Don'T Say I Can'T Kill You

Don'T Say I Can'T Kill You
SIAPA YANG AKAN KAU TEMUI?



Maaf sebelumnya karena udah beberapa hari gak up eps selanjutnya buat novel ini, and Now aku kembali dengan eps 3, semoga kalian para reader gak bosen sama ceritanya, jangan lupa buat follow and like semua episode noveltoon ini yaww ^o^


Kalian juga pasti ngalaman hal yang sama kan kek aku:( tiap hari ditemani setia oleh tugas:>


Tapi tetep semangat yaa, karena tugas juga buat nilai kalian sendiri, dan jangan pernah menyerah!!


FIGHTHING^♡^


Eh... aku kebanyakan curhat nihhh:3 oke selamat membaca♡♡♡


...***...


"Sepertinya sudah cukup membuatmu ketakutan" ucap Agatha sambil mengotak-ngatik handphone River.


"DASAR CEWEK SINTING!!!" ucap River sambil menatap tajam Agatha.


Agatha monodongkan badanya yang semakin dekat dengan muka River lalu...


"PLAAAAAAAAAAAAAK!!!!!"


Satu tamparan maut mengenai wajah tampan milik River.


"Huuuuuhhh... sepertinya aku harus segera mengundang Mona untuk bersenang-senang bersama" ucap Agatha selesai mengirim pesan kepada Mona untuk datang kerumahnya dengan hanphone.


...***...


"Tumben banget River ngajak ketemuan... ah.. sudahlah mungkin dia ingin meminta maaf karena kejadian semalam" ucap Mona sambil memakai make up.


Selesai make up Mona mengambil handphonenya lalu memesan taxi online untuk pergi menuju rumah Agatha. Beberapa menit kemudian taxi online pesanan Mona datang. Mona langsung masuk ke dalam mobil. Di dalam perjalanan Mona sempat mengobrol dengan sopir taxi.


"Aduh bapak ini bisa aja, tapi ini gak berlebihan kan pak? Saya takutnya pacar saya tidak suka" ucap Mona menyambung obrolan.


"Gak ko mbak, pacar mbak pasti suka" saut pak sopir taxi.


"oh iya mbak, pas saya lihat lokasi tujuan mbak kok jauh dari kota yah mbak? Gak takut diapa-apain sama pacarnya?" sambung pak sopir taxi.


Kali ini pertanyaan pal sopir taxi membuat Mona berpikir, ia baru sadar kalau tempat tujuan yang diberikan River jauh dari kota, tapi ia memcoba memikirkan hal-hal yang positif.


"Ehh gak mungkin pak, saya sudah kenal dia udah lama" jawab Mona meyakinkan


"Kenal lama itu ngak menjamin mbak, buktinya saya, istri saya ninggalin saya karena gak mau hidup susah, padahal kami sudah kenal lama" curhat pak sopir


"Maaf pak saya gak maksud buat bapak ingat sama mantan istri bapak maaf yah pak" ucap Mona yang merasa bersalah.


Kini Mona kembali terpikir akan River, akankan River mau bersamanya dalam keadaan susah maupun senang dan menua bersama, ataukah River akan meninggalkannya saat sudah merasa bosan dan mecari wanita yang lebih menarik, hal ini terus terngiang-ngiang dikepala Mona. Beberapa kali ia mencoba berpikir positif, tapi tetap saja hal ini terus menghantui pikirannya. Sepanjang perjalanan ia hanya merenung keluar jendela dengan tatapan kosong.


...***...


Sesampainya di rumah Agatha Mona langsung turun dari mobil lalu membayar ongkos. Setelah itu ia mengetuk pintu sambil mengucapkan "permisi" lalu pintu rumah Agatha tiba-tiba terbuka sendiri, hal ini membuat Mona sempat kaget tapi ia merasa mungkin ada seorang pembantu yang membukakan nya jadi ia langsung masuk, saat dia masuk tidak ada seorangpun disini.


"River? kamu dimana?" tanya Mona.


Tiba-tiba........


"BUUUUUKKKKKKK"


Agatha menghantam kepala Mona dengan balok kayu, sehingga Mona tak sadarkan diri.