DADDY

DADDY
37



***Maaf gaes up lama author biasa sakit jadi gak bisa mikir....


Lanjut***...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


3 bulan berlalu


Kini bunga sudah menjadi penerus keluarga abraham menggantikan sang ayah tercinta...


Bunga menjadi CEO group abraham, bunga sudah banyak berubah setelah 3 bulan lamanya...


Kini bunga mengadakan rapat bersama perusahaan kevin.....


"nona rapat akan segera siap... "ucap fano skertaris bunga sekaligus asisten bunga...


"hm baiklah.. "bunga membalas perkataan fano dengan senyuman..


Bunga bangkit dan pergi menuju ruang rapat segera, bunga berdiri didepan pintu ruang rapat... "nona apakah sudah siap.. "bunga mengangguk dan langsung masuk kedalam...


Bunga masuk kedalam dan disana sudah ada kevin yang sedang duduk, dan bunga berjalan dengan elegan seperti biasa dan tersenyum sekilas pada semua orang...


"mari kita mulai rapatnya... "ucap bunga sambil tersenyum lalu duduk ditempatnya...


Bunga dengan serius rapat namun disis lain kevin terus memperhatikan bunga....


"selama 3 bulan tidak bertemu banyak yang berubah darinya... "gumam kevin yang tengah memperhatikan bunga...


Akhirnya rapat selesai dan langsung mendiskukan dengan pihak lain...


"bagaimana tuan kevin setuju.. "ucap fano dengan sopan..


Kevin hanya dia memperhatikan bunga, bunga yang ditatap hanya diam dan menatap balik dengan raut wajah sedikit cuek...


"tuan... "


"tuan... "ucap rey


"ah ya setuju kami setuju dengan itu... "ucap kevin yang tersadar dari lamunannya...


"baiklah rapat selesai sampai disini terimakasih atas kerjasama kalian.. "ucap bunga dengan serasa tersenyum...


Semua bangkit dari tempat duduk dan keluar ruangan kecuali bunga dan fano, begitupun kevin masih duduk disana dengan rey...


Bunga yang melihat itupun heran kenapa ia masih disini tidak pergi..


Bunga berdiri dan akan segeran keluar namun...


"saya butuh berbicara dengan nona bunga.. "ucap kevin yang bangkit dari duduk dan berjalan mendekati bunga..


"baiklah katakan.. Tuan ada masalah dalam rapat ini... "bunga berkata dengan membalikan badan menatap kevin dengan sedikit tersenyum...


Kevin memberikan kode supaya rey keluar dari ruangan...


"saya butuh berbicara dengan nona bunga hanya berdua saja... "ucap kevin


"tidak bisa itu_"ucapan fano terpotong oleh bunga...


"keluarlah fan... "ucap bunga


Fano keluar dari ruangan hanya menyisakan bunga dan kevin saja disana...


"jadi tuan kevin apa yang mau dibicarakan?"ucap bunga yang berjalan mendekat pada kevin...


"kenapa begitu formal sekali, panggil aku biasa saja bunga... "


"tidak bisa itu sangat tidak sopan.. "ucap bunga dengan tersenyum.


Kevin langsung memeluk bunga daru depan, bunga kaget hanya diam memebku ditempat...


"aku sangat merindukanmu bunga... "


Setelah sadar bunga langsung melepaskan pelukan mereka..


"tuan itu sangat tidak sopan, bersikap baiklah... "ucap bunga dengan santay seperti merasa tidak terjadi apapun..


"jika tidak ada hal yang ingin dibicarakan permisi saya pergi.. "


Bunga hendak pergi dari sana namun tertahan karna tangannya ditarik oleh kevin...


Kevin menarik tangan bunga dan memegang pinggang bunga supaya tetap diam dalam pelukannya...


Dengan cepat kevin menarik tengkuk bunga dan tanpa aba-aba langsung mencium bunga...


Bunga hanya terdiam dan matanya terbelak karna kaget, bunga diam membisu disana....


Kevin ******* bibir bunga dengan lembut menyalurkan kerinduan yang sudah lama ia tak rasakan selama 3 bulan....


"ashhh... "bunga membukan mulutnya dan kesempatan itupun tidak disia-siakan oleh kevin...


Bunga tersadar atas apa yang terjadi langsung segera memukul dada bidang kevin dan menjauhkan dirinyanya daru kevin...


Tautan mereka terputus karna bunga yang sudah kehabisan oksigen oleh kevin...


Bunga langsung pergi dari ruangan itu menuju ruangannya meninggalkan kevin sendirian...


Kevin hanya diam dan bergumama"terimakasih bunga.. "sambungnya...


Bunga berjalan menuju ruangannya dan merutuki dirinya sendiri ia kesal dengan pria itu yang seenaknya memperlakukan dirinya seperti...


"menyebalkan dasar menyebalkan... "ucap bunga yang berjalan menuju ruangannya..


"ada apa nona.. "ucap fano...


"tidak apa ini masalah pribadiku fan kamu bisa kembali keperkerjaanmu... "ucap bunga yang langsung masuk keruanganny dan duduk ditempat kerjanya...


Sedikit info jadi elisa telah dipindahkan keperusahaan rafa sekaran elisa menjadi asisten rafa..


"dasar menyebalkan apa maksudnya, semoga aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi huh.."bunga berbicara sendiri...


"seenaknya saja menciumku dasar pria brengsek kau kevin... "bunga marah dengan apa yang terjadi tadi...


Bunga lelah tak ingin memikirkan apa yang terjadi tadi ia sangat lelah, bunga tidur di ruangan pribadinya yang kini telah ada kasur yang empuk disana...


.


.


.


.


Sementara itu disisi lain...


"raf kenapa kamu bengong..."ucap elisa yang melihat tunangannya itu seperti tengah memikirkan sesuatu


"aku merasa ada yang tidak beres sekarang dengan adiku... "rafa berbicara sambil menghela nafas kasar...


"jika kamu khawatir hubungi saja fano... "


"kamu saja yang hubungi dia el, aku sedang malas berbicara.. Dan tolong buatkan saja aku kopi el... "ucap rafa final dengan menyandarkan tubuhnya pada kursi kerja miliknya..


Elisa segera pergi membuatkan kopi untuk rafa dan tak lupa pula menghubungi fano...


Setelah beberapa menit membuat kopi dan berbincang ditelpon, elisa kembali keruangan rafa...


"ini kopinya raf... "ucap elisa yang masuk dengan membawakan segelas kopi...


"baiklah terimakasih, dan ya bagimana dengan bunga?"ucap rafa sambil meminum kopinya..


"ah itu dia abis mengadakan rapat dengan kevin, ayahkan bekerja sama dengan perusahaan kevin... "elisa mengatakan sambil duduk disofa...


"pasti terjadi sesuatu pada gadis itu... "


"ya ada kendala sedikit kevin ingin berbicara berdua dengan bunga setelah itu tidak ada yang tau apa yang terjadi... "elisa berbicara sesuai apa yang dikatakan fano ditelpon tadi...


"aku yakin terjadi sesuatu, karna aku merasa seperti ini... "raga khawatir dengan keadaan adiknya...


"sudahlah dia sudah dewasa biarkan dia menyelesaikan masalhnya sendiri, jika dia membutuhkan apapun pasti juga akan menghubungimu kan sayang.. "ucap elisa dengan menenangkan rafa...


"hm ya, baiklah aku akan istirahat kekantin mau ikut tidak, sekali-kali kita kesana ayo.. "ajak rafa pada elisa..


Elisa hanya tersenyum dan mengangguk sebagaj jawabannya... Sungguh momen yang langka seorang CEO makan dikantin hebat sekali bukan....


Elisa berjalan disamping rafa, semua pegawai berbincang yang tengah duduk dikantin....


"wah aku tidak bermimpikan tuan muda rafa makan dikantin... "


"ya benar "


Seperti itulah ucapan dari pegawai disana dan masih banyak lagi.. Elisa hanya tersenyum pada mereka yang tengah memperhatikannnya....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


***TBC


Segini dulu ya temen-temen maaf lama up author masih sakit biasalah.. Author juga kehabisan ide wkwkwkwk


Sampai jumpa dipart selanjutnya jangan lupa seperti biasa like comment dan votenya terimakasih....


Silahkan bila ada yang mau disampaikan pada pemeran yang disini wkwkwk***...