Demon God

Demon God
Mistguard mulai bersiaga



Sementara itu diperjalanan menuju ibukota kerajaan mistguard pasukan Ryuji menanyakan padanya tentang apa yang baru saja Ryuji lakukan kepada pasukan maxveron.


"apakah tidak apa apa membiarkan mereka kabur begitu saja?" tanya seorang bawahan Ryuji


"aku mengenal orang itu,dia adalah kapten divisi swordmaster di maxveron tidak mungkin dia menghancurkan hutan wilayah kita tanpa alasan yang jelas."


"tapi bukankah mereka terlihat kegirangan saat membabat habis pepohonan disana?,meskipun begitu tindakan mereka bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan"


"yah itu memang terlihat mencurigakan, tapi aku penasaran kenapa tidak bisa mendeteksi siapa yang sebenarnya mereka lawan. Apakah mereka terjebak dalam suatu teknik ilusi sehingga tanpa sadar terus bergerak maju dan menyerang tanpa memperhatikan sekitarnya" ucap Ryuji sambil mengelus elus janggutnya.


"yo..hey Ryuji darimana saja kau ini sudah lama aku tidak melihatmu" tanya seseorang sambil berjalan mendekatinya dari pos penjagaan ibukota.


"yah seperti biasanya aku hanya tidur siang sejenak hi..hi.." jawabnya sambil tertawa kecil dan mengelus bagian belakang kepalanya.


"kau ini tidak berubah sama sekali dari dulu. Oh iya kudengar kau baru saja pulang dari perbatasan ya memangnya apa yang terjadi disana?"


"ahh tidak ada apa apa semua aman terkendali kok" jawabnya sambil tersenyum seolah tidak terjadi apa apa barusan.


"benarkah begitu?"


setelah itu orang tersebut merasa curiga dan langsung mengeluarkan aura intimidasinya dengan sangat kuat sampai sampai membuat para bawahan Ryuji terpental ke belakang.


"jangan main main denganku Ryuji aku sedang serius bertanya padamu sekarang" kata orang itu sambil mengepalkan tanganya.


"apakah menurutmu aku menyembunyikan sesuatu kakek tua Shinji ?" jawabnya sambil terseyum tipis dan menutup matanya. Tidak mau kalah dengan Shinji Ryuji lalu juga mengeluarkan aura intimidasinya sehingga terjadi tercipta sebuah lingkaran yang memiliki tekanan sangat kuat yang mengelilingi mereka berdua. Sampai akhirnya ada seseorang yang berani menghentikan pertikaian mereka berdua dengan melemparkan pedangnya dan menancap tepat ditengah-tengah mereka.


"kalian berdua hentikan! apa maksudnya ini kalian mengeluarkan aura seperti itu ditengah kota,apa kalian mau menghancurkan kota ini?" tanya seseorang dengan pakian hijau putih disertai logo harimau dibelakang jubahnya.


seketika keadaan pun langsung hening sejenak dan mereka perlahan mulai menonaktifkan intimidasinya. Setelah keadaan membaik,Takano baru menanyakan kepada mereka apa alasan mereka tiba tiba melakukan hal gila tersebut ditengah tengah kota.


Ryuji menjawab dengan spontan "itu karena kakek tua biadab ini tiba tiba mengeluarkan auranya disini jadi jika aku tidak melakukan hal yang sama sudah pasti aku akan terlempar".


"kalau begitu apa alasanmu mengintimidasi Ryuji,tuan Shinji?"


"dia baru saja pulang dari wilayah Heiran dan aku mendengar sebuah informasi bahwa hutan disana sudah hancur berantakan,tapi saat aku menanyai Ryuji dia tidak mau mengatakan apapun jadi aku intimidasi dia agar mau membuka mulutnya" jawab Shinji berterus terang


"Ryuji kenapa kau menyembunyikan hal ini, kau tau yang sebenarnya terjadi disana kan?" tanya Takano sambil menatap Ryuji dengan tajam.


Ryuji pun mengajak Takano untuk pergi ke tempat makan lalu menjelaskan apa yang terjadi,karena dia tau Takano adalah tipe orang pemikir yang mengandallan otaknya daripada ototnya. Hal itu berbanding terbalik dengan Shinji yang selalu mengedepankan ototnya jika membahas sesuatu yang berkaitan dengan kerajaan.


"jadi begitu ya,jika benar apa yang kau katakan bisa dipastikan bahwa musuh mereka merencanakan sesuatu untuk mengadu domba kita"


"nah seperti itulah yang aku kagumi darimu senior,kau mampu menganalisa segala sesuatu dengan kepala dingin beebeda dengan kakek tua itu makanya aku malas bercerita denganya" kata Ryuji sambil memuji kemampuan menganalisa dengan cepat seniornya.


"dia adalah orang berdarah panas jadi harap dimaklumi saja,lalu apa ada yang kau ketahui lagi?


"jika memang benar musuh berniat mengadu domba ke 2 negara berarti ada yang diincar oleh pihak ketiga ini,tapi apa yang sebenarnya mereka incar?" Ryuji mulai bertanya tanya dan memikirkan apa yang sebenarnya mereka incar


"sejauh ini aku belum bisa menyimpulkanya,lebih baik kita memperkuat pertahanan kerajaan sembari mencari informasi lebih rinci tentang mereka".


"apa kita perlu memanggil wanita itu?" tanya Ryuji sambil memakan camilan yang ada di meja.


"nona Yamaguchi ya, kita harus benar benar berada dalam mode siaga kali ini bisa saja musuh menyerang kita disaat kita lengah,jadi kumpulkan semua pasukan untuk memperkuat pertahanan"


Obrolan mereka pun berakhir disini dan pada akhirnya Ryuji pun berangkat sendirian untuk mendatangi tempat Yamaguchi yang berada di pantai seiki sebelah barat kerajaan mistguard.


Sesampainya disana Ryuji pun disambut oleh 3 orang wanita yang merupakan pengawal elit dari Yamaguchi. Salah satu dari mereka lantas menanyakan ada keperluan apa seorang pilar mendatangi atasanya.


"apakah bossmu didalam? tanya Ryuji.


"ada perlu apa kau kemari kalau cuma untuk menantangnya duel lebih baik kau kembali saja" kata salah satu dari mereka.


"kalian masih saja menyebalkan." kata Ryuji kesal karena tidak disambut dengan baik oleh mereka.


"apa katamu, apa kau mau kupenggal disini?" jawab wanita yang paling tinggi.


"Water boiled technique : Geyser"


dengan tanpa aba-aba wanita itu lantas mengeluarkan tekniknya dan langsung diarahkan ke Ryuji. Dengan spontan ryuji pun menahan serangan itu dengan teknik barier badai miliknya.


"apa apaan kau ini,aku kesini bukan untuk bertarung,kumohon hentikan! aku hanya ingin berbicara pada boss mu"


tanpa mendengarkan Ryuji wanita itu terus saja menghujani Ryuji dengan serangan airnya.


"Water manipulation technique : water slash"


seketika 3 sabit air pun melesat cepat ke arah Ryuji, karena dia mulai terdesak dan geram akhirnya Ryuji pun memutuskan untuk melawan balik.


"Thunderbolt,tornado, lalu sebagai finishing barier space dan juga storm"


saat teknik itu dilancarlan cuaca yang cerah pun tiba tiba menjadi gelap dan hujan petir pun datang. Saat barier spacenya diaktifkan Ryuji mampu membuat sebuah ruangan terisolasi dimana target dan Ryuji terjebak didalamnya dan teknik storm miliknya pun langsung menghujani barier tersebut tanpa henti. Sampai pada akhirnya sang ratu penguasa es datang,dia muncul dengan menggunakan payung hitam khas miliknya dan mengenakan pakaian biru putih dengan logo kura kura di punggungnya.


"Ryujiiiii.......hentikan teknik bodohmu ini,bukankah kau kemari hanya untuk mencari diriku?" tanya wanita itu sambil menghentikan pertarungan dengan payung hitamnya.


"ahh akhirnya kau keluar juga kakak" jawab Ryuji sambil tertawa kegirangan dan menghilangkan barier space miliknya.


"sejak kapan aku menjadi kakakmu,bodoh" jawab wanita itu sinis


"hehehe... aku tidak peduli kau menganggapku apa tapi aku akan selalu menjadi adikmu yang menggemaskan"


"itu sangatlah lucu nak,sekarang tunjukan kemaluanmu...emm..maksudnya ehhh...apa maksud kedatanganmu kemari"


"yah kau ini emang pelacur sih jadi tidak heran kau membicarakan hal vulgar seperti itu" jawab ryuji.


"kau panggil apa aku barusan,bajingan"


"tenanglah kakak,bagaimana kabarmu kak apa kau masih sehat?."


"cukup sehat untuk membunuhmu disini" jawabnya masih kesal.


"sialan,kau selalu saja berkata seperti itu saat aku mendatangimu,tapi kali ini aku tidak memiliki hasrat untuk bertarung denganmu"


"tumben sekali kau tidak mengajaku bertarung apa kau sudah menyerah untuk menghadapiku?". kata wanita itu sambil menggoda Ryuji


*itu karena aku punya sesuatu yang harus dibicarakan serius denganmu"


"pasti kau ingin mengajak ku berkencan lalu melakukan hal itu kan?"


"hentikan pembicaraan bodohmu dasar pelacur,aku kemari karena ada informasi penting yang mengharuskan para pilar berkumpul di ibukota"


"sepenting apa hal itu?, apa akan ada pesta besar besaran yang digelar di ibukota?"


"ada musuh yang berniat mengadu domba negara kita dengan maxveron"jawab Ryuji dengan tatapan tajam dan nada serius dihadapan Yamaguchi.


"ohh....sepertinya ini masalah genting apa semua petinggi sudah mengetahui hal ini?"


"belum pasukan kerajaan belum mengetahui apa apa disini karena hanya para pilar saja yang baru ku beri tahu"


"jadi apa rencanamu sampai sampai kau mendatangiku secara pribadi"


"besok akan ada pertemuan penting yang harus dihadiri oleh pilar dan para komandan pasukan kerajaan,jadi aku datang menemuimu sendiri karena kau tidak pernah datang saat diundang oleh para utusan kerajaan" jawab Ryuji dengan memalingkan wajahnya.


"baiklah aku akan datang besok,jadi apa kau mau bermalam disini atau langsung kembali ke kediamanmu?


"karena aku lagi sendiri mungkin aku akan menginap disini,tentu saja aku akan tidur dikamar terpisah denganmu"


"kenapa bukankah kita bisa melakukan hal hal menyenangkan saat berdua"


"ti....dak....ma....u aku ingin menyendiri malam ini" dengan cepat Ryuji menolak ajakan wanita itu


"dasar pria yang menyedihkan,baiklah akan ku persiapkan kamar untukmu"


"oii Seira siapkan kamar untuk tamu gak penting kita ini" ucap Yamaguchi sambil menunjuk salah satu pengawalnya.


"baik nyonya" lalu Seira pun segera pergi untuk mempersiapkan kamar untuk Ryuji.


Ryuji dan Yamaguchi berbincang santai sambil menunggu kamarnya selesai disiapkan. Dalam perbincanganya Ryuji menanyakan pada Yamaguchi apakah dia mengetahui sesuatu dengan para iblis,namun Yamaguchi mengatakan bahwa beberapa waktu belakangan memang terjadi gangguan ruang dimensi yg memghubungkan ke 3 dunia.


"apakah kau merasakan adanya kemunculan aura yang kuat disekitar sini belakangan ini?"


Yamaguchi lantas menjawabnya kalau dia memang sedikit merasakanya tapi dia tidak yakin apakah yang dirasakanya itu berasal dari iblis,dewa atau manusia karena auranya sangat samar bahkan saat dia memfokuskan dirinya untuk mendeteksi aura tersebut,auranya malah lenyap.Ryuji lalu menganggukkan kepalanya seakan sependapat dengan Yamaguchi karena dia juga merasakan hal yang sama.Perbincangan mereka lalu dihentikan karena kedatangan Seira yang melaporkan bahwa kamar untuk Ryuji telah siap.


"kurasa percakapan kita harus berhenti disini Ryuji,sekarang masuklah ke kamarmu dan beristirahatlah."


"terima kasih atas sambutanya,senior"


"untuk kalian berdua berjagalah di depan istana aku tidak ingin ada cecunguk yang datang mengusik kediamanku" sambil menunjuk bawahanya Yamaguchi lantas berlalu meninggalkan mereka semua dan segera menuju ke ruangan pribadinya.


"siap nyonya" jawab mereka.


Malam itu pun berlangsung sunyi tanpa adanya gangguan. Pagi harinya Ryuji dan Yamaguchi berangkat menuju ibukota untuk membahas sesuatu dengan pilar lainya dan Yamaguchi memberikan amanat pada bawahanya untuk menjaga kediamanya saat dia sedang pergi.