
akhirnya Mona sadar dari pingsannya, Mona terkejut melihat sesosok perempuan yang berdiri di hadapannya sambil tersenyum sinis memegang sebuah tang.
''Siapa kau? apa yang akan kamu lakukan kepadaku?'' ucap Mona.
''Oh wanita pujaan River sudah bangun rupanya, Apakah mimpimu indah? kupikir kalau mimpimu indah aku akan membuat mimpi buruk bagimu, bukan begitu River?'' ucap Agatha.
'' River Siapa dia? Apakah kamu mengenali nya?'' tanya Mona kepada River.
River hanya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Mona kepalanya. River juga akan bingung bukan? tidak mungkin dia bilang ke Mona kalau Agatha adalah pacarnya, dan Mona adalah selingkuhannya.
''Huh sayang sekali kamu ini cantik-cantik tapi kok lupa sih, kita baru saja bertemu tadi malam di minimarket, Apa kau tahu siapa aku? Oh iya ya kita belum sempat berkenalan bukan, kan Kalau begitu mari kita berkenalan'' ucap Agatha sambil tersenyum sinis dan mengulurkan tangannya.
'' semalam ....di minimarket...... Oh ya aku ingat kau wanita yang datang Lalu River memperhatikanmu bukan? kau siapanya River? dan mengapa aku diikat seperti ini begitu juga dengan River?'' tanya Mona kepada Agatha.
''Tenanglah Aku hanya ingin sedikit bersenang-senang dengan kalian, tetapi karena kau adalah tokoh utama di dalam pesta ini… jadi aku akan bersenang-senang terlebih dahulu dengan mu'' ucap Agatha.
Mona bingung dengan perkataan Agatha, ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Agatha, terlebih lagi Agatha memegang tang di tangannya.
''Tunggu... tunggu dulu apa yang akan kau lakukan dengan tang itu?'' tanya Mona kepada Agatha dengan raut wajah yang mulai ketakutan.
''Sepertinya kau sudah berdandan sangat cantik untuk menemui River, dan manicure kukumu cukup cantik bukan? akan kupercantik lagi manicure kuku mu dengan tang ini'' jawab Agatha.
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
''KRAAAAAAK!!!!''
secepat kilat Agatha mencabut semua kuku jari tangan Mona. River sangat terkejut dengan hal itu ia langsung berteriak histeris.
''MONAAAA!!!!!!'' ucap River yang kaget melihat kondisi Mona.
''AAAARRRRRGGHHHHH, KUKU KUUUUU!!!''
'' Sekarang kukumu kelihatan lebih cantik bukan Mona, kau tidak berubah terima kasih karena aku sudah mempercantik kuku mu. kau berteriak kesakitan saja sudah membuatku bahagia'' ucap Agatha.
''DASAR CEWEK SINTING!!!!!'' South River.
'' Rival kan sudah kubilang aku akan bersenang-senang terlebih dahulu dengan Mona, Jadi kau Bersabarlah sebentar, aku pasti akan lebih bersenang-senang denganmu River, tetapi aku harus mempercantik dandanan wajah Mona terlebih dahulu'' jawab Agatha sambil memutar badannya kembali ke arah hadapan Mona.
'' Tidak... tidak apa yang akan kau lakukan padaku, Aku tidak tahu masalah apa yang terjadi antara kau dan River, kenapa aku harus ikut disakiti?'' ucap Mona yang kebingungan.
Jujur saja mana bingung dengan apa yang terjadi. River mengundangnya ke suatu tempat lalu dia dipukul dari belakang dan pingsan lalu diikat, kuku tangan tangannya pun di cabut. Entah ada apa yang terjadi di antara dua orang ini. Batin Mona.
kini Agatha kembali mendekati Monas dengan mengganti senjatanya yaitu Palu. Jujur saja sebenarnya Agatha cukup kasihan dengan Mona karena Mona tidak tahu apa-apa, tapi Siapa suruh dia mengambil pacar orang, jelas sekali dia yang salah bukan, batin Agatha.
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
''PAAAAAAKKKKK!!!!''
hancur sudah wajah cantik Mona, Mona ini sudah berakhir hayatnya, bahkan di saat-saat terakhir pun Mona tidak bisa berteriak kesakitan.
''Apakah Dia masih cantik River?'' tanya Agatha
''DASAR CEWEK SINTINGG!!!!!APA YANG KAU LAKUKAN PADA MONA??!!!!!!'' jawab River.
''Syuuutttt, sudah kubilang aku hanya ingin bersenang-senang, dan sekarang…… giliranmu'' sait Agatha.
Seketika amarah River berubah menjadi ketakutan yang teramat sangat. kini Agatha mendekati Rivers sambil membawa senjata dan tertawa bahagia.