Davin-Alda

Davin-Alda
Chapter 4 Diner!



1 jam pun berlalu, Tiba tiba ada suara klakson motor yang sangat keras dari luar rumahnya Alda. Setelah mendengar suara klason motor itu, Alda pun langsung menghampiri orang yang membunyikan klakson motor milik orang tsb.


"Aku tebak itu adalah cowok yang nyebelin itu! Dasar gak tau sopan santun! Bukannya bunyiin bel, atau ngetok pintu ngucapin salam, ini malah bunyiin klakson!" Kata Alda kesal. Dan sekali lagi suara klakson motor itu pun berbunyi untuk yang ke-dua kalinya. Lalu lekaslah Alda menuju pintu rumahnya dan membukakan pintu untuk pria yang menurutnya sangat ia benci/tidak disukainya.


"Ssttt.. brisik, malu tau sama tetangga."


"Biarin.. gua bunyiin klakson supaya lo cepet keluar."


"Iya, tapi kan lo udah bikin keributan tau. Gue yang gak enak sama tetangga." Ucap Alda ke Davin tegas. Karna dari tadi ada salah satu tetangganya yang tercengang kearah rumahnya Alda, dan memperhatikan gerak gerik pria yang tidak dikenal oleh tetangganya itu.


"Lah.. emangnya apa urusannya ke-gua?" Kata Davin dengan rasa tak bersalah


"Ya ada lah. Justru lo bikin keributan itu malah nge-buat gue malu sama tetangga."


"Ah.. udah lah, Intinya itu gua jemput lo, habis itu kita Diner bareng, lalu gua anterin lo lagi deh kerumah dengan selamat. Ya kan?"


"Sssttt.. bawel deh!!"


"Biarin.. gua bawel supaya lo kelepek-kelepek dan jatuh cinta sama gue." Ucap Davin tak ada rasa malu.


"Dih.. emangnya gue mau gitu sama lo. Ya Gak kali!!"


"Ya mau lah.. liat aja entar suatu saat nanti, lo pasti jatuh hati sama gua." Tegas Davin.


"Au ah, Kalo brantem sama lo itu gak ada ujungnya. Lebih baik gue siap siap ganti pakaian habis itu gue diner bareng sama lo terus tantangan ini selesai. jadikan hidup gue jadi lega tanpa lo."  Kata Alda sambil pergi meninggalkan Davin diluar sendirian.


"Hm.. oke, tapi jangan lama-lama ya. Dandan yang cantik juga." Ucap Davin sambil teriak.


15 menit kemudian.. Alda pun turun dari kamarnya dan pergi kedapur untuk berpamitan dengan bibinya. Tapi saat Alda ingin berpamitan dengan bibinya, ternyata bibinya tengah sibuk memasak didapur.


"Bi.." panggil Alda. Lalu, bibinya pun membalikkan badannya kearah Alda.


"Hah?? Non.. Masya allah, Subhanallah, ini non Alda bukan?" Ucap bibi tak percaya.


"Hehe.. ini beneran Alda kok bi. Emangnya kenapa bi? Dandanan aku terlalu mencolok ya bi? Atau ada yang salah dengan dandanan aku?" Tanya Alda pada bibinya.


"Gak ada kok non. Malahan non itu cantik banget, persis kayak bidadari yang turun dari langit." Kata bibi sambil memuji Alda.


"Aaa.. bibi, gak usah terlalu memuji begitu. Alda kan jadi malu."


"Hm...  beneran kok non, bibi gak boong. Non hari ini cantik banget."


"..." Alda pun terdiam.


"Non.." panggil bibi


"Iya bi? Ada apa?" Balas Alda


"Hm.. bibi mau tanya? Non pake baju kayak ini terus dandanannya super duper cantik kayak gini. Emang non mau pergi kemana?" Tanya bibi


"Eee... aku mau pergi sama temen bi." Jawab Alda


"Siapa non?" Ucap bibi bingung


"Hm.. itu bi, temen sekelas."


"Laki apa perempuan non?"


"Hm.. anu.. hm.. itu.." jawab Alda sedikit gugup.


"Bu... bu... Bukan! Bukan laki kok bi." Kata Alda tambah gugup.


"Halah non, gak usah malu malu lah non. Bibi tau kok. Pasti yang didepan itu laki laki kan non?"


"Iih.. apaan sih bi. Bukan!"


"Lah kalo bukan laki, kenapa non malah jawab aa, em, aa, em,.. hayo deh, ngaku sama bibi."


"Hm.. hehe.. iya deh Alda ngaku, jadi Temen aku yang didepan itu adalah laki laki, tapi dia temen sekelas aku kok bi."


"Nah bener kan apa kata bibi. Kan gak mungkin kalo perempuan, jawabnya aa, em, aa, em.. ya pasti lah laki laki."


"Hehe.. iya bibi. Hm.. kalau gitu, Alda pamit dulu ya bi. Kasihan temen Alda udah nungguin didepan."


"Iya non. Hati hati dijalan ya."


"Iya bi, Dah bi.. 'Assalamua'laikum..'"


"Wa'alaikumussalam.."


Setelah itu, Alda pun langsung bergegas pergi keluar untuk menemui Davin.


"Hai Vin.." sapa Alda, lalu Davin pun langsung mengalihkan lamunannya kearah Alda sambil tercengang karna melihat Alda yang begitu cantiknya.


"Hah? Ini... lo ya Al?" Tanya Davin tak percaya.


"Iya ini gue, emangnya kenapa?" Sahut Alda jual mahal.


"Ya gak papa sih. Cuma kamu hari ini cantik banget, kayak bidadari cantik yang turun dari langit. Dan bidadari itu... dikirimkan tuhan khusus untuk gua saja." Ucap Davin


"Dih.. apaan sih!! Gue gak mempan kali digombal gombalin kayak gitu!!" Balas Alda


"Halah.. gua tau kok, lo bilang kayak gitu karna lo suka kan gue ngombalin?"


"Gak tuh biasa aja gue. Hm.. kalo gitu ayo deh buruan, kita pergi sekarang entar keburu gelap lagi. Gue gak mau ya pulangnya terlalu kemaleman, intinya batas waktu kita buat diner, cuma 30 menit!!"


"Hah? 30 menit? Mana cukup kali Al, kita aja nyampe 10 menit ke-cafenya belum lagi kita ngobrol bareng terus mesen makanannya. Coba deh bayangin berapa lama waktu kita kebuang."


"Bodo amat!! Lo aja bikin batasan waktu buat gue! Masa gue gak boleh ngasih batasan waktu ke lo!!"


"Yaudah deh iya iya.. tapi bisa gak? Gua minta 1 permintaan?"


"Apa?"


"Hm.. tambahin waktunya 30 menit lagi ya."


"Gak!! gak bisa, pokoknya gak bisa!!"


"Ya gak adil dong kalo gitu, gua aja ngasih batasan waktu ke lo 1 jam. Masa lo ngasih batasan waktu ke gua 30 menit doang. Mikir dong Al..."


"Hm.. iya deh iya, gue kasih tambahan waktu 30 menit lagi, jadi 1 jam aja ya. Sekarang kita impas. Dan ya, lo gak bisa minta tambahan waktu lagi. Dan kalo lo minta tambahan waktu lagi ke gue. Gue gak akan turutin!! Inget itu!!"


"Iya iya. Sekarang kita berangkat aja ya?"


"Hm.. yaudah deh, buruan!!"


To be continued...