
"Shaka kemana ya_"
Setelah keluar kelas, Raina celingukan mencari keberadaan satu mahluk yang dari tadi tidak terlihat batang hidungnya.
Mira menatap ke arah lapangan, dan bertepatan dengan itu netranya menangkap sosok yang tak asing lagi.
" Itu bukannya Shaka?" dengan menunjuk kepada sosok yang sedang dicari dengan jari telunjuknya.
Raina mengikuti kemana arah jari telunjuk milik Mira, dan benar. Rupanya shaka habis dihukum bersama para sohib-sohibnya yang bagaikan titisan anak ular kanal. Rambutnya sengaja yang disisir kebelakang menggunakan jari. Bukan menambah kedar ketampanan tetapi lebih mirip gembel yang ada di jalanan lampu merah.
"SMA Harapan Nusantara kok mau_ nerima satu mahluk beban sekolah seperti Shaka."
Raina berjalan kearah shaka. kesal, tentunya bukannya tobat malah sengaja menggoda cewek lain membuat raina cemburu kelanas seperti cacing terkena sabun deterjen.
" Gimana, Za?cantik?"
Reza terkekeh geli. "mukanya glowing euy,
tapi kalau dari deket berubah jadi polkadot."
Kelima cowok tersebut tertawa dipinggir lapangan dengan baju yang sudah awut-awutan persis dengan gembel di depan gang komplek perumahan kota Bojong gede.
"Habis lu, sha..."
Raina bersidekap dada, mengamati penampilan shaka dari kepala sampai kaki yang masih terkekeh.
"Sssttt,sstt–ekhm." Tirta sengaja memberikan kode. Dan tak disahuti sama sekali oleh shaka.
"Eh ...... ada Ayang Raina yang mirip dengan irene red Velvet." ucap Reza membuat Shaka mendongak , bertatapan langsung dengan shaka yang menatapnya dengan tajam, ia masih kesal dengan cowok yang ada disamping nya ini.
" Gue odek- odek tuh mata!"
Shaka tertaea gemas dengan sikap Raina, merangkulnya lalu berjalan menuju kearah kantin.
"Gausah sok - sok ngambek! Najis banget muka lo!"
Raina mendongak, menatap rahang tegas milik shaka. " Setan yang ditubuh lo itu disatuin apa dipisah sih sha? heran gue dah." jawab raina dengan wajah cemberutnya.
Shaka selalu menebar pesona saat para wanita menyapa kearah nya.
" Lu kata nasi padang!" Raina memanyunkan bibirnya,kesal.
"kalau cewek lain lagi ngambek itu lucu Na, lain kalau Lo yang ngambek. Lucu kaga, najis iya."
Raina menghempaskan tangan milik shaka. mempercepat langkah kakinya meninggalkan shaka.
"Mati aja lo sha, setidaknya populasi orang bego berkurang!"
Shaka terkekeh, hendak menyusul Raina namun terhenti saat sebuah tangan menariknya.
"Kak shaka ya?"
"Eh iya, kenapa?" ( jawab shaka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal).
Raina berbalik,baru lima langkah ia ingin pergi, tapi apa? Shaka setan!
Laki-laki itu malah senyam-senyum saat adik kelas didepannya menyodorkan sebuah kotak makanan. Bahkan tepat didepannya malah sengaja melewati Raina begitu saja, berpura-pura menjadi rabun atau entah katarak, semoga emang rabun beneran. agar tidak banyak pamer ketampanan yang dimiliki.
"Shaka...."
Shaka sengaja berpura-pura tuli. menulikan pendengarannya, sekali-kali diisengin gapapa lah.
Raina berjalan cepat,dengan menyilang kan kedua tangannya didepan dada, setelah itu merampas asal kotak makanan yang diberikan adik kelas kepada shaka tadi.
"Gue bercanda hon!"
"Emm maksud lo honey?"
"Ho....on!"
"Kalau gak punya otak setidaknya hati itu di pakai!"
Raina menarik kursi kantin, sangat jarang sekali mendadak suasana kantin sepi. ia mendudukkan diri dikursi dengan tangan membuka kotak bekal tadi. mie goreng, telur goreng berbentuk love? dasar Alay najis!
"senyum, mbel. kuntilanak aja ketawa,lu yang sejenisnya masak cemberut mulu."
Raina mengusap dahinya beberapa kali, gila.
buang-buang cabe, cuma buat makanan untuk shaka.
Shaka berdiri. "mie ayam or bakso?"
"Mie ayam bakso!"
"Bakso or mie ayam."
"Aqua aja, seret!"
"Kaya iman lo yang seret!"
Raina mendengus kesal, menatap shaka yang berlalu pergi untuk membeli Aqua.
jika di pikir-pikir shaka itu ganteng,tapi seperempat kewarasannya tertinggal entah kemana, eh kenapa Raina malah mikirin shaka.
"Nih minum," menyodorkan botol minuman tepat didepan Raina. sementara dirinya menyantap mie ayam yang dipesan sendiri.
"Gaada Aqua, adanya Ades–pacito."
"Bi??"
"iya, babi!"
Shaka berdehem, punya satu kesalahan aja ngungkitnya berabad-abad. Apa lagi kalau selingkuh sama cewek lain? Gapapa sih, Raina juga gak keberatan. iya gak keberatan buat nyakar lo, shak.
"Gue gak bisa mikir, shak...."
"jangan berfikir! otakmu tidak ditakdirkan untuk dipakai!!"
Raina berdehem, meneguk minuman hingga tak tersisa. " Mbel, kalau gue nyari cewek lagi,boleh gak?"
Byurr (karena kaget Raina menyemburkan air yang ada di mulut nya sehingga mengenai Shaka).
"Asem…"
Meraih tissue, lalu shaka mengusap bekas semburan Raina, laknat memang.
mengangguk, membuat shaka antusias melihat nya. "Boleh ikut gue yuk!"
"Kemana?"
"Lapangan!"
"Ngapain?"
"Dalam rangka menghantamkan beberapa pukulan kemuka dan rahang lo!"
Shaka tertawa geli, menatap perempuan yang ada di hadapannya. " Gue rela mbel, Gue rela ngejual kedua bola mata gue, cuma buat ngeliat senyum lo."
"Trus, lo mau liat pake apa? asmeranda!"
Raina lalu mengeluarkan ponselnya, melihat raut penasaran milik shaka. " menurut lo, Tirta ganteng gak.Sha"
"Biasa saja!"
" Tinggi––"
"kulitnya putih."
"Gue juga putih,putih banget malah." (jawab shaka dengan penuh percaya diri).
Raina memutar bola mata malas. " senyumnya manis."
" Gue juga lebih manis, mirip Lee—mine–ral !"
"Dia ding–––"
"Udahlah Mbel, lo itu harus bersyukur pacaran sama gue yang glow, walaupun lo kusam."
"Enak aja, kusam!" ( jawab raina tidak terima karena dikatai shaka kusam).
shaka dan Raina pun kembali untuk kekelas.setelah shaka mengantarkan raina sampai didepan kelas, buru-buru ia mengusir shaka. Alasannya pria itu mengantarnya, agar kalau nyawa lo (Raina) dicabut oleh malaikat, gue bisa minta untuk dipending dulu sebentar!karena susah nyari yang gaada otak kayak kamu.
...*********...
Raina berjalan beriringan dengan mira, karena bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi. Tapi keberadaan Shaka belum terdeteksi oleh Raina.
"uwa, nanti anterin gue ya."
Mira menghentikan langkahnya, menatap Raina yang ada disampingnya. "kemana? pasti mau ketemu mas bucin ya?"
"Ngaak lah, mau beli bahan-bahan buat acara osis." mengingat Raina adalah siswa berprestasi di sekolah, tak heran lagi jika dirinya menjadi bagian dari anggota OSIS berstatus sebagai sekretaris.
"Yaudah deh, nanti gue aja yang kerumah lo, secara om Rian kan ganteng hehe."
"Lhhh, mulutnya......"
"Tapi galak_____"
Mira berhenti didepan gerbang, menunggu jemputan. " lo tau gak Na, rumor tentang si Loli?"
"Katanya sih udah dari dulu suka sama bucin lo." Raina terbelalak kaget. "Maksud lo si loli??
bukannya dia anaknya pendiam ya!?"
"iya, makanya dari itu lo harus hati-hati, apa lo lupa kata pepatah ( Air tenang jangan disangka tiada berbuaya).
Mana mungkin Shaka mau pindah haluan, secara kan tingkat kecantikannya berlipat-lipat bahkan melebihi kecantikan irene red Velvet.
sadar Na, sadar.
.
.
.................
Maaf 🙏jika masih bayak kesalahan dalam penulisan nya, maklum karena karya pertama author ☺️.
jangan lupa tinggalkan jejak ( like and komen )🙂
...okeh selamat membaca❤️...