pojokan itu menghilang.
"Sial! Cepat kalian semua berpencar dan cari mereka semua secepatnya lalu bunuh saja mereka langsung jika kalian menemukan mereka dan jika tidak ketemu maka kalian lah yang akan mati mengantikan mereka cepat!!"
Kata sang pemimpin pasukan kegelapan itu pada pasukan kegelapannya dengan nada suara yang sangat kesal.
Para pasukan kegelapan yang mendengarkan perkataan sang pemimpin mereka pun menjadi takut lalu menuruti perintahnya dan para pasukan kegelapan itu pun mulai berpencar mencari keberadaan para dewa dan dewi juga para malaikat itu yang menghilang secara tiba tiba.
sedangkan di suatu tempat jauh dari lokasi pertempuran tadi tepatnya di taman rahasia kerajaan muncul sebuah lingkaran sihir cahaya yang menyilaukan di tanah. dari lingkaran sihir itu muncul satu persatu dewa dan dewi juga para malaikat yang telah di teleportasikan oleh sang dewa tertinggi ketempat ini.
"Sudah kita akan aman sementara disini"
Perkataan dari dewa tertinggi sambil membuat tongkat sihir tadi menghilang.
"Kalian semua ikut aku ke tengah taman ini akan ku tunjukan sesuatu pada kalian dan akan ku beritahukan sesuatu pada kalian"
Perkataan sang dewa tertinggi lagi dengan nada suara tegasnya.
Setelah dewa tertinggi mengatakan itu, dia pun berjalan kedepan ke arah tengah taman rahasia. Para dewa dan dewi juga malaikat yang melihat itu pun mengikuti sang dewa tertinggi pergi ke tengah taman rahasia itu.
" Untuk apa kami di bawah kesini Ayahanda?"
Kata sang dewi bulan yang bertanya pada dewa tertinggi.
"Hah untuk ku beritahukan pada kalian mungkin saja ini sudah akhir dari hidup kita"
kata dewa tertinggi menjawab pertanyaan dari dewi bulan.
"A-Apa!? Maksud ayahanda apa? ayahanda hanya sedang bercanda dengan kami bukan"
Tanya dari seorang malaikat kepada dewa tertinggi.
"Tidak aku tidak bercanda ini memang kenyataannya, cepat atau lambat tempat ini pasti akan di temukan oleh para pasukan kegelapan itu dan jika itu terjadi maka tamat lah kita karna kita sendiri pun sudah mulai kehabisan energi sihir murni"
Semua yang mendengar perkataan sang dewa tertinggi pun menjadi takut dan panik mulai bicara tak jelas satu sama lain.
"Hentikan! kalian berhentilah panik mungkin ini emang mendekati akhir dari kita tapi ini juga belum menjadi akhir kita"
Semua yang mendengar kembali perkataan sang dewa tertinggi itu menjadi bingung dan berhenti panik.
"Apa maksudmu ayahanda?"
Perkataan sang dewa perang yang bertanya mewakili pertanyaan yang sama dari para dewa dan dewi juga para malaikat yang tersisa itu.
"Maksud ku adalah...."
★_Bersambung...._★