DEAD LINE

DEAD LINE
part 2



Shaka berada diwarung mang dadang, bersama para sohibnya, bukan sohib tapi teman tak di anggap. tempat yang teduh untuk menyeduh.


"Lo tau buto ijo?"Reza memulai pembicaraan


"Tau emang kenapa? "


Tirta menjangkau gitar disebelahnya, lalu memetik senar gitar dengan perlahan sehingga menjadi nada-nada yang tak beraturan.(karena efek kegabutan setinggi ekor cicak).


"Itu gue yang warnain!"


Cakra meraih ponsel miliknya yang tergeletak. "Kenyataan memang pahit buat lo ,Za!


"Jadi gila adalah solusi yang paling tepat! Shaka ikut menyahut.


"Lo gimana?"


Shaka menoleh, merasa heran dengan pertanyaan Ivan. "Gimana? udah ada pacar lah, yakali gue sama lo".


"Bukan itu Bingsit, Lo udah ketemu om Lukman?"


Shaka menggeleng, lalu merebahkan tubuhnya dengan kaki Reza yang digunakan untuk batalan. "Gu---gue tidak yakin."


"Gelut aja berani, giliran ketemu sama om Lukman, mental Lembek." ujar Tirta, sambil meletakkan gitar kesamping nya yang tadi dipegangnya.


Melihat Raut Shaka yang menyedihkan, membuat mereka semua merasa Prihatin. Prihatin karena memiliki sefrekuensi sejenis shaka.


"Raina itu cantik, pinter, baik lah Lo?


Pinter kagak goblok iya. Tampan? lebih tampan gue. Baik? kalau kita bantu doang." ucapan cakra membuat shaka sadar. sadar kalau ia telah memilih teman, menyesatkan.


"jangan sia-siakan oksigen yang lo hirup ka, besok tinggal nama."


Ucapan shaka membuat dirinya sadar.


"kelepasan Bos------"


Tirta beranjak berdiri " mau kemana lo"


"Cari hidayah, disini auranya panas!"


"Halah, palingan juga mau ngapalin kunci gitar!"


Reza ikut mengangguk "ajarin gue dong Tir!"


"Minta sono sama sishaka, gue yakin lo langsung digorok, karena 7 hari tidah hafal-hafal." Tirta berlalu melajukan montor ninja berwarna hitam miliknya.


"Mulut tirta ternyata pedas juga ya." sambil menepuk bahu Ivan.


Dering ponsel milik shaka terus menggelitik, cukup malas untuk mengangkatnya. namun hal itu kalah oleh rasa penasaran yang tinggi.


...Yang mulia Baginda Ratu👸...


| Pulang, Sekarang! |


^^^Astaghfirullah, Bun😮 |^^^


^^^Belum saatnya 😿|^^^


| Pulang ke rumah Bang!


| Kenapa Baru di bales?


^^^Aplikasi scanner Shaka |^^^


^^^Iklannya Lama |^^^


| Halah ,Alesan


| cepat pulang


Shaka beranjak, memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya, lalu dia naik keatas montor ninja miliknya.


"Kemana Lu, Boss?"


"Pulang".


Lalu Shaka menancap gas, menjalankan montornya pergi dari warung mang dadang.


...****************...


Aksi kebut mengebut sudah biasa dilakukan oleh seorang Shaka, contohnya pada saat ini yang ia lakukan dengan melajukan montornya dengan kecepatan diatas rata-rata, seolah menantang angin untuk diajak gelut serta mempermainkan tugas malaikat pencabut nyawa.


" Kopi sama gulanya ya Den" Teriak pak kasam, dengan menutup kembali gerbang depan rumah.


"Eassy...." mengacungkan jempol, membuka helm full face, menyisir rambutnya ke belakang. Tak lupa untuk memasukkan kunci motor ke dalam saku celana.


Membuka pintu " Assalamualaikum Bun" , Yuna menatap pintu dan ingin sekali memanyakan pertanyaan yang bertubi-tubi kepada anak lelakinya itu.


"Waalaikumsalam, Kebiasaan ya Bang!


Kalau ditelfon harusnya itu diangkat!"


"Tapi sha....."


"Jangan ngeyel, Bunda tau pasti kamu bolos lagi kan?


"Tapi ke----"


"Gausah alesan, Bunda udah muak dan capek!"


"Tadi cum--------"


"Jangan bicara, Bunda belum puas marah."


Hendak menjawab, Yuna lelaki dulu menyela penjelasannya berkali-kali. inget shak, Perempuan selalu benar sekalinya salah tetap aja ke option nomor satu. mendudukkan diri ke sofa, menatap Mika sedang mengisi TTS.


"Kayak tidak tau abang aja Bun. selain punya hobi, Abang juga punya bakat spesial."


Shaka tersenyum, tumben ada yang membanggakan dirinya. " Selain hobi bolos, abang juga punya hobi selalu suka nyakitin hati para perempuan."


Wajah Shaka berubah menjadi datar mendengar penuturan mika yang menyebutnya memiliki hobi menyakiti hati para wanita.


"Resiko punya wajah handsome harus dimanfaatkan."


Yuna lalu meletakkan toples berisi kacang keatas meja, sementara shaka lebih dulu menjangkau, melempar keatas,detik berikutnya masuk kedalam mulutnya.


"Bang, laki-laki sejati itu harus bisa menjaga hati"Danu yang kebetulan pulang bekerja membuka pintu rumah mendengar ucapan anak perempuannya mika segera melontarkan ucapannya yang bermaksud untuk menyindir shaka.


"Waah tumben pulang cepat?"


Mengalihkan pembicaraan Danu meletakkan ponselnya keatas meja.


"Terpaksa dapat panggilan lagi dari sekolah SMA HARAPAN NUSANTARA."


"Mana? Shaka gak dengar."


"Pake kertas Abang, bukan pakai mulut!"


Danu menghembuskan nafas kasar, sekalinya serius suasana akan berubah menjadi lawakan,


" Surat panggilan!!, BLACK-CARD Ayah akan blokir."


Hendak berucah tapi lebih dulu disela oleh Danu.


" Tidak ada nego ,!!! TITIK!!!!!"


Shaka merubah Raut wajah memelas agar hati ayahnya bisa luluh dengan wajah memelas milik shaka. jika Black card nya di blokir shaka bisa jadi gembel dadakan, Ia harus berusaha agar berhasil memohon kepada Danu, hidupnya nanti akan terasa kurang.


" Shaka bercanda yah----Ayah, buka Blok-nya yaa!" shaka memohon kepada ayahnya dengan wajah yang melas.


"MALES" setelah mengatakan itu Danu berlalu menaiki tangga untuk menuju ke kamar nya.


sementara Shaka? Rautnya sudah menjadi sadboy.


...****************...


...Pergi Blokir ( Go Block )...


.


.


.


.


...----------------...


...selamat membaca ❤️...