Don'T Say I Can'T Kill You

Don'T Say I Can'T Kill You
Unch Mengerikan!!!



River sangat kaget dengan apa yang dilihatnya. Agatha berdiri membukakan pintu untuk River dengan memegang pisau ditangan kirinya. River semakin gemetar ketakutan, dipikirannya sudah terbayang kalau Agatha akan membunuhnya karena sudah selingkuh.


"River?" Ucap Agatha.


Agatha yang bingung melihat River seperti orang yang habis melihat hantu mencoba untuk menegurnya sekali lagi


"River apakah kamu baik-baik saja?" Ucap Agatha sambil menepuk pundak River.


Seketika River langsung teperanjat dan tersenyum paksa, jujur saja dia masih ngeri melihat pacarnya yang memegang pisau.


"A..Agatha, a...apakah bisa kita bisa bi..bicarakan baik-baik? Ti...tidak perlu dengan kekerasan?" Ucap River sambil masuk perlahan kedalam rumah Agatha.


"Hahahahahaha, kamu ini kenapa?" Ucap Agatha.


"Lalu kamu memegang pisau kenapa? Apakah kau ingin membunuhku? Karena aku sudah ketahuan selingkuh?" Ucap River dengan nada datar.


"Kamu ini apa-apaan sih, aku tahu kamu pasti punya alasan untuk itu. Aku memegang pisau karena aku sedang masak untukmu" Ucap Agatha sambil memegangi perutnya yang geli karena tingkah River.


***


Selesai masak mereka makan bersama, dan mulai membahas masalah Mona. Kali ini River memberanikan dirinya untuk membuka obrolan, yah...mau tidak mau, semua ini dia yang mulai duluan...lelaki tidak akan pernah cukup dengan satu wanita.


"Agatha. Sebelumnya aku menyesal karena telah menduakanmu, waktu Mona menyatakan perasaannya padaku..." ucap River tanpa menyambung perkataannya.


"Oh.. jadi nama wanita itu Mona. Lalu kenapa?" Sambung Agatha.


"Aku merasa kasihan kepadanya, jadi aku menerimanya, kami jadian juga baru 1 minggu kok" sambung River untuk menyambubg perkataannya yang terputus.


"Kau merasa kasihan dengan Mona, wanita yang baru kau temui, lalu bagaimana denganku? Pacarmy yang sudah lebihh lama kau kenal, apakah kau tidak merasa masihan padaku saat aku mengetahui semuanya dengan mata kepala ku sendiri?" Ucap Agatha dengan nada datar namun menusuk.


River hanya terdiam mendengar perkataan Agatha.


"Kalau begitu besok aku akan langsung memutuskan Mona" ucap River supaya Agatha tidak marah.


"Sudahlah,itu urusanmu, lebih baik kau istirahat saja disini, hari sudah terlalu malam" ucap Agatha.


***


River terbabgun dari tidurnya dan melihat Agatha sudah berdiri dihadapannya, tetapi River kaget, karena seluruh badannya diikat sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali.


"Agatha...apa yang kau lakukan?" Ucap River yang semakin ketakutan.


Dan percakapan yang mencekam mulai mendatangi River.


"Ternyata semalam kau peka juga yah" ucap Agatha sambil memainkan kayu besar ditangannya.


"Yah...sebenarnya semalam saat kau datang aku ingin menusukmu dengan pisau yang kupegang, tetapi rasanya kurang asik jika aku hanya MEMBUNUHMU" ucap Agatha yang membuat River semakin gemetar.


"AGATHA!!!JANGAN BERCANDA INI TIDAK LUCU!!!" Jawab River yang semakin ketakutan.


"Ssttt...jangan berteriak, simpan suara mu untuk berteriak saat kau melihat Mona kusiksa, HUAHAHAHAHAHHAHAHAHA" ucap Agatha dengan nada penuh kebahagiaan


"Apa yang akan kau lakukan dengan Mona hah!!!" Jawab River.


"Kau hanyalah seorang wanita yang lemah, kau tidak akan bisa membunuh siapapun, kau lemah, LEMAH!!!!" Kali ini ucapan River membuat Agatha naik pitam.


"BUUUUAAAAAKKKKK!!!!"


"BUUUUAAAAAKKKKK!!!!"


"BUUUUAAAAAKKKKK!!!!"


Tiga pukulan yang teramat keras menghantam kepala River.


"Apakah kau masih ingin menyebutku lemah? Apakah kau ingin kutambah pukulan dikepalamu itu?" Tanya Agatha dengan nada santai


"Hehh, hanya ini? Kau hanya mempermalukan dirimu sendiri" jawab River dengan perkataan yang menantang.


"Sepertinya aku harus membawa Mona kemari untuk bersenang-senang" Ucap Agatha.


"Jangan sakiti Mona!!!" Kini River semakin ketakutan.


Tunggu-tunggu, bukannya River bilang dia hanya merasa kasihan kepada Mona? Yah begitulah lelaki tidak akan permah mengaku kalau dia memang suka dengan wanita lain.


"Owh... bukannya kau hanya merasa kasihan padanya?" Ucap Agtha.


"Maaf, maafkan aku" Ucap River dengan wajah yang meminta kasihani


"BUUUUAAAAAKKKKK!!!!"


Satu pukulan lagi mendarat dikepala River


"Aaaaaarrrrrrrggggggghhhhh!!!!"


Teriakan River membuat Agatha tersenyum gembira.


Tetapi suara River tidak akan kedengaran siapapun, karena rumah Agatha jauh dari keramaian


"Hufff, kau ini jadi lelaki serakah sekali yah,baiklah aku akan mengundang Mona datang kemari untuk bersenang-senang" ucap agatha sambil merogoh kantong celana River untuk mengambil handphone