DEAD LINE

DEAD LINE
Part 4



Pagi ini, Shaka terpaksa harus nebeng bersama cakra, melompat dari montor disusul cakra yang sedang membuka helm, Biasalah montor shaka hari ini sedang disita oleh ibu ratu.


Cakra merangkul bahu Shaka, Paham dengan situasi. " semua heart akan hurt pada waktunya, maka pahamilah."


Shaka menatap Raina, yang sedang berjalan beriringan dengan Alvian. ingin sekali Shaka mengajak baku hantam, namun tetap di tahan keinginan nya. Tidak sopan kan pagi-pagi membonyokkan anak orang.


"Lu kenapa boss? lagi bahagia? Beralih menatap Reza yang tepat berada disampingnya, menenteng kantung kresek hitam yang berisi buah jambu biji.


"Bahagia mbah mu salto" karena malas menanggapi, shaka langsung berlari mengejar Raina yang sudah berjalan jauh didepannya.


Cakra merampas kantung kresek "pagi-pagi udah jadi maling jambu aja lo."


"Enak aja, itu nemu dari bawah pohon, lumayan kan buat isi perut." Cakra terlanjur menelan, nyangkut di tenggorokan, dan langsung ditendang sampai ke perut.


Shaka asal menubruk dua makhluk dihadapannya,lalu berdiri ditengah-tengah.


"Gue duluan ya Ra" Raina mengangguk, Alvian berlalu pergi saat bertatapan langsung dan melihat mata shaka yang melotot tajam.


" si kafan bin cat Avian bang-------?"


"Alvian!!! bukan Kafan bin cat Avian."


menatap lempeng. "Tadi gue nge-chat tapi yaudah kenyataannya emang gitu kan! No Respon!!"


Raina tersenyum bahagia. "Lo cemburu?" Mengharap agar Shaka akan berkata I-Y-A, namun pada dasarnya makhluk dihadapannya memang sangat menjengkelkan.


"yang jelas Ngak lah, gue cuma memastikan. Lu masih hidup apa kaga?!"


"Bukan itu maksud gue, Li cemburu gue jalan bareng Alvian?" Shaka terbelalak mendengar ucapan Raina.


"Jangan Gee-eer, buluk!"


Raina Berjalan melewati sepanjang koridor sekolah dengan wajah cemberut, sementara shaka dibuat gemas dengan sikap Raina.


"Terserah lo!!"


Raina mempercepat langkahnya untuk menuju kelas, membiarkan Shaka tertawa.


" Ngak mbel, You got my heart got my mind."


"Eeee kucing...."


Menangkis tangan Shaka, Rencana untuk ngambek sebulan tapi susah. jangan kan sebulan, sedetik pun susah. Aelah bucin!.


"Woiylah mbel......"


Raina memasuki kelasnya, Menatap mira yang sedang melakukan tugas piket kelas nya. Asal duduk dikursi,dan menyibukkan diri demi menghindari Shaka.


"Eh Mira---mistis!"


Mira memutar bola mata malas, lebih baik menyimpan energi agar tidak terpancing emosi. melanjutkan menyapu tanpa ada mood sedikit pun.


"Lu baca buku?" Raina menganggukkan kepala sebagai Jawaban pertanyaan, memperhatikan Shaka yang masih ribut dengan kursi yang ada dihadapannya. Sementara dirinya membuka lembaran buku siksa kubur, cocok untuk shaka.


" pulang sono... pulang...!!"


Memutar kursi untuk menghadap raina, tersenyum saat shaka akan berhadapan dengannya, namun salah!! laki-laki itu malah sibuk memperhatikan Raisa. teman satu kelasnya.


"Sayeng banget....."


Raina tersenyum, menatap dalam mata milik shaka.


"Sayang banget, cantik-cantik udah punya pawang." menunjuk kearah Raisa yang sedang bersama dengan Andi, wakil ketua kelas.


Tangan raina gatal, berusaha mati-matian ia menahan agar tidak menabok makhluk laknat dihadapan nya.


"Gass terusssss, liang lahat waiting for you!"


Raina memajukan wajahnya, dan berbicara pelan.


" Lo mau Glow-up, Mbel?"


Raina langsung Merubah raut wajahnya menjadi datar. " jangan ngada-ngada!!"


Shaka lalu tersenyum smirk. " Gampang, gue jaga lilin lu nanti yang keliling, gimana cocok kan?"


setelah mendengar ucapan shaka, Raina langsung menabok shaka menggunakan buku paket yang ada dihadapannya.


"Kampret mu sangat meresahkan!!"


Beranjak dari kursi, ingin pergi namun ditahan, mengeluarkan sesuatu dari balik tas sekolah yang ia sampirkan pundaknya, lalu menyodorkannya tepat dihadapan Raina.



"Buat gue?" tanya Raina saat shaka memberikan sesuatu yang ditaruh dihadapannya.


" Nggak, jual aja. Dapet duit."


Raina lalu membaca tulisan unik yang tertera.


"Ber-rak?"


"Makanya dikit-dikit aja, biar awet." Shaka beralalu menuju kelasnya.


"shaka berrrakkk....?" tanya raina dengan berteriak, karena tidak paham dengan maksud dari bungkus makanan yang diberikan oleh shaka.


Mira terkekeh merampas asal. "aneh, benar-benar langka." Tertawa cengengesan tanpa menatap raut ganas makhluk yang ada dihadapannya.


...****************...


jangan lupa tinggalkan jejak like,dan comen😀


...Selamat membaca ❤️...