
Setelah kapten Luck dan para bawahanya menyarungkan kembali senjata mereka kemudian kapten Luck pun bertanya pada orang misterius tersebut dan para bawahanya.
"ada perlu apa kalian datang kesini"
"aku datang karena mendengar suara berisik yang mengganggu tidur siangku,lalu siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya sebagian besar pepohonan dihutan ini?" kata orang itu sambil bertanya balik.
"bukankah ini masih wilayah kerajaan maxveron apa yang dilakukan prajurit mistguard disini?." kapten Luck menjawab sambil menahan aura besar yang dikeluarkan orang misterius tersebut.
"kau telah melewati perbatasan kerajaanmu jika kau masih mau melawan akulah yang akan menghadapimu." kata orang itu sambil mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat.
kapten Luck pun lalu memerintahkan anak buahnya untuk mundur kali ini dan melapor kepada atasan terlebih dahulu.
Disaat mereka dalam perjalanan pulang ada beberapa anggota yang bertanya tanya tentang orang misterius tadi.
"aura orang tadi menyeramkan sekali"kata salah satu anggota sambil merinding ketakutan.
"ngomong ngomong siapa ya orang itu tadi"terusnya.
"dilihat dari seragam yang dia kenakan dia bukanlah prajurit biasa" sahut salah 1 temanya.
lalu Tommy menjawab rasa penasaran dari bawahanya.
"biar kuberitahu kalian, sebenarnya dia adalah salah satu dari 4 pilar suci mistguard."
"4 pilar suci mistguard,siapa dan apa maksud dari 4 pilar suci itu?" tanya Omura.
kapten pun lalu menjelaskan para 4 pilar suci tersebut kepada bawahanya.
"4 pilar suci mistguard adalah 4 orang terkuat dari kerajaan mistguard,mereka terdiri dari Nakamura Shinji sang naga biru yang menjadi pemimpin tertinggi pasukan kerajaan mistguard,yang ke 2 ada Takahashi Nakano sang harimau putih yang menjaga seluruh daratan mistguard, yang ke 3 ada Yamaguchi Kitano sang kura-kura hitam dia adalah orang yang menjaga seluruh lautan mistguard,dan yang terakhir orang yang baru saja kita temui tadi Hasegawa Ryuji sang burung merah orang yang bertugas memantau dan menjaga wilayah langit mistguard."
"nah seperti itulah mereka seperti yang baru saja dijelaskan oleh kapten kekuatan mereka bukanlah berada dilevel kita" ucap Tommy seraya menguatkan perkataan kaptennya.
"jadi apakah kita tidak akan bisa apa apa jika melawan mereka?" tanya Omura sambil memiringkan kepalanya seakan meremehkan kekuatan ke 4 pilar suci mistguard.
"jangan meremehkan mereka Omura! kau tentu dapat merasakan sendiri aura intimidasi dari Ryuji tadi kan,bahkan aura itu bisa membuat orang biasa langsung tumbang seketika."kata kapten Luck berkata pelan sambil menepuk bahu Omura
"apakah kau pernah melawan salah satu dari mereka kapten?"
"aku pernah sekali melawan Nakano, namun saat itu dia belum menjadi 4 pilar yaitu saat peperangan antara kerajaan maxveron dengan mistguard yang terjadi sekitar 12 tahun yang lalu"
"bagaimana hasil pertarunganya?" Omura semakin penasaran dengan masa lalu kaptenya.
"seperti yang kau lihat dari bagian kiri wajah ku, luka ini tercipta dari teknik Lightning Tiger Claws miliknya yang memiliki kecepatan sangat tinggi dan kuat. Saat itu pedangku tidak mampu menahan kekuatan dari cakaran petirnya dan pedangku pun langsung hancur berkeping keping" kapten bercerita sambil menunjuk luka di bagian kiri wajahnya.
"lalu bagaimana bisa kau..."
"m..ma...maafkan aku wakil kapten" Omura pun lalu menunduk dan langsung terdiam seketika.
perjalanan pun berlanjut dengan kesunyian dimana tidak ada satupun orang yg bersuara diperjalan,sesampainya di perbatasan kerajaan Kapten luck baru berbicara sambil memberikan perintah.
"baiklah kalian boleh pulang kerumah masing masing sekarang, biar aku dan Tommy saja yang memberikan laporan kejadian hari ini"
ucap kapten saat memasuki pintu masuk ibukota kerajaan.
"siap laksanakan tuan!" jawab mereka serentak.
mereka pun lantas berpencar dan kembali kerumah masing masing. Berbeda dengan yang lainya kini Omura yang diliputi kesedihan dan rasa penasaran akan kejadian sebelumnya tidak langsung pulang melainkan dia ingin menemui ayahnya dan mengatakan apa yang baru saja dia alami. Omura lalu berjalan ke tempat ayahnya berada,yaitu di pos komando bagian barat. Sesampainya disana dia langsung berlari keruang pribadi ayahnya.
"Ayah,ada hal penting yang ingin kubicarakan!"
"apa hal itu berkaitan dengan ibumu?"
"darimana kau tahu hal itu padahal aku belum bicara sepatah katapun"
"aku sudah merasakanya dari awal tapi maaf aku tidak bisa kesana,jadi..."
"kalau kau tahu kau harusnya marah,sedih dan segera kesana apapun yang terjadi! bukan malah bermalas malasan disini" Omura berkata sambil meluapkan perasaannya.
"aku tau kau sedang bersedih Omura tapi kita ini prajurit, yang namanya prajurit itu lebih mengutamakan kepentingan kerajaan dari pada kepentingan rumah tangga" jawab ayahnya sambil menyeka air mata yang mulai mengalir di pipi Omura.
"apakah ayah tau siapa pelaku dari kejadian ini?."
"untuk sekarang aku tidak tahu apa apa tentang kejadian ini, tapi mungkin saja setelah adanya laporan dari kapten Grimmluck akan ada pertemuan para jendral dan kapten yang akan membahas hal ini. Kau sudah bertindak cukup baik hari ini,jadi pulanglah dan beristirahatlah dahulu! serahkan semua ini padaku" jawab ayahnya sambil berdiri dan memalingkan wajahnya.
"baiklah aku akan pulang,jika kau sudah tahu pelakunya beritahu aku ya, aku akan ikut maju kegaris depan demi membalaskan dendam ibu." kata omura sambil berlalu meninggalkan ayahnya yang berusaha menyembunyikan kesedihanya.
tidak berselang lama setelah kepergian Omura salah satu bawahan ayahnya datang menemuinya.
"maaf mengganggu anda tuan, apa tuan tadi sedang berselisih dengan anak anda?"
"ahh tidak tidak, aku hanya sedikit terharu dengan pencapaian anak itu"
"ohh syukurlah kalau begitu,saya juga merasa senang dengan hasil perkembangan Omura"
"ada apa kau datang kemari?" tanya jendral Austin yang merupakan nama asli dari ayah Omura kepada bawahanya tersebut.
"saya mendapatkan informasi rahasia dari Jendral ke 5 bahwasanya iblis akan memulai sebuah ritual di daerah negri atas awan"
mendengar hal itu Austin lantas berdiri dan meminta isi laporan tersebut. Setelah itu Austin membaca laporanya dan bergegas pergi menuju daerah yang dimaksud dengan beberapa mayor jendral yang menjadi pengawal elite nya.