DADDY

DADDY
40



maaf telat up, author disibukan dengan tugas megara.... 😂


ini masih lanjutan yang kemarin yak...


__________________


"nenek aku izin pergi keluar ya.. mau ke mall. "ucap bunga meminta izin dari sang nenek..


"baiklah bersama siapa? "nenek lis bertanya pada bunga...


"aku akan pergi bersama kak elis... "jelas bunga pada sang nenek dan nenek lia mengangguk...


"harus bawa bodyguard ya... "nenek memperingatkan bunga untuk membawa bodyguard...


"tidak usah aku akan berdua saja dengan kak elis.. "


"baiklah hati-hati jangan sampai berpisah.. "jelas nenek pada bunga, dan bunga pun pergi dari sana menuju rumah elis...


bunga pergi dengan mengemudi mobil sendiri.. dia tidak sadar bahwa ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari jauh....


setelah bunga pergi menjauh dari pekarangan rumah kediaman abraham, orang-orang itu mengikuti bunga...


kakek bunga yang sudah menyadari hal itu dengan melihat dari jauh pun hanya bisa tersenyum...


"kalian salah billa menangkap cucu kecilku itu... "kakek berbicara sendiri... dengan melihat kepergian mereka...


"bodoh jika kalian menculik bunga, kalian tidak tau bahwa gadis kecil yang lugu itu sudah berubah menjadi rubah.. "kakek tersenyum licik dengan menatap kepergian mereka..


"ikuti mobil itu dan amati dari jauh... "perintah kakek pada anak buahnya...


"baiklah tuan... "ucap salah seorang bodyguard itu...


lama perjalanan yang bunga tempuh akhirnya sampai... "kak elis, apa kakak dirumah... "ucap bunga sambil memencet bel..


"kak elis.... "tak lama kemudian seorang pelayan dirumah itu membuka pintu...


"eh non putri, masuk non.. "ajak bi ana pada bunga...


bunga hanya mengangguk dan ikut masuk kedalam rumah elisa... ,tak lama kemudian elis turun dari kamarnya...


"siapa bi..? "tanya elis pada bi ana..


"non putri, non.. "


"kenapa gak ngasih tau kakak kalo mau kesini.. "ucap elisa yang menghampiri bunga..


"mau ngajak ke mall kak hehe.. "ucap bunga sambil tertawa...


"tapi ibu lagi sakit.. "ucapan elisa membuat bunga sedih..


"tidak papa, jika kalian ingin pergi pergi saja... ibu ada yang jaga dirumah ada bi ana kan.."ucap seseorang yang tiba-tiba muncul sambil menuruni anak tangga..


"eh ibu sakit apa.. ?"bunga bertanya pada ibunya elis...


"hanya lelah saja, jika kalian ingin pergi, pergilah ibu tidak apa-apa.. "jelas ibu elisa..


bunga hanya mengangguk dan kembali mengatakan sesuatu."tapi ibu sedang saki_"ucapannya terpotong oleh ibu elisa...


"tidak apa, pergilah"mereka hanya mengangguk mengiyakan perkataan ibunya elisa itu...


"baiklah kakak akan bersiap dulu, kamu tunggu disini.. "ucap elisa, lalu pergi menuju kamarnya untuk bersiap...


selang beberapa menit bunga menunggu sambil meminum, minuman yang sudah disiapkan bi ana...


ibunya elisa sudah kembali masuk kamar dan beristirahat.. tak lama kemudian elisa turun menghampiri bunga... "ayo berangkat... "ajak elisa pada bunga..


"eh sudah, ayo kita berangkat, bi ana bunga pamit sama kak elis dah.... "ucap bunga pada bi ana...


"iya non, gih berangkat.. ,hati-hati dimakan... "ucap bi ana kepada mereka...


bunga dan elisa segera masuk kedalam mobil menuju mall milik rafa, elisa menyetir mobil yang dibawa oleh bunga...


bunga sudah merasa mulai tidak enak dalam hati ia terus melihat spion mobil...,elisa juga sudah mendapati perasaan tidak enak..


namun mereka tidak menyadarinya bahwa mereka sedang diikuti oleh seseorang..., bunga yang baru sadar pun bahwa mereka diikuti oleh salah satu mobil langsung berbicara pada Elisah...


"Kak setir mobil dengan baik, aku ingin memastikan bahwa ada seseorang yang sedang mengikuti kita... "ucap bunga pada elisa...


elisa yang mendengar perkataan bungapun langsung tegang, merasa resah bahwa mereka sedang diikuti oleh seseorang...


"baiklah..."ucap elisa mencoba santai, meskipun ada bunga disini tapi elisa masih merasa ketakutan.., elisa tahu bahwa adiknya telah berubah menjadi lebih kuat dibandingkan sebelumnya, karna tidak ingin ditindas lagi bunga bersih kukuh belajar dengan kakek bersungguh-sungguh....


"kita pakai jalan memutar, kakak jangan panik ada aku disini, aku akan menghubungi fano dan membawa sebagian anak buah untuk membawa kita dari kejaran mereka... "elisa mengangguk paham dengan perkataan bunga, ia mencoba santai dan tenang...


sedangkan bunga sedang menghubungi fano asisten sekaligus tangan kanan bunga.. "kita akan bermain-main sebentar, kau tidak perlu takut dan berutahu kakek untuk itu fano... "bunga berbicara ,sedangkan elis merasa gelisah... karna adiknya ini seperti penjahat mafia saja...


"baiklah.."ucap seseorang dari seberang sana...


bunga mematikan sambungan itu, sedangkan fano sedang memberitahu keluarga bunga...


bunga masih dalam kejaran para penjahat itu... elisa sudah resah dan tegang karna dari tadi tidak berhenti....


"kakak berhenti disini... "ucap bunga pada elisa....


"bagaimana kita melawan mereka, kenapa harus berhenti fano belum datangkan.. "ucap elisa panik, elisa sungguh panik tidak bisa mengendalikan diri sendiri...


"berhentilah dipinggir jalan kakak, tenanglah serahkan pada adikmu ini... "


"baiklah.. "final elisa karna adiknya memaksa...


akhirnya mereka berhenti dipinggir jalan yang kelihatan agak sepi, karna jalan memutar arah...


seseorang dari mobil hitam turun, dengan beberapa anggota... elisa sudah tegang namun sang adik iparnya hanya diam mengamati mereka...


"keluar kalian... "ucap seorang itu dari luar... sambil mengetuk kaca mobil...


"shit aku hanya membawa satu senjata saja... "elisa yang mendengar itupun langsung tegang kembali...


"kakak jangan keluar tetap didalam, aku akan mengurus mereka.. "


"tapi kamu bagaimana bunga, kakak akan ikut keluar dengan kamu... "


bunga keluar bersama elisa orang-orang itu langsung menangkap bunga dan Elisah.., mereka tidak tahu bahwa bunga menyelipkan senjata didalam celananya, dengan sigap bunga menendang mereka dan terlepas dari mereka, menarik kakak nya itu untuk bersembunyi dan bunga menembak mereka dengan sangat liar layank nya seorang psikopat...


Dor


Dor


Dor


dan banyak yang sudah bunga tembak namun bunga kalah telak peluru dalm senjatanya habis, dan penjahat masih tersisa separuh lagi mereka langsung menyekap bunga dan elisa membawa mereka menuju bos mereka...


tanpa mereka sadari jam tangan yang dipakai oleh bunga bisa memberikan sinyal kepada bodyguard nya, fano, kakeknya dan keluarganya...


jama tangan itu sudah dirancang oleh bunga sendiri dengan baik, dan bisa menghubungi seseorang dari jauh....


bunga dibawa segerombolan penjahat itu, membawa bunga pergi jauh...elisa hanya diam tak mampu bicara lagi ia hanya menangis... namun ia akan kuat bila adiknya juga kuat...


_______________


***Tbc


maaf author lama up karna sibuk... semoga makin seru kelanjutannya ya***....