Demon God

Demon God
Kerajaan Maxveron



Semakin hari perkembangan Omura dari hasil latihan bersama ayahnya dan ksatria kerajaan pun kian meningkat dan dia akhirnya di angkat menjadi ksatria kerajaan di dalam divisi swordmaster. Meskipun pangkatnya masih rendah tapi kekuatanya tidak bisa diremehkan karena dia sudah mampu mengubah aura yg dimilikinya menjadi sebuah elemen api.


"Kau tumbuh menjadi ksatria yg cukup kuat dengan cepat ya Omura" kata kapten divisi swordmaster sambil berjalan mendekati Omura.


"Apakah menurutmu begitu kapten Luck?" sahut Omura seakan tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan kaptenya.


"Tentu saja,kau baru berusia 18 tahun dan kau sudah menjadi seorang ksatria kerajaan itu merupakan prestasi yang luar biasa"jawab kapten luck menegaskan.


"Terima kasih atas pujianya kapten tapi sebenarnya aku tidak terlalu bisa mengendalikan kekuatan yang ...." belum selesai omura mengatakanya kapten Luck pun langsung memotong perkataan Omura


"jangan bicara seperti itu, jalanmu masihlah sangat panjang, kau bukanya tidak bisa mengendalikan kekuatanmu namun masih belum bisa. Latih terus kemampuanmu maka seiring berjalanya waktu kau akan mampu menjadi ksatria yang hebat!" ujarnya.


"baik kapten"


Kapten Luck pun lalu mengajak Omura untuk segera ke aula divisi dan memulai rapat divisi swordmaster.


Kapten grimmluck volkstad adalah seorang kapten dari divisi swordmaster yg menggunakan 2 pedang sebagai senjatanya. Dia memiliki perawakan tubuh yg kekar berotot dengan bekas luka sayatan dari dahi sebelah kiri hingga pipi kirinya yang membuat wajahnya terlihat garang.


"Apakah semuanya sudah berkumpul" tanya kapten kepada wakil kapten Tommy Auxville.


"Sudah semua Luck" jawabnya.


"Oke,dengarkan semua! kali ini kita mendapatkan misi untuk menyelidiki kasus hilangnya para anggota divisi informasi yang memantau daerah perbatasan kerajaan Mistguard" ucap kapten menjelaskan misinya.


"Bukan kah daerah itu merupakan desa kelahiranku,mengapa hal ini bisa terjadi" Omura bergumam dalam hati.


"Semoga saja semua orang didesa baik baik saja aku tidak akan memaafkan siapapun yang berani menyentuh warga desa asalku" terusnya.


"Kapan kita berangkat kapten?" kata salah satu anggota swordmaster.


"Siap laksanakan kapten" jawab semua anggota serentak.


setelah rapat semua anggota pun mulai meninggalkan aula dan kembali melakukan aktivitas mereka masing masing. Saat yang lainya sudah meninggalkan aula Omura kali masih duduk di pojokan aula dia memiliki masalah yang sangat mengganggu pikiranya karena dia memiliki firasat yang buruk tentang ibunya.


"Apa yang kupikirkan,kenapa ini terus muncul di kepalaku dengan sendirinya" Omura memegang kepalanya yang terasa sangat pusing dengan apa yang menghantui pikiranya.


"Sedang apa kau Omura" Omura kaget mendengarnya karena tiba tiba wakil kapten Tommy datang menghampirinya.


"Ahh tidak apa apa aku hanya merasa sedikit pusing."


"apa kau pusing memikirkan misi untuk besok?"


"Tidak,ah maksudku iya aku sedikit pusing memikirkan strategi apa yang akan aku gunakan untuk melawan musuhku besok" jawabnya sambil menutupi apa yang sebenarnya dia pikirkan.


"Kita sebagai divisi swordmaster tidak perlu strategi yang aneh aneh kita cukup bertarung saja dengan pedang ditangan kita lalu habisi semua musuh yang ada"


"Ohh begitu ya, baiklah kalau begitu aku akan beristirahat saja dulu untuk meringankan kepalaku"


Omura sengaja menyembunyikan apa yang dipikirkanya agar tidak membebani orang lain


"Yasudah sekarang kau istirahat saja sekalian buat persiapan besok pagi" Kata Tommy sambil beranjak pergi meninggalkan Omura.


"Iya kak Tommy"


setelah Tommy meninggalkan dirinya Omura pun berusaha untuk menghilangkan pikiranya dengan pergi ketempat ayahnya dan memintanya untuk berlatih lagi.