
“Kan udah gue bilang gak usah jemput males banget ngerepotin, terus gue bisa kok pergi naik angkot” ucap cilla kepada kenzie didalam mobil
“Gak gue gak ngerasa direpotin sama lo, lo juga bilang semalem terserah gue mau jemput apa engga” jawab kenzie sambil tersenyum dan cilla punya hanya tersungut kesal mengingatnya, benar seingat cilla dia hanya menjawab terserah
“Turunin gue di depan gerbang sekolah aja” ucap cilla lagi kepada kenzie dan hanya di diamin sama kenzie
Tidak lama Mobil putih milik kenzie pun mulai masuk ke halaman sekolah dan segera menuju ke parkiran sekolah, dan cilla sangat kesal kepada kenzie karna tidak menurunkan nya di depan gerbang sekolah.
Kenzie pun segera turun dan memutar ke arah pintu cilla dan membukanya dan mempersilahkan cilla keluar, seketika siswa siswi yang baru saja tiba di parkiran pun mendadak penasaran siapa yang berangkat sekolah dengan kenzie, alhasil membuat cilla kesal berkali kali lipat.
Cilla pun segera turun dengan kesal dan segera menutup wajahnya dan bergerak menjauh dari mobil kenzie dengan keadaan jidat di plester, tadi pagi cila melepaskan perban yang dikepalanya dan diganti dengan plester hansaplast, kaki nya yang masih terasa sakit pun dia paksa berjalan agar tidak jadi pusat perhatian karna baru saja turun dari mobil kenzie.
Dan cilla pun akhirnya sampai dikelasnya yang berada dilantai dua, dia pun segera duduk dikursinya dan segera menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya untuk mengulur waktu bel masuk.
Terdengar seseorang masuk dan berjalan ke arah mejanya dan tepat berhenti didepan mejanya. Cilla pun segera mengangkat kepalanya dan terkejut, terkejut bukan mainya dia yang menabraknya tempo hari datang ke kelasnya dengan tangan kanan memegang sekantongan susu dan tangan kirinya kunci motor cilla.
“Sorry” Ucap Alfero sambil menyerahkan sekantongan susu dan kunci motor milik cilla
Cilla yang masih terkejut pun hanya memandang Alfero dengan aneh, tidak menyangka orang se kaku Alfero mau datang dengan konyol ke kelasnya hanya untuk minta maaf dan tak lupa memberikan kunci motornya yang sudak diperbaiki serta membelikan sekantongan susu rasa coklat dan strawberry.
“Ambil” intrupsi Alfero sekali lagi kepada cewek yang didepannya sekarang, ya Fero malas melakukan ini apalagi kepada orang yang tidak dia kenal, jika bukan karna paksaan teman temannya Fero tidak sudi untuk melakukan ini baginya hanya membuang buang waktu, mending baginya lebih baik naik ke atas rooftop untuk bersantai ketimbang melakukan hal konyol seperti ini.
“Lo kalau gak ikhlas mending gak usah, kuncinya aja siniin” Ucap cilla yang sangat kesal kepada pria menyebalkan yang sekarang sedang berada dihadapannya
Brukkk
“Terserah” Ucap Alfero sambil berlalu, ya fero melempar sekantongan susu tersebut dan kunci motor milik cilla dan dia pun segera melangkah menjauh dari kelas tersebut dan berjalan menuju rooftop
“Sialan gak ada attitude banget tu orang, udah dia yang salah bukannya minta maaf baik baik, gak juga nurunin harga diri dia astaga pagi pagi udah emosi gue” ucap cilla sambil memasukin sekantungan susu tadi kedalam laci mejanya dan untung saja teman sekelasnya belum ada yang datang
Dan waktupun berlalu teman teman sekelasnya pun berangsut angsur masuk satu persatu
Teettt tetttt
Bel istirahat pun berbunyi, cilla yang sedikit susah berjalan memutuskan untuk tidak ke kantin, tapi sebelum Sera turun untuk mengisi perut ke kantin dirinya sudah diajak buat untuk ke kantin tapi cilla menolak alasan malas turun kebawah karna enggan bertemu Alfero yang membuat cilla kesal padahal dia sedikit lapar karna tadi pagi tidak sempat serapan karna kenzie sudah tiba dirumahnya
Dan ya cilla sudah menceritakan kejadian semalam kepada Sera, Sera yang mendengar pun juga ikutan kesal sama Fero. Karna cilla tidak ikut turun kebawah Sera memutuskan untuk pergi sendirian ke kantin.
Cilla pun segera menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya yang berada diatas meja, belum lama dirinya menenggelamkan wajahnya seseorang datang tepat didepan mejanya lagi, dirinya pun segera mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang
Ternyata yang berdiri dihadapan cilla adalah kenzie, kenzie datang ke kelasnya dengan membawa bungkusan sterofom dan jus jeruk
“Nih makan, gue tau lo gak ke kantin karna kaki lo sakit bukan karna nggak mau ketemu fero” ucap kenzie sambil menaruh bungkusan yang dia bawa ke atas meja cilla
“Udah makan aja gue tau lo laper, tadi gue tanya ke teman sekelas lo kenapa lo gak turun, udah ah gue mau ke kantin ke buru bel” ucap kenzie sambil berlalu dan melambai kan tangan ke cilla
Cilla hanya bisa terdiam memandangi bungkusan yang di bawa kenzie, dirinya pun melihat ke kanan dan ke kiri ke arah pintu untuk melihat mana tau kenzie masih ada di sekitar bisa malu dia karna dirinya tadi gaya gaya menolak tapi malah ingin memakan isi bungkusan tersebut
Karna dirinya sudah sangat teramat lapar dirinya pun segera membuka bungkusan tersebut dan membuka sterofom putih yang dibawa kenzie ternyata isinya bubur ayam, ya lumayan la untuk perutnya yang lapar, dengan cepat cilla segera memakan bubur ayam tersebut dengan lahap dan tak menyisakan sedikitpun
“Dasar cewek” ucap kenzie pelan sambil tertawa ringan dan dia pun berjalan menuju ke arah rooftop
Waktupun berlalu tak terasa sudah bel pulang, cilla yang menunggu teman temannya keluar dari kelas satu persatu pun akhirnya keluar dari kelas dengan ditemani oleh sera
“Lo bener bisa balik sendirian? Atau gue antar aja lo nya cil gimana? Motor lo aman kok disekolah” ucap sera sedikit khawatir melihat cilla berjalan pincang
“Aman ah udah pulang aja lo sana gue gak apa bener deh” jawab cilla meyakinkan sera dengan jarinya yang membentuk v
“Batu amat sih lo cil, yauda barengan aja sekalian ke parkiran” ucap sera finaly
Mereka berdua pun berjalan beriringan sambil bercanda ria, dan tak butuh waktu lama mereka sampai ke parkiran.
“Gue duluan ya cil, lo hati hati kalau ada apa apa hubungin gue” ucap sera sambil melotot
“Cil cil bocil kali ah, iyaa emang kalo gue hubungin lo, lo bakal nyamperin gue gitu?” Ucap cilla sambil tertawa
“Ya tengok sikon buk kalau belum jauh dari sekolah gue muter balik kalau udah jauh gue bantu doa” jawab sera sambil tertawa
“Sialan lo, hati hati sampai ketemu besok” ucap cilla sambil tersenyum
“Oke bucil” jawab sera yang sambil masuk kedalam mobilnya
Mobil sera pun melesat keluar dari perkarangan sekolah, cilla mencari keberadaan motornya dan dirinya juga tak menemukan keberadaan motornya, dirinya mulai panik karna tidak menemukan motor kesayangannya
“Vesmet gue mana mana mana” ucap cilla sambil menelusuri parkiran untuk mencari motor kesayangannya tersebut
“Eh jangan bilang yang dibawah pohon itu, tapi motor gue bukan yang itu” ucap cilla dan segera mencoba memasukkan kunci ke motor tersebut dan lebih terkejutnya motor tersebut menyala.
“Wah gak bisa ni, ini bukan motor gue” ucap cilla sedih, dirinya tak sadar sedari tadi dirinya diperhatiin oleh segerombolan cowok dari lapangan basket yang ada didepan parkiran motornya siapa lagi kalau bukan geng Alfero
Cilla yang masih menatap motor yang ada dihadapannya tersebut mulai pasrah, dan dirinya akhirnya menaiki motor tersebut dan keluar dari perkarangan sekolah menuju kerumahnya, intinya dia sangat kesal dang sangat ingin segera pulang.
Bersambung.....