Dark Life

Dark Life
episode 1



"Akhh, sakit." Gadis itu merintih kesakitan, ketika seseorang menjambak rambutnya dengan kasar.


"Bangun Lo!" teriak Arzan Ravindra.


Manda segera berdiri. Dia menunduk ketakutan. Tubuhnya benar-benar lemas hari ini. Pasalnya dari tadi pagi Manda belum sarapan dan sekarang dia harus mengerjakan hukuman Ravi.


"Gue suruh Lo bersihin toilet, bukannya tidur." bentak Ravi.


"Maaf kak, aku cuma istirahat bentar kok. Manda capek kak." Jawab Manda sambil menunduk.


"Buruan!" Ravi menendang ember pel yang ada di samping Manda lalu dia pergi meninggalkan Manda.


Manda mengambil embernya , lalu mengisinya dengan air. Dengan cepat Manda langsung mengepel dan membersihkan toilet, ia takut kalau sampai telat masuk lagi di pelajaran buk Novi. Bisa-bisa Manda kena omel lagi sama buk Novi.


***


Manda berlari menuju kelasnya. Ia langsung menuju tempat duduknya. Untunglah Manda tidak telat.


Baru saja Manda duduk, buk Novi masuk.


"Selamat pagi semua." Sapa buk Novi, lalu ia duduk.


"Pagi buk," jawab siswa-siswi kelas XI IPA d.


Pandangan buk Novi langsung tertuju kepada Manda.


" Manda," panggil buk Novi.


Manda yang sedang Manyatat menghentikan aktivitasnya, ia melihat ke arah buk Novi.


"I-iya buk," jawab Manda ragu-ragu.


"Selesai jam pelajaran kamu ke ruangan ibu." ucap buk Nova. "Baik buk," jawab Manda.


"Lanjut ke materi hari ini," buk Novi menuliskan sesuatu di papan tulis. "HAM, ada yang tau apa ham?" tanya buk Novi.


Falisha mengangkat tangan, " saya buk,"


"Iya silahkan,"


"Hak asasi manusia adalah sebuah konsep hukum dan normatif yang menyatakan bahwa manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia. Hak asasi manusia berlaku kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja, sehingga sifatnya universal." Jawab falisha.


Falisha termasuk siswi berprestasi di SMA Bright Sky.


Dia juga seorang anak pengusaha terkenal.


"Bagus Feli," buk Novi tersenyum pada Feli. Ya, nama panggilan falisha adalah Feli.


Buk Novi melirik ke arah Manda yang sedari tadi sibuk dengan mencatat. "Manda," panggil buk Novi.


Manda tidak merespon dan tetap fokus pada aktivitasnya.


"Manda," panggil buk Novi lagi. Namun lagi-lagi Manda tak merespon.


"Manda!!" Ucap buk Novi dengan nada tinggi, karena geram.


Manda yang terkejut langsung berdiri.


"I-iya buk, kenapa?" tanya Manda gugup.


"Manda kamu kenapa?" tanya buk Novi. Buk Novi tak jadi memarahi Manda karena wajah Manda terlihat sangat pucat.


Buk Novi berjalan menghampiri Manda, lalu memegang kening Manda. "Manda kamu demam?"


"Gak buk, Manda gak papa buk." Jawab Manda lalu tersenyum pada buk Novi.


"Gak papa gimana! Jelas-jelas badan kamu panas, wajah kamu juga pucat." ujar buk Novi.


"Luna antar Manda ke UKS." Perintah buk Novi.


Luna menghampiri Manda, lalu membawanya ke UKS.


"Manda Lo kalo sakit ngomong aja ke gue," ucap Luna sambil membantu Manda berjalan menuju UKS.


"Gue gak papa Luna," jawab Manda.


"Gak papa gimana, wajah Lo ampe kek mayat hidup gini. Lo masih aja bilang kalo Lo gak papa?" Luna sangat kesal pada sahabatnya ini. Selalu saja kalau dia sakit pasti jawabnya gak papa


Manda hanya tertawa kecil, mendengar ocehan sahabatnya itu. "Luna beneran deh gue gak papa. Gak usah lebay gitu sih," ucap Manda enteng.


"Demi apasih sahabat gue kok gini amat," gerutu Luna.


Mereka akhirnya sampai di UKS. Manda merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang ada di UKS. Luna mengambil air minum untuk Manda.


"Nih minum dulu, Lo gak usah mikirin pelajaran dulu ntar gue pinjemin deh catatan gue." ucap Luna panjang kali lebar.


Manda mengambil minuman yang di berikan Luna, " iya Luna. Makasih ya Lun," Manda tersenyum pada Luna


"Iya-iya Manda. Kek sama sapa aja lu," ucap Luna.


"Yaudah gue ke kelas dulu ya," Manda beranjak dari duduknya dan kembali ke kelas.


***


"Rav, enak banget sih Lo," ucap Tristan sembari memakai sepatunya.


Dino menyemburkan air yang diminumnya. "Hah!! emang Ravi abis ngapain?"


"Rav Lo habis ngapain? Dimana ? Sama sapa? " tanya Dino cepat.


"Ehh gesrek... Lo mikirnya jangan kejauhan," Tristan melempar sepatunya ke Dino.


"Tapi beneran deh, gue penasaran emang Lo enak-enak ma sapa rav?" tanya Dino, ia menaikkan sebelah alisnya.


Ravi yang sedang bersandar di pohon dan menikmati rokoknya, langsung menghela nafas kasar. Ia menghis*p rokoknya kembali, lalu menatap tajam kedua temannya itu.


"Dasar lemot!" Tristan menjitak kening Dino.


"Lah elu bilang kan enak? Brati Ravi udah en--"


"Maksud gue dia enak gak ngerjain hukuman dari pak Harto!!" Teriak Tristan emosi karena Dino yang lemot tapi juga pikirannya yang suka ngawur kemana-mana.


"Ohhh gue kira--"


Drttt...drttt...


Ponsel Ravi berdering. Ia mengambil ponselnya dari saku celananya.


"Halo ma, kenapa?" ucap Ravi datar.


"Kamu hari ini bisa temenin mama gak?"


"Nanti Ravi usahain," Ravi langsung mematikan telpon secara sepihak.


"Cabut bro," ucap Ravi.


***


Jam istirahat. Tiba-tiba ponsel Luna berbunyi. Notifikasi chat dari Manda.


Manda_bsty😬


Lun, temenin Manda dong🥺


Me


Iya otw nih.


Luna langsung menuju ke UKS.


"Udah mendingan Lo?" tanya Luna, yang masih berdiri di depan pintu.


"Udah," Manda berdiri menghampiri Luna.


"Kantin yuk lun," ajak Manda.


"Lo...," Luna mengangkat alisnya. "Lo sebenernya sakit atau ??"


"Hehehhe," kekeh Manda. " Manda tadi cuma belum sarapan aja, terus Manda juga tadi-" Manda terdiam, ia tak melanjutkan ucapannya.


"Manda kenapa?" tanya Luna. " Lo di ganggu sama Ravi lagi ya," ucap Luna, ia menatap Manda tajam.


"Lo kalo ada apa-apa ngomong aja ke gue man," Luna menggenggam tangan sahabatnya itu.


"Iya Manda pasti cerita kok. Tapi Manda sekarang lapar ke kantin yuk," Manda merangkul pundak Luna. Mereka berjalan menuju kantin bersama.


***


Manda memakan nasi goreng pesannya dengan lahap.


"Uhkk..uhkk...," Manda tersedak, dia segera mengambil air minumnya lalu meminumnya.


"Pelan-pelan man," ucap Luna.


"Iya, hehehehe." Kekeh Manda.


Ravi, Tristan, dan Dino berjalan menghampiri meja Luna dan Manda.


Brakkkk


Ravi menggebrak meja makan Manda dan Luna.


"K-kak Ravi," ucap Manda gugup, dia segera berdiri.


"Lo ngapain di sini!" Bentak Ravi.


"Manda... Manda cuma makan siang," jawab Manda takut.


"Makan siang?" Ravi menatap sinis Manda lalu Ravi mengambil big cola dari tangan Tristan.


"Nih makan siang yang cocok buat Lo," Ravi menuangkan big cola itu ke makanan Manda.


Luna berdiri dan menghampiri Ravi.


Plakkk...


Suasana hening seketika. Semua mata tertuju pada mereka.


"Manda salah apa sama Lo?" tanya Luna. "Manda nyuri uang Lo? Keluarga Lo? Temen Lo? Gak kan!" teriak Luna.


"Diem bangs*t!" Ravi menendang kursi yang ada di belakang Luna.


"Lo gak berhak ikut campur urusan gue." ucap Ravi sambil menunjuk wajah Luna.


"Gue berhak ikut campur, Manda itu sahabat gue." ucap Luna lantang.


Byurrr...


Bersambung


...............................