Dark Life

Dark Life
episode 5



"Manda!!" teriak keduanya saat melihat Manda tenggelam.


***


Ravi baru saja kembali setelah mengantarkan Marina ke butik. Awalnya Marina akan pergi sendiri namun Ravi menyusulnya dan mengatakan akan mengantarkannya karena takut sesuatu yang buruk terjadi pada Marina.


Dari jauh diam-diam seorang gadis dengan dress merah rambut sebahu menyeringai. Ia kembali menyimpan ponselnya.


"Manda!" teriak Feli dan Luna bersamaan.


Feli melepaskan high heels yang di pakainya. Bersiap melompat untuk menyelamatkan Manda.


Tristan mendorong Meli ke Dino lalu memberikan handphonenya. Dino langsung memegangnya agar tak bisa menyelamatkan Manda.


Tristan mencegah Feli untuk menolong Manda.


"Gak usah di tolong Fel," ucap bara datar.


"Aneh lo! Gimana Manda bisa suka sama lo kalo cara lo gini Tan!"  bentak Feli.


"Lo tau gue siapa 'kan. Kalo gitu lepasin tangan gue." Feli mengangkat satu alisnya.


Tristan melepas cekalannya.


Byur


Bukan Feli yang menyebur melainkan seorang cowok yang berenang dan langsung menyelamatkan Manda.


___


Seorang gadis kecil berteriak meminta tolong pada tiga anak lelaki yang mendorongnya hingga tercebur ke sungai. Seorang anak lelaki berlari dengan cepat dan berteriak.


"Adek!"


Dia langsung melompat dan menyelematkan seorang gadis kecil yang dipanggil dengan sebutan adik.


Membawa adiknya ke tepi sungai. Lalu melakukan pertolongan pertama. Ia menekan dada adiknya. Hingga gadis kecil itu menyemburkan air dari mulutnya.


"Kak aku takut sama mereka," ucapnya lirih. Kakaknya kemudian memeluknya.


___


Ravi membawa Manda ke tepi kolam. Memberikan pertolongan pertama pada Manda. Ravi mengecek denyut nadi Manda. Lemah. Segera ia memberikan nafas buatan untuk Manda.  Semua orang yang melihat syok.


Manda masih belum memberikan respon. Ravi segera melakukan CPR dengan tangan.


"Uhuk!" Manda batuk. Air keluar dari mulutnya. Ia membuka mata perlahan.


Luna menelpon dokter untuk datang dan memeriksa keadaan Manda. Feli pergi untuk mengambil selimut.


Ravi menggosok-gosok telapak tangannya lalu menempelkannya di kedua pipi Manda. Ia terlihat khawatir.


Dengan keadaan yang lemah Manda dapat melihat raut wajah Ravi yang khawatir.


Tristan tak percaya dengan apa yang dilakukan Ravi. Ravi menyelamatkan orang yang di benci. Dino tak kalah terkejutnya dengan Tristan.


Handphone yang di pegang Dino masih menyala dan merekam semua kejadian barusan. Buru-buru ia matikan dan menyimpannya.


Tristan menarik Ravi memaksanya untuk berdiri,"ngapain lo selametin dia?"


Ravi diam tak menjawab. Melihat Manda seperti itu ia merasa tak tega. Ia merasa dejavu.


"Gue kasian sama dia," jawab Ravi.


Tristan yang di kuasai emosi langsung menonjok pipi Ravi. Ravi memejamkan kedua matanya. Menarik nafas dalam-dalam. Tak ingin meladeni Tristan.


Merasa di abaikan oleh Ravi, Tristan ingin melayangkan tunju yang kedua.


"Stop!" teriak Sabrina. Ia mendekat ke arah Ravi dan Tristan.


"Daripada lo bikin kacau di sini, mending ikut gue." Sabrina menarik tangan Tristan.


Sebelum jauh Sabrina berkata,"kamu tolong dia aja biar aku yang urus Tristan."


Ravi kembali jongkok di sebelah Manda. Menerima selimut yang di berikan Feli. Lalu membopong tubuh Manda.Tanpa memperdulikan tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya.


Feli dan Luna saling pandang. Satu pertanyaan yang sama timbul di benak mereka. Ada apa dengan Ravi?


***


Manda terlihat lemah dan pucat. Feli dan Luna setia mendampingi Manda.


"Gue mau ganti pakaian, kalian jaga Manda aja di sini. Gak usah sungkan." kata Ravi lalu keluar dari kamar.


"Aneh," ucap Luna.


"Bukan Ravi yang gue kenal," timpal Feli.


"Permisi, biar saya periksa keadaannya dulu." Seorang Dokter perempuan segera masuk dan memeriksa keadaan Manda.


"Gimana keadaan temen saya dok?" tanya Luna.


"Teman kalian tidak papa.  Untung saja segera diberikan pertolongan pertama," jawab dokter.


"Tapi untuk memastikan saya sarankan periksa ke rumah sakit. Kalau begitu saya permisi dulu," pamit buk dokter.


Feli dan Luna mengangguk.


"Luna, Feli, aku mau pulang," ucap Manda lirih.


Luna dan Feli mendekat.


"Kamu masih lemah Manda, di sini aja dulu," kata Feli.


"Aku mau pulang." Manda ingin bangun namun di cegah oleh Feli.


"Ke rumah sakit aja ya Man," ajak Luna.


"Engga mau," tolak Manda.


Manda menolak ajakan Luna dan Feli untuk pergi ke rumah sakit. Ia memilih pulang. Lagipula darimana uang untuk membayar biaya rumah sakit. Lebih baik untuk kehidupannya sehari-hari. Itulah yang dipikirkan oleh Manda.


***


Tristan dan Sabrina berada di sebuah ruang tengah yang sepi.


"Kalo lo mau balas dendam ke Manda bukan gitu caranya,"ujar Sabrina. Sabrina mengambil dua botol minuman dari meja. Satu botol diberikan ke Tristan.


Tristan menerima botol minum yang diberikan Sabrina. Melihat sekilas Sabrina lalu duduk di sofa.


Tristan meneguk air,"Gue gak suka liat Manda bahagia. Apalagi setelah dia nolak cinta gue di hadapan banyak orang. Kamu juga tau itu 'kan sa."


Sabrina mengangguk. Mengerti perasaan sepupunya itu. Sabrina duduk di sebelah Tristan. Menepuk bahu Tristan,"sabar. Kita main cantik."


Tristan melihat Sabrina,"gimana?"


Sabrina menyeringai,"liat aja nanti. "


***


Di sebuah kamar hotel seorang wanita dengan pakaian seksi sedang berpelukan dengan seorang pria.


Dering telepon membuat mereka berdua melepaskan pelukannya.


"Halo Luna, ada apa?" tanya Vina. Memberikan kode pada pria dihadapannya untuk diam.


"...."


"Hah! Ya udah kakak usahakan pulang secepatnya. Titip Manda dulu ya." Sambungan telepon terputus. Kini Vina sedang berada di luar kota.


Dia Vina-kakak Manda. Satu-satunya keluarga Manda saat ini.


Vina panik begitu mengetahui Manda tenggelam dan sekarang keadaannya lemah.


Pria itu memeluk Vina dari arah belakang.


"Sayang kenapa?"


"Maaf mas, aku harus pulang sekarang juga. Adikku sedang sakit." Vina menghadap ke pria itu.


Vina mencium sekilas pria di hadapannya.


"Tidak bisakah kita melanjutkannya?"


Vina menggeleng pelan.


"Tidak untuk malam ini."


"Baiklah, kamu boleh pulang."


"Makasih mas Angga." Vina memeluk Angga.


bersambung


......................