DEAD LINE

DEAD LINE
Part 3



"MALES" setelah mengatakan itu Danu berlalu menaiki tangga untuk menuju ke kamar nya.


sementara Shaka? Rautnya sudah menjadi sadboy.


...----------------...


...Pergi Blokir ( Go Block )...


Cakra_Cakrawala


| jalan-jalan ke pasar


Reza


| Cakep


Cakra_cakrawala


| Beli mangga bareng Tirta


Reza


| Cakep


Cakra_Cakrawala


| Gue gak lagi pantun Maimunah


| Tadi gue beli mangga sama si Tirta


| Rencana ngerujak...........


Tirta


| hmmm....


Cakra_cakrawala


| Sharing pengalaman jadi


jelek dong za.


Reza


| mohon maap ini ya


| Gue gak mau meng-expose


kejelekan gue, nanti kalian pada iri.


Cakra_Cakrawala


| Go block mu jauh tinggi


Menghiasi angkasa.


Ivan


| Perform world tour sana!.


Reza


| Bang got, abis napas anj--


^^^Cak tampung gue,kayaknya gue^^^


^^^mau jadi gelandangan**. |^^^


Cakram_cakrawala


| Lah anjir, dicoret dari KK bos?


Reza


| Gaapapa, biar gue yang tampung lo.


Ivan


| Sultan...


Reza


| Tampung lo buat jadi babu


lumayan gak terlalu ngeluarin banyak duit.


^^^Jangankan teman, setan aja pura-pura^^^


^^^tidak lihat saat gue susah.^^^


Tirta


| Kirain putus


Reza


| Jadi lo sama shaka, astaghfirullah Tirta


Tirta


bukan sama gue.... bambang.


^^^**Pinter ngasih solusi, tapi goblok sama^^^


^^^masalah di diri sendiri**.^^^


Ivan


| langsung otw, MWA cepet.


...Ivan telah keluar dari grup...


...Tirta telah keluar dari grup...


cakra_cakrawala


| Biadab, emang semua teman gua.


...Cakra_Cakrawala telah keluar dari grup...


...Anda telah keluar dari grup...


...****************...


sedangkan ditempat lain Raina dan Mira sedang sibuk membeli semua keperluan untuk acara osis.


"Warna merah atau biru?" mira bertanya kepada raina untuk memilih warna kertas manila yang akan mereka butuhkan.


"warna merah aja!" ..... Raina menjangkau kertas warna merah, membawa semua peralatan yang akan dibutuhkan untuk keperluan acara osis nanti kepada kasir.


Mira sedang sibuk mengipasi wajah nya menggunakan tangan, sementara Raina masih sibuk dikasir untuk membanyar semua belanjaan, dan tanpa sengaja netra Raina menangkap seorang gadis yang tidak terlalu asing untuknya. dia adalah loli, Raina melihat loli sedang berjalan bersama pria asing sedang berjalan-jalan di mall.


"Ra..... itu si loli kan?"


Raina sampai tercengang, ia langsung merubah raut wajah penasarannya. " Bener wa, sama siapa kira-kira?" Mengapa raina sangat ingin tahu tentang siapa pria asing yang bersama loli( kepo), stop Raina, jangan mengurusi kehidupan orang lain karna semua orang punya privasi masing". Tapi sekali-kali gaapapa lah penasaran gue.


"Udah biarin , lo baru aja ghibahin orang wa".


Mira menoleh ke belakang, kadar penasaran telah menguasai seluruh jiwa dan raganya.


"Bukan gibahin Ra, tapi kepo sedikit".


"Yaudah ayok, yang terpenting bukan Shaka"


"Kalau seandainya mas bucin jalan sama orang bagaimana Ra."


"gak mungkin"


"lah pede amat?"


"Kalau iya, itu gak mungkin, kalau mungkin? yaudah ambil aja, populasi seperti Shaka harus dimusnahkan." Mira menaikkan sebelah alisnya.


"Gak yakin, paling juga akan nangis sampai berabad-abad!" Raina menatap tajam , iya sih shaka itu tampan, tapi jiwa fakboy-nya semakin meninggi.


......................


Setelah mendapat izin dari Yuna Shaka segera menancapkan gas dan melajukan montornya kearah WMA, setelah sampai ia langsung melepas helm full face. berjalan kearah keempat makhluk Go BLOCK Berada.


"Gendang telinga, termasuk alat musik gak sih?" Cakra melempar kulit kacang kearah Reza.


"Mana ada sejarah nya" sarkas Tirta ikut menimpali.


Shaka cowok itu menyenderkan tubuhnya pada tembok, lalu menatap ponsel menunggu seseorang mengerim pesan kepadanya. memang benar, jika dirinya anti galau tapi dia berubah haluan menjadi makhluk mellow.


"Muka lo kenapa Asem gitu?" Ivan bertanya, menatap raut wajah shaka yang penuh dengan beban.


"Tumben Raina Gak nge-chat."


Cakra menatap datar, pasti ujung-ujungnya masalah ini juga. "Ada tiga kemungkinan"


Semua mata menatap mengintimidasi vke arah cakra, menunggu ucapan selanjutnya.


"Pertama, habis kouta. kedua, habis baterai. dan ketiga, perasaan soal hati". Selanjutnya sebuah jitakan mendarat mulus menghantam kepala cakra.


"Haus, ambilin minum disebelah lo dong shak." Shaka Meraih asal kardus berisi cup didalamnya, yang ia yakini berisi minuman air putih.


Reza menangkap asal cup yang dilempat shaka, dan asal menyedot karena saking pedasnya rujak yang dimakannya.


" Lo gak salah ngasih minum gue kan boss."


Kelima makhluk itu menoleh bersamaan, menahan tawa saat melihat raut wajah reza.


"haha...haha...... hahaha...." kelima makhluk laknat itu tertawa bersama karna tidak kuat menahan tawa saat melihat cup yang dipegang oleh reza yang berisi minyak goreng buka air mineral.



"Rose brand...."


"Nasib reza selalu dipojokkan dan disesatkan sesama kerabat dan satu spesies makhluk laknat.


...****************...


jangan lupa tinggalkan jejak like,dan comen😀, maaf lama tidak update 🙏


...Selamat membaca ❤️...