Dead Emperor

Dead Emperor
Ch 4 : Persiapan Dan Kemakmuran



Beberapa jam kemudian, entah bagaimana Ruel menyelesaikan bacaannya. Semua buku yang ia bawa sudah ia pahami garis besarnya, meskipun tidak hafal seluruh isi dan tiap BAB. Hal yang hebat bisa menyelesaikan seluruh buku tersebut tak lebih dari satu hari penuh.


"Ah, aku melupakan orang-orang kerajaan."


Dengan beberapa usaha Ruel berhasil kembali ke tempat sebelumnya. Waktunya masihlah sama, malam hari dengan langit cerah yang tengah menanti fajar. Harapan Ruel saat ini hanya para rakyat yang bisa diajak bekerja sama untuk membangun kembali Kerajaan.


Ruel mendatangi sel yang mana merupakan tempat kenalan Rumina sebelumnya. Ia bermaksud untuk membukakan pintu sel yang terkunci disana. Sesaat setelah ia membukakan jeruji besi tersebut, dia mengajak ketiganya untuk keluar dari sel.


"Apakah kalian baik saja?" Tanya Ruel cemas.


"Dasar iblis!" Bentak Ola yang memasang wajah ketakutan.


"Eh..."


Ruel kebingungan, dia tak mengerti arti dibalik ucapan Ola. Sebelumnya, bukankah mereka berbincang akrab? lalu, apa penyebab ia menjadi ketakutan terhadap nya.


Setelah membebaskan semua tahanan, Ruel bermaksud untuk mengutarakan niatnya, dia mencari orang-orang dari penjara yang merupakan bagian dari Kerajaan.


Ruel menjumpai mereka tengah berkemas dan membawa barang apapun yang mampu mereka bawa. ia melihat hal tersebut dan berniat untuk menghentikan tindakan mereka, sebab niatnya yang mengutarakan bahwa ia akan membangun kembali kerajaan hingga hal yang tengah mereka lakukan sia-sia saja.


"Semuanya!, maaf, perkenalkan aku Ruel. Disini aku akan cepat jadi tolong dengarkan, aku berniat membangun kembali Kerajaan Ashdom. Dengan begitu maukah kalian meminjamkan kekuatan kalian untuk membantuku?" Ucapnya lantang.


"Apa yang kau bicarakan itu?"


"... Eh?"


"Ya benar! dasar iblis. mengapa kau mengacaukan semuanya."


"... Tidak, aku hanya ingin membuat Kerajaan ini menjadi makmur kembali!"


"Dasar bedebah, kau pikir kau pahlawan. Menurutmu mengapa alasan kami di penjara, karena terpojok?"


"Apa?" Ruel sekali lagi kebingungan.


"Kami melarikan diri, oleh karena itu kami bisa hidup. Kami masih ingin bernafas, tidak seperti orang-orang bodoh yang mati karena kehormatan tak berguna itu."


Satu persatu rakyat Kerajaan menyudutkan dirinya. Ruel terjatuh lemas dan berpikir kembali, apa yang sebenarnya ia coba untuk lakukan. Seharusnya ia mempertimbangkan hal kecil tersebut, mengapa mereka justru di penjara sedangkan yang lain gugur dalam perang.


Sungguh bodoh, itulah pikiran yang berada di otaknya, dia sekali lagi kehilangan tujuannya. Sebelumnya, ia berpikir bahwa dengan kematian Rumina merupakan titik balik dari kehidupannya. Namun tak disangka, ia masih harus melihat niat dan tujuan seseorang sebelum mempercayai mereka.


"Ha..Hahaha..Hahahaha...Sungguh bodohnya aku, Bajingan."


Ruel menggunakan sihirnya dan terbang menjauh, ketika dalam kondisi seperti sekarang, secara naluriah tubuh dan jiwanya bisa mengendalikan mana maupun raganya sedemikian rupa. Hingga bahkan Ruel terkadang tak sadar bahwa ia melakukan hal yang luar biasa.


...•••...


Setelah memastikan tak ada warga yang tersisa, Ruel mengumpulkan mayat-mayat dari orang-orang Kerajaan maupun Kekaisaran yang tersisa. Sedangkan tubuh-tubuh yang telah rusak, dia akan membakarnya hingga menjadi abu. Setelah terkumpul, tak lupa Ruel memisahkan prajurit dan bangsawan.


Dialah Akford, seorang penyihir yang dikenal atas bakat sihirnya dikalangan Kerajaan. Pembangkitan nya membuat Ruel mengalami perbedaan dalam kapasitas mana miliknya. Meskipun sedikit, ia mampu merasakan perubahan dari kolam mana miliknya.


Kolam mana sendiri merupakan sebuah wadah bagi mana yang tercipta secara alami untuk menampung mana-mana yang bersirkulasi di seluruh penjuru tubuh. Bahkan, kolam mana ini bisa diperbesar dengan banyak latihan yang harus dilakukan.


Setelah merapal mantra yang entah bagaimana caranya ibaratkan bernafas, secara otomatis Ruel merapalkan mantranya kepada tubuh tua tersebut. Seketika bayangan hitam menyelimutinya, membuat suasana disekitarnya aneh.


Tubuh Akford berdiri tegap, menghadap ke arah Ruel tanpa bergeming. Cahaya putih muncul dari dahinya yang mana hal itu mengagetkan Ruel, sebab ia tak pernah melakukan sihir necromancer sebelumnya. Ruel memegangi cahaya tersebut, hingga ingatan-ingatan memenuhi otaknya.


"Ini, mungkinkah..."


Itu adalah ingatan Akford, mulai dari bayi hingga tumbuh dewasa. Ia mendapatkan banyak informasi penting dari Akford, termasuk ruang rahasia pribadi miliknya yang berada di bawah tanah Kerajaan. Banyak harta berharga tersembunyi didalam sana.


Ruel tersenyum jahat, ia baru saja mengalami peristiwa lempar satu batu terkena dua burung.


"Bahkan ingatannya bisa dimanipulasi, kalau begitu."


Ruel memanipulasi nya. Dia mengubah ingatan Akford menjadi seorang pelayan setia dari seorang Ruel, hal itu tak terbantahkan sebab siapapun yang bangkit dari sihir Ruel akan patuh secara tidak langsung. Sebab, bila mereka mencoba melakukan pemberontakan, mereka akan hancur dan lenyap seperti pasir tertiup angin.


"Pelayanmu yang setia menghadap pada master agung!" Seru Akford berlutut.


"Bangunlah, Akford. Sekarang, lakukan tugasmu untuk memasok mana ku bila mengering." Perintah Ruel.


"Siap laksanakan."


Ruel berlanjut, bangsawan, perdana menteri, dan tokoh penting ia bangkitkan. Hal itu lantaran Kerajaan harus dikelola oleh politik yang baik agar menciptakan kerjaaan yang baik pula nantinya.


Ruek berlanjut pada Prajurit kerajaan, hanya saja disini ia sudah merasa lelah bahkan setelah pasukannya terus diisi oleh Akford.


Akhirnya, para prajurit yang berjumlah tak lebih dari seribu orang tersebut dihapus ingatannya dan hanya diberi ingatan pendek bahwa mereka adalah budak dari seorang raja yang hebat, Ruel. Hal itu lantaran Ruel mencoba mengganti semua ingatan mereka sekaligus dan berhasil untuk menyamakan ingatan mereka untuk diganti.


Dengan begini, Ruel memiliki orang-orang terpercaya yang tidak mungkin mengkhianati dirinya. Karena penghianat adalah sosok orang yang Ruel benci bahkan dalam kehidupan sebelumya. Mereka yang memasang banyak wajah serta mengutamakan diri sendiri, dengan kata lain orang-orang tamak yang menjijikan.


Setelah itu, Ruel membagi prajurit menjadi dua kelompok, yaitu mereka yang pergi untuk berburu secara besar-besaran maupun prajurit yang mengumpulkan bahan baku bangunan di gudang penyimpanan Kerajaan. Mereka dibagi menjadi tim berburu dan tim pembangun, tentu saja Ruel juga mengatur para bangsawan.


Dia menerapkan sistem politik yang baru dengan konsep monarki konstitusional, atau konsep politik yang mengakui Raja mereka sebagai kepala negara tertinggi. Kemudian, Ruel mengatur ekonomi Kerajaan dengan memulai dari industri kendaraan, makanan, tekstil, maupun semiperairan yang merupakan puncak ekonomi Kerajaan Ashdom.


...•••...


Beberapa minggu kemudian, Kerajaan benar benar sudah selesai diatur, dia mendirikan badan hukum dan bangunan yang bersangkutan. Kemudian, Ruel juga membagi ekonominya menjadi rendah, biasa, tinggi. Dengan tujuan ia harus mendahulukan masalah yang lebih tinggi agar bisa menstabilkan kondisi Kerajaan.


Ruel juga mendirikan lahan kosong untuk pertanian dan sudah menyiapkan bahan baku serta teknik bertani terbaik yang ia dapatkan dari dalam cincin pengetahuannya. Kemudian ia juga mendirikan pabrik siap pakai dan mengatur kekacauan yang diakibatkan oleh perang beberapa waktu yang lalu.


Dengan begini, ia memiliki 1500 lebih bidak yang tak akan mengkhianatinya dan dapat dipercaya. Sekarang, kemana ia akan mencari rakyat yang akan tunduk dibawah kekuasannya?. Untuk memperoleh kepercayaan penuh dari masyarakat, tentu saja rakyat terbaik adalah, para budak.


TBC