
Setelah Mikana terbang melewati beberapa pengunungan melayang, mereka pun sampai ke alun alun dunia atas yaitu alun alun yang ada di istana....
"Mikana turunkan lah kami berduadi pintu gerbang sebelum masuk alun alun istana saja, dari sana kita akan berjalan masuk"
Kata sang dewi pada Mikana dengan kuat agar Mikana bisa mendengarnya.
"Saya mengerti dewi.."
kata Mikana pada dewi.
Mikana pun menurunkan dewi bulan dan dewa renkarnasi di luar gerbang masuk menuju alun alun istana, setelah dewi bulan dan dewa reinkarnasi sudah turun Mikana pun berubah kembali jadi bentuk manusianya.
Mereka bertiga masuk dengan terburu buru ke dalam istana menuju alun alun istana dan bertemu dengan banyak dewa dan dewi lain yang sedang berkumpul disana baik itu dewa dewi tingkat atas maupun masih tingkat bawah, dan di tengah keramaian alun alun istana itu ada sesosok dewa yang memancarkan Cahaya yang begitu besar dia adalah dewa pemilik kekuatan cahaya muliah sekaligus pemimpin di dunia atas itu. sang dewi bulan yang melihat sang pemimpin itu pun semakin cepat berlarinya dan menghampirinya.
"Ayahanda!!"
Teriak dewi bulan memanggil dewa tertinggi itu.
Dewa tertinggi itu yang mendengar suara dewi bulan pun serentak melihat ke arah dewi bulan bersama dengan para dewa dan dewi disana, mereka serentak kaget karna melihat dewi bulan yang bersama dewa reinkarnasi.
"Ada apa ini? kenapa kau berlari seperti itu dewi bulan? lalu kenapa kau berteriak memanggil ku?"
Tanya sang dewa tertinggi itu pada dewi bulan dan dewa reinkarnasi dengan nada lembut tapi terdengar sedikit tegas juga.
"Ayahanda sebelumnya maafkan saya karna tidak sopan langsung berteriak tanpa memberi salam yang benar terlebih dulu pada anda, tapi saya tidak punya pilihan lain karna kita kekurangan banyak waktu"
Jawab dewi bulan pada dewa tertinggi itu sambil memengang kedua ujung bawah gaunnya dan membungkuk anggun untuk meminta maaf.
Serentak semua para dewa dan dewi termasuk dewa tertinggi di tempat itu menjadi kebingungan karna mendengar perkataan dari sang dewi bulan.
"Jangan membuat kami bingung dewi bulan coba jelaskan pada kami apa yang ingin kau sampaikan pada kami sebenarnya.."
kata sang dewa, tertinggi kepada dewi bulan dengan tatapan serius dan suaranya yang berubah menjadi suara bernada tegas.
"Baik akan saya jelaskan pada Ayahanda kalo saat ini kita harus cepat karna dunia bawah ingin menyerang kita! dan mereka saat ini sudah semakin dekat menuju dunia atas!!"
Kata dewi bulan dengan tegas dan lantang pada semua yang ada disana.
"......"
Seketika suasana menjadi hening semua dewa dan dewi maupun malaikat itu terdiam tak berkata kata. Lalu dari kejahuan datang seorang dewa yang bertepuk tangan dan tertawa sambil mendekat pada dewi bulan, serentak para dewi dan dewa disana maupun malaikat ikut tertawa juga. sang dewi bulan yang melihat itu menjadi kesal dengan dewa yang baru datang itu.
"Kenapa kau tertawa seperti itu wahai dewa perang!"
Kata dewi dengan senyum kesalnya.
"Aku tertawa karna mendengar perkataan mu yang lucu baru saja dewi bulan"
Kata dewa perang dengan sedikit kata ejekan.
"Emang apanya yang lucu dari perkataan ku barusan dewa perang! perkataan ku ini emang benar adanya!"
jawab dingin dewi bulan kepada dewa perang itu.
"kau tau dewi bulan kau sangat lucu..."
Kata dewa perang lagi sambil berjalan ke arah bunga bunga.
"Apa kata anda barusan dunia bawah akan menyerang kita? itu tidak mungkin akan terjadi kau tau itu?"
Sambil memengang salah satu bunga.
"Jika pun itu terjadi mereka tidak bisa menyerang kita karna ada aku disini sang dewa perang pelindung dunia atas kita, aku yakin pelindung barrier sihir yang kubuat untuk melindungi kita mampu melindungi kita dan menangkis semua serangan dunia bawah itu"
Kata sang dewa perang pada sang dewi bulan dengan menatap sang dewi bulan dengan tatapan arogannya dan meremehkan perkataan sang dewi bulan.
"Ugh kau tidak mengerti dewa perang it-"
Belum selesai sang dewi bulan berbicara Mikana memengang tangan sang dewi.
"Dewi berhenti coba lihat sekeliling anda".
mendengar kata Mikana sang dewi bulan pun melihat sekeliling dan disitu baru ia sadar kalo sang dewa dan dewi lain sedang menatap tajam dirinya sambil saling berbisik.
"...."
"Dewi..."
Kata Mikana dengan suara sangat pelan sambil khawatir melihat dewi yang langsung terdiam itu.
"Cih ada apa? Kenapa kau diam saja dewi bulan? bukan kah tadi ada yang ingin kau katakan lagi pada kami?"
Kata sang dewa perang pada dewi bulan sambil berjalan kembali kearah dewi bulan, lalu mencoba memengang wajah dewi bulan.
"Hei kenapa kau menundukkan kepalamu seperti itu dewi bulan ap-" _dewa perang.
Belum selesai dewa perang menyelesaikan kalimatnya sang dewa reinkarnasi pun serentak maju kedepan dewi bulan dan memengang erat pergelangan tangan dewa perang itu dengan tatapan yang tajam.
"dewa perang tolong jaga sikap anda pada dewi bulan jangan asal main sentuh wajah wanita seperti ini!"
Sang dewi bulan yang kaget pun serentak melihat kedepan dan dia melihat sang dewa reinkarnasi yang sedang melindunginya.
"dan Jika kau ingin bicara maka bicaralah dengan ku saja!"
Setelah dewa reinkarnasi itu berkata demikan sang dewa reinkarnasi pun melepaskan cengkeraman tangannya dari perngelangan tangan sang dewa perang. Tapi masih menatap dingin dewa perang.
"..."
Sang dewa perang pun menjadi diam dan kesal dengan perilaku sang dewa reinkarnasi.
"Apa urusan mu dengan kami dewa reinkarnasi! kau hanya dewa yang berasal dari dunia bawah! kau tidak pantas mengikuti perdebatan kami para dewa dan dewi dunia atas!"
Jawab tengas dewa perang kepada dewa reinkarnasi.
"Aku mengerti tapi bukan berarti kau bi-"
Belum selesai dewa reinkarnasi bicara, sang dewa tertinggi pun mengangkat suaranya dengan keras dan lantang.
"Cukup! hentikan perdebatan antara kalian berdua ini wahai dewa perang dan dewa reinkarnasi!"
Kata sang dewa tertinggi itu dengan nada bicaranya yang tegas.
"Kalian berdua itu adalah seorang dewa! berilah contoh yang baik pada kaum yang di bawah pangkat kalian lalu.."
Belum sempat dewa tertinggi menyelesaikan perkataannya terdengar lah dari kejauhan suara ledakan yang sangat kuat dari kejahuan, suara ledakan itu membawa ngunjangan yang cukup hebat juga di tanah dunia atas yang membuat semua yang ada di alun alun istana itu kaget seketika.
"Suara apa itu barusan!?"
Kata sang dewa tertinggi.
Setelah sang dewa tertinggi mengatakan itu datang lah seorang malaikat yang berlari ke alun alun tubuhnya mulai perlahan lahan menghilang karna ia telah tertusuk sebuah tombak di tengah dadanya.
"D-dewa perang gawat! barrier yang anda buat di gerbang masuk dunia kita telah hancur oleh perbuatan pasukan makhluk kegelapan dunia bawah, saat ini mereka sudah memasuki pemukiman para ras malaikat kami membutuhkan b-bantuan anda sekalian tolong kami.."
Setelah malaikat itu berkata demikian malaikat itu pun menghilang sepenuhnya iya menghilang menjadi butiran cahaya putih terbang terbawa angin ke atas lalu menghilang sepenuhnya.
Sang para dewa dan dewi yang melihat dan mendengar perkataan dari sang malaikat itu sebelum malaikat itu menghilang pun menjadi panik dan gelisah.
"Tenang semuanya tenang!"
Kata sang dewa tertinggi dengan nada tegas.
"Angkat senjata kalian sekarang! dan ikut aku berperang untuk melawan dan mengusir pasukan kegelapan dari dunia bawah itu dari dunia atas ini!"
Kata sang dewa tertinggi lagi sambil berkata dengan lantang memberi semangat pada dewa dan dewi lainnya, sambil memangang senjata pedang sucinya.
Para dewa dan dewi yang mendengarkan perkataan sang dewa tertinggi itu pun menyatuhkan hati mereka dan mengeluarkan senjata dewa, dan senjata dewi mereka masing masing untuk menyerang dan melindungi dunia mereka sendiri.
sang dewa tertinggi yang melihat dewa dan dewi lainnya yang sudah kompak pun berjalan ke depan dan membuka sayapnya yang indah lalu terbang memimpin di depan, para dewa dan dewi yang bisa terbang pun ikut dari belakangnya dan yang tidak bisa terbang menggunakan senjatanya untuk terbang mengikutinya disusul oleh para pasukan kerajaan dunia atas.
"Mikana ayo kita juga harus ikut dengan mereka!"
Mikana yang mengerti pun berubah jadi phoenix lagi lalu dewi bulan dan dewa reinkarnasipun menaiki dan duduk di punggung Mikana, Mikana yang melihat itu langsung berdiri dan membuka sayapnya dan terbang menyusul para dewa, dan dewi.
pada akhirnya perang antara dunia atas dan dunia bawah pun Dimulai....
★Bersambung...★