DISTINCT

DISTINCT
D 4



Cilla yang sedari tadi didalam kamar tidak juga kunjung keluar seperti biasanya hingga membuat mamanya cemas, Anna pun segera naik kekamar anaknya dan mengetuk pintu kamar cilla


Toktoktok


“Sayang kamu didalam? Kenapa belum keluar untuk makan malam?” Ucap Anna dibalik pintu kamar cilla


Cilla yang mendengar panggilan mamanya pun segera menghampiri mamanya yang ada didepan pintu kamarnya, cilla pun membuka pintu kamarnya yang langsung membuat kaget mama nya dengan kondisinya yang sekarang, yaitu kepala yang diperban dan luka yang ada di kakinya


“Kamu kenapa sayang? Kamu jatuh bawak motor? Atau kamu ditabrak sayang” Ucap Anna sedih yang sangat khawatir kepada putri satu satunya itu


“Cilla ditabrak tadi pagi ma, dan biaya berobatnya udah ditanggung sama yang nabrak terus motor cilla juga udah dibawa ke bengkel sama yang nabrak juga, cilla gak turun karna kaki cilla sakit buat turun tangga” kadu cilla ke anna


Anna yang sudah sangat khawatirpun segera memanggil suaminya yaitu papa cilla


“Paaa, papaa cilla ditabrak orang ayok bawa cilla berobat paa” Ucap Anna sedikit berteriak, dan papa cilla pun segera berlari keatas kearah kamar cilla


“Apa yang sakit sayang? Kenapa kamu bisa sampai begini, ayok kita kerumah sakit” ucap Ferdy cermas melihat kondisi anaknya


“Cilla gak apa ma pa, cuma kakinya doang yang sakit buat dibawa jalan turunin tangga” ucap cilla


“Makanya itu ayok dibawa kerumah sakit takut terjadi apa apa” jawab Ferdy cepat dan segera disetujui oleh mamanya Anna


“Enggak ma pa, besok juga udah sembuh kalau dibawa istirahat” ucap cilla meyakinkan kedua orang tuanya, orangtua nya hanya bisa pasrah karna putrinya yang keras kepala tersebut menolak


“Yauda mama bawa aja makan malamnya ke kamar kamu ya, habis itu obatnya diminum” ucap mama nya sambil mengelus kepala cilla dan berlalu turun ke bawah yang diikuti oleh papa nya


“Cilla beneran gak apa gak kita bawak kerumah sakit ma?” Ucap papa nya mengikuti arah punggung anna


“Anak kita keras kepalanya sama seperti kamu pa, sekalinya tidak ya tidak dan tidak ingin dibantah huh” ucap anna sedikit kesal karna memikirkan sifat anaknya yang duplikat seperti suaminya.


(Tok tok tok) keesokan paginya


“Nyari siapa ya?” Tanya anna kepada pemuda tersebut sambil tersenyum


“Ah iya kenalin tante, nama saya Kenzie Alsaki” jawab kenzie sambil menyalamin tangan Anna dan dibalas sama Anna


“Temen sekolahnya cilla ya? Oh iya masuk dulu nak kenzie biar tante panggilin cilla, sepertinya cilla tidak sekolah karena sakit dia semalem kecelakaan” Ucap anna sedih


“Saya kakak kelasnya cilla tan, saya yang mengantar pulang cilla dari rumah sakit semalam” jawab kenzie sambil tersenyum


“Oh ya? Terima kasih ya nak kenzie udah bersedia menolong cilla, bentar ya tante ke atas panggil cilla” ucap Anna sambil berlalu naik ke lantai atas menuju kamar cilla


Tok tok tok


“Sayang ada temen sekolah kamu di bawah” ucap Anna dibalik pintu kamar cilla, cilla yang sudah siap untuk berangkat sekolah pun segera membuka pintu kamarnya dia ingin bertanya ke mama nya siapa yang datang


“Siapa ma? Cewek?” Tanya Cilla penasaran


“Hmm gak salah tadi namanya kenzie, eh kamu beneran mau sekolah? Kamu udah gak apa? Mama cemas sama kamu sayang” ucap Anna yang sangat mencemaskan keadaan putri satu satunya itu.


cilla yang mendengar nama itupun terkejut bukan main ternyata kenzie bersungguh sungguh untuk menjemputnya, cilla pun segera turun kebawah dengan keadaan kaki yang sedang pincang.


“Pelan pelan cilla” ucap Anna sedikit berteriak, Anna yang terkejut melihat cilla yang tergesa gesa turun pun segera menegur cilla, takut putrinya kenapa kenapa


Cilla pun hanya membalasnya dengan cengira kuda khasnya, sampai lah cilla dilantai bawah dan lebih alangkah terkejutnya melihat sosok kenzie diruang tamunya


“Hallo” ucap pria tersebut yang sedang menampilkan senyuman yang menurutnya paling indah


Continues....