Davin-Alda

Davin-Alda
Chapter 1 Hari Pertama



Hari pertama ditahun ajaran baru dan dikelas baru. Aku masuk kelas dengan santainya, sambil melihat lihat isi kelas, setelah itu, aku pun memilih dan memilah tempat duduk yang aku mau. Dan ya, akhirnya aku duduk dibarisan tengah, ya bisa dibilang tempat duduk yang jaraknya hanya 2 m dari papan tulis; lebih tepatnya lagi aku duduk dibarisan tengah tapi dideretan paling depan. Katanya kalo duduk dideretan paling depan itu adalah deretan orang orang yang kalem, pinter dan jarang ributnya kayak pasar. Maka dari itulah mengapa aku duduk didepan dan gak mau duduk dibelakang.


"Kalo gitu mulai sekarang aku duduk disini aja." -kata Alda


Tak lama kemudian, Ada seorang siswi yang datangnya hampir saja terlambat, namun dia beruntung waktu itu bu yanti belum masuk kekelas.


"Permisi, gue duduk disini ya, habisnya gak ada lagi tempat duduk selain disini." -kata Gadis itu


"Iya, silahkan. Duduk aja, gpp kok." -seru Alda


"Makasih." -ucap Gadis itu


"Sama sama." -jawab Alda


"Hm, btw, nama lo siapa?" -tanya Gadis itu


"Nama aku Alda. Kalo kamu sendiri siapa?"-tanyanya balik


"Kalo aku Rara." -sahut Gadis itu


"Ooh.." sahutnya


Tak lama setelah itu, bu yanti pun memasuki kelas mereka. Diawal ajaran baru disambut oleh mata pelajaran "matematika." yaitu mata pelajaran yang paling tidak disukai oleh seluruh siswa maupun siswi yang ada dikelas barunya Alda. Tapi bagi Alda tidak demikian karna dia sangat menyukai pelajaran "matematika." Pelajaran yang sangat menantang baginya makanya dia menyukai pelajaran itu.


Saat pelajaran dimulai, gurunya pun memberi sebuah pertanyaan untuk mengasah otak atau bisa disebut pemanasan sebelum belajar.


Kebetulan materi yang ditanyakan gurunya itu adalah materi yang sangat mudah bagi Alda. Tapi saat gurunya mengajukan sebuah pertanyaan itu, Alda pun kalah cepat mengangkat tangan kanannya dengan cowok yang berada disebelah kiri bangkunya. Lalu bu yanti pun menunjuk Cowok itu. Dan ya jawabannya sangat tepat. Tapi tidak masalah bagi Alda mungkin saja itu adalah hal biasa bagi Cowok itu.


"Eh Al, denger denger dia itu cowok yang jago matematika lho, kamu jangan heran kalo dia tadi bisa ngejawab pertanyaan duluan dan jawabannya pun sangat tepat." -kata Rara ngompor ngomporin Alda


"Ooh.. gitu ya." -sahut Alda datar


"Iih.. gara gara tuh cowok, aku gak jadi ditunjuk sama bu yanti kan." -batin Alda dengan wajah kesal


"Mungkin aja dia itu saingan kamu." -tambahnya Rara


"Emangnya kalo dia saingan aku, kamu keberatan gitu ya?" -tanya Alda


"Gak kok." -sahut Rara


Setelah itu, tahap mengerjakan 10 soal setiap 1 pertemuan dengan bu yanti. Pada saat itu, Alda kesusahan mengerjakan soal nomor 10, kebetulan soal yang menurutnya sulit adalah soal atau nomor yang terakhir. Dan pada saat itu juga Alda pun bertanya kepada Rara.


"Ra, aku mau nanya nih. Kamu bisa gak ngerjain soal nomer 10, kalo bisa ajarin gue dong gimana cara ngejawabnya. Habisnya soal yang nomer 10 ini susah banget." -Tanya Alda


"Yaelah Al, gue aja kan gak pinter dalam hitung hitungan(matematika). Mending kamu tanya aja gih sama Davin dia kan jago dalam pelajaran matematika." -seru Rara


"Iih.. gue kan gak kenal sama tuh cowok, gimana cara nanya-innya coba." -sahut Alda


Pada saat itu Davin mendengar semua perkataan Alda. Lalu, Davin pun ikut melontarkan suara.


"Sini, soal nomer berapa yang lo gak bisa. Siapa tau gua bisa bantu dan ajarin lo." -seru Davin peka


"Hah! Gue salah denger atau apa sih? Sorry ya gue gak butuh bantuan lo!" -kata Alda angkuh


"Bener? lo gak butuh bantuan gua. Yakin nolak tawaran gua? Jangan nyesel ya." -kata Davin


"Iya, yakin! Dan gue gak bakalan nyesel kok." -balas Alda


"Yasudah, terserah kamu.." -sahut Davin


Saat detik detik terakhir Alda belum juga menemukan jawaban dari soal nomer 10.


"Waktu kalian tinggal 15 menit lagi." -kata Bu yanti


"Aduh gimana nih." -kata Alda cemas


"Mau gua bantu?" -tawar Davin


"Gak!" -sahut Alda datar


Lalu Davin pun mengumpulkan tugasnya, dia mengumpul tugas tepat pada waktunya, dan dia adalah orang pertama yang mengumpulkan tugas paling tercepat.


"Ini bu, saya sudah selesai." -kata Davin


"Ya, silahkan taro dimeja saya." -sahut Bu yanti


***


5 menit pun berlalu..


"Waktu kalian mengerjakan soal tinggal 10 menit lagi. Ayo cepat!" -kata Bu yanti


pada saat itu Alda begitu panik, Tanpa berpikir panjang Alda pun meminta bantuan kepada Davin.


"Davin." -panggil Alda


"Apa?" -sahut Davin


"Hm, gue minta tolong dong." -kata Alda


"Minta tolong apa?" -tanya Davin


"Katanya tadi gak mau, dan barusan sebelum itu, gua juga udah nawarin bantuan ke lo tapi lo nya nolak terus." -kata Davin


"Iya, tapi kan itu sebelum gue minta bantuan ke lo. Please bantu gue ya." -kata Alda sambil memohon ke Davin


"Hm, gimana ya.." -kata Davin ragu


"Please."


"Yaudah deh, karna gua kasihan liat lo mohon mohon gitu terus, mending gua bantuin aja lo, ya gak?." -kata Davin


"Iya iya, ayo cepetan ajarin gue, entar waktunya habis lagi." -omel Alda


"Iya iya sabar." -sahut Davin


"Kan gue nya udah sabar dari tadi, tau gak lo." -kata Alda


"Gak tuh." -balas Davin dengan wajahnya yang begitu santai


"Waktu kalian mengerjakan soal tersisa 5 menit lagi." -kata Bu yanti


"Hah! Davin ayo lah vin, bantu gue. Hm, yaudah deh, entar apa pun yang lo mau gue bakalan turutin. Janji deh." -kata Alda sambil menampakkan jari kelingkingnya


"Oke, baik, gua pegang omongan lo itu. Apapun yang gua mau lo turutin ya." -kata Davin


"Iya iya tapi ada syaratnya." -tambahnya


"Apa." -sahut Davin


"Gak boleh minta yang aneh aneh. OKE." -kata Alda


"Oke, deal ya." -kata Davin sambil mengulurkan tangannya


"Iya iya deal." -sahut Alda


"Yaudah, buru dong vin bantu gue." -tambahnya


"Iya iya, jadi gini cara ngerjainnya itu ..... " -kata Davin menjelaskan soal nomer 10 yang menurut Alda sulit


"Nah udah selasai, jadi gitu cara ngerjainnya. Sekarang kamu paham kan?" -tanya Davin


"Oh iya iya gue paham, makasih ya." -ucap Alda


"iya sama sama" -sahut Davin


Bel istirahat pun berbunyi..


"Yaudah semuanya kumpulkan tugas kalian." -seru Bu yanti


"Huh.. syukur deh gue bisa tepat waktu." -kata Alda


Semua siswa dan Siswi pun mengumpulkan tugasnya termasuk Alda.


"Makasih ya Vin udah bantu gue ngejawab soal nomer 10 itu." -kata Alda


"Iya, sama sama senang ngebantu lo. Lain kali kalo orang nawarin bantuan ditrima, jangan ditolak terus." -kata Davin


"Iya."


"Hm, Kalo gitu gue pergi dulu ya.." -Kata Alda


"Eh..., lo mau kemana?" -kata Davin sambil menarik tangannya Alda


"Ya gue mau kentin lah. Emang mau kemana lagi coba kalo bukan kekantin." -jawab Alda tegas


"Gak bisa dan gak boleh!" -kata Davin ketus


"Iih.. suka suka gue dong mau kemana kek gue, ini hidup gue bukan hidup lo. Ya gak bisa lah lo se-enaknya ngatur ngatur gue." -kata Alda


"Ya bisa dong. Bukannya lo tadi udah janji sama gua." -kata Davin


"Janji? Janji yang mana ya?." -kata Alda pura pura lupa


"Tuh kan, jangan pura pura lupa deh. Yang tadi itu lho, ada kan." -kata Davin


"Ooh.. yang tadi itu ya, iya ya aku inget kok. Terus lo mau minta apa dari gue. Dan iya permintaannya harus sesuai dengan persyaratan jangan minta yang aneh aneh. Awas aja kalo melanggar persyaratan. Kalo ngelanggar brarti semua itu batal." -kata Alda


"Apaa? Curang dong kalo gitu. Ya gak bisa gitu lah, yang minta kan gue jadi lo harus nurut sama gue..TITIK!" -tegas Davin


"Ya terserah gue dong. Suka suka gue lah mau apa kek gue! Intinya apapun itu tetap aja lo gak boleh melanggar persyaratan." -sahut Alda


Perdebatan yang semakin lama semakin memanas saja dan perdebatan yang tiada akhir dan tiada ujungnya ini pun terus berlanjut. Hingga mereka berdua pun kelelahan saat beradu mulut.


"Yaudah, gue cape nih. Sekarang apa yang lo mau?" -tanya Alda


"Gua mau kita pacaran!" -kata Davin


🍀🍀🍀