
Keesokan paginya semua anggota sudah berkumpul di aula markas. Terlihat ada yg semangat latihan,ada yang saling bercanda antar anggota,ada juga yg masih merasa ketakutan karena membayangkan betapa kuat musuh yg akan dihadapi kali ini.
"Hai Fox kenapa wajahmu terlihat begitu pucat apa kau merasa tidak enak badan?" kata Jimmy salah satu anggota swordmaster.
"apakah aku terlihat begitu buruk pagi ini?" ucap Fox balik bertanya.
"yah menurutku kau nampak tidak seperti biasanya,dimana kau selalu ceria setiap hari tapi kali ini kenapa kau duduk menyendiri di pojokan?" jawab Jimmy.
"jujur saja aku merasa agak takut dengan musuh seperti apa yang akan kita hadapi kali ini". Fox bicara sambil menarik nafas panjang.
"Sudahlah Fox tenang saja semua akan baik baik saja yakinlah pada kekuatan kita jangan sampai pikiranmu menggagu fokusmu sebelum memulai bertempur".
"tapi...".
"selamat pagi semuanya apa kalian sudah siap berangkat?" ucap kapten dengan lantang sambil berjalan dari pintu.
"ayo kita lakukan kapten sudah lama kita tidak mengamuk". Kata seseorang yg baru latih tanding berpedang dengan rekannya.
"oii oii jangan lupakan misi kita,kita tidak diperintahkan untuk menyerang musuh melainkan hanya menginvestigasinya,jadi jangan bergerak tanpa perintah dariku".
"hah apa kau bercanda bos? kita semua adalah para anggota divisi swordmaster bukan divisi intel buat apa kita menginvestigasinya??". Tommy keheranan melihat tingkah kaptenya yang tiba tiba bisa berubah menjadi orang yang berfikir kritis padahal biasanya dia adalah orang bar bar yang menyerang musuh tanpa mempedulikan sekitarnya.
"hei Tommy,apa kau tahu seperti apa musuh kita kali ini? bahkan divisi intel saja yang merupakan penyelinap handal bisa dibantai satu persatu bagaimana dengan kita yang terbiasa bertarung diarea terbuka,bukankah musuh akan lebih mudah menemukan dan menyerang kita?" Jawab kapten luck dengan tegas.
lalu kemudian kapten Luck mengalihkan pandanganya ke arah Omura sambil berkata
"Omura,kau adalah anggota baru disini jadi kuharap kau tidak bergerak terlalu gegabah". katanya memperingatkan Omura
Omura pun tidak menjawab dengan kata apapun dia hanya menganggukan kepalanya sambil menggenggam pedangnya dengan sangat erat.
"Baiklah kita berangkat sekarang"
kapten pun akhirnya memulai pergerakanya dan berangkat menuju perbatasan kerajaan. Sesampainya di tempat tujuan betapa terkejutnya semua orang melihat kondisi desa-desa sekitar perbatasan yg hancur dan hanya tersisa puing puing bangunan.
"A..apa yang terjadi disini bukan kah kita hanya akan menginvestigasi daerah ini?" ucap Omura seraya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini.
kapten Luck pun mulai mengatakan sesuatu.
"menurut informasi yang kita terima seharusnya kita hanya akan menginvestigasinya,namun nampaknya prediksi dari atasan salah ternyata musuh sudah bergerak menginvasi kerajaan kita"
lalu kapten mulai merasakan amarah yang meledak-ledak karena melihat pemandangan yang sangat buruk ini.
"Hoeii Tommy sepertinya kita akan mengamuk hari ini apa kau merasakan apa yang aku rasakan?".
"tentu saja aku merasakanya. Aku merasa aliran darah diseluruh tubuhku dipenuhi dengan energi yang sangat panas seakan-akan tubuhku ini mau meledak,jadi apa yang akan kita lakukan Luck".
Tommy berkata sambil memasang wajah beringas diikuti dengan senyuman mengerikan yang terlukis diwajahnya.
"Semuanya lupakan saja apa yang kukatakan tadi pagi ayo kita bantai musuh yang berani menyerang kerajaan kita,aku sudah tidak sabar lagi untuk melakukanya,tapi aku akan membagi jadi dua tim".
"apa maksudmu bos bukankah kita akan menggila kali ini?" ujar salah seorang anggota.
"jika kita semua menyerang siapa yang akan menyelamatkan para warga sipil?" jawab kapten Luck
"Karena divisi kita hanya berjumlah 20 orang kita bagi 10 orang di setiap tim. Tim satu ikut aku untuk menyerang dan tim satunya lagi kalian ikuti Omura karena dia lebih tau daerah sekitar sini" terusnya.
pada akhirnya mau tidak mau para anggota pun membentuk 2 tim dan mulai berpisah.
"Omura kemana kita akan pergi disini kau yang dipercaya kapten untuk menuntun jalanya" kata jimmy sambil memegang bahu Omura.
"baiklah jika kalian tidak keberatan mengikuti perintahku aku akan menuntun kalian untuk mengevakuasi para warga sipil" jawab Omura.
"aku harus memastikan keadaan ibuku terlebih dahulu."kata Omura dalam hati.
lalu setelah mengarahkan para anggota yang lain dia pun bergegas pergi ke rumahnya. Betapa terkejutnya Omura saat dia memasuki rumahnya dia melihat ibunya sudah dalam keadaan yang sangat mengenaskan seluruh tubuhnya penuh luka sayatan dan luka memar,Omura pun lantas berlari kearah ibunya dan langsung menangis sambil memangku ibunya.
"ibu apa yang terjadi siapa pelaku dari semua kejadian ini?".
"Omura akhirnya kau datang juga nak,maafkan ibu tidak bisa melihatmu saat menjadi ksatria yang hebat,ibu rasa uhukk...uhukk.. ibu akan meninggalkan mu dan ayah kali ini". Ucap ibunya sambil batuk berdarah.
"jangan tinggalkan aku ibu, aku masih belum ingin kehilangan dirimu" Omura menangis tersedu-sedu dihadapan ibunya
"maafkan ibu nak kumohon larilah jangan melawan musuh kali ini,mereka sangat kuat uhukk... ukh.. dilihat dari seragamnya sepertinya musuh berasal dari mis...."
belum selesai ibunya mengatakan sesuatu dirinya sudah menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Omura.
"I....bu....i...bu.aaaaa...."Omura berteriak sekuat tenaga dan menangis sejadi jadinya.
setelah beberapa saat dia meratapi kepergian ibunya Omura pun lalu memakamkan ibunya dibelakang rumahnya.
"maafkan aku ibu aku belum bisa membahagia kanmu, aku bertekat akan membalaskan dendamu kepada pelaku yang telah menganiayamu sampai seperti ini" ucap Omura dihadapan makam ibunya.
lalu dia mendatangi anggota yang lain dan menanyakan apakah ada yang masih bisa diselamatkan, namun ternyata mereka tidak menemukan satupun orang yang masih bertahan hidup. Omura pun bertanya pada Jimmy.
"apakah kau menemukan suatu petunjuk?"
"aku tidak menemukan apapun kecuali sisa sisa bangunan yang berserakan dimana mana,aku turut berduka atas peristiwa ini Omura"
"jadi begitu ya rupanya musuh telah mengetahui pergerakan kita lalu mereka bergegas pergi meninggalkan daerah ini."
Omura pun lantas mengajak para anggota lain untuk menemui kapten dan melaporkan padanya.
Sementara itu ditempat kapten berada
"ENHANCEMENT : Iron skin,Hammer punch"
"ha ha ha ha..apakah apakah cuma ini kemampuan kalian?." kapten mengamuk dan sangat kegirangan bisa bertarung dengan bebas bahkan diapun belum mengeluarkan pedangnya dan hanya bertarung menggunakan tangan kosong
disisi lain wakil kapten Tommy pun juga terlihat bersenang senang membantai para musuhnya.
"akan kuajari kalian sopan santun saat berada di negeri asing dasar para sampah".
"SPACE DIMENTIONAL TECHNIQUE : Armory"
setelah mengucapkan kata tersebut dalam sekejap muncul sebuah portal yang ada disamping Tommy, portal tersebut mampu mengeluarkan senjata sabit raksasa yang langsung digunakan Tommy untuk menyapu bersih pepohonan yang ada dihutan sehingga musuhpun tidak mempunyai tempat untuk bersembunyi
"sekarang mau kemana kalian, tidak ada tempat sembunyi lagi disini."
setelah mereka membantai para musuh yang melarikan diri tim Omura pun akhirnya tiba dilokasi dan langsung memberitahu kapten bahwa yang mereka hadapi bukanlah pasukan kerajaan mistguard.
"apa mereka bukan pasukan kerajaan mistguard?" tanya kapten keheranan.
"benar kapten sepertinya kita telah diadu domba oleh musuh yang tidak diketahui darimana asalnya." jawab Omura meyakinkan kaptenya.
tidak berselang lama dari itu tiba-tiba muncul seseorang dari kerajaan mistguard yang memakai baju berwarna biru dan celana hitam dengan jubah putih bergambar burung finch"
"sampai disitu saja pasukan swordmaster dari maxveron,kalau kalian maju selangkah lagi aku akan menyatakan peperangan disini juga"
sontak hal tersebut membuat kapten Luck dan para anggota lain terkejut,lalu kapten Luck pun menyuruh para anak buahnya untuk menurunkan senjata mereka.