DADDY

DADDY
38



Kediaman Abraham....


"aku pulang "ucap seorang gadis cantik dengan lantang...


"hey cucu nenek pulang selarut ini, apakah ada masalah sayang? "ucap seorang wanita paruh baya itu...


"tidak nenek, bunga hanya ketiduran dikantor jadi...pulang selarut ini."ucap bunga final dan langsung menuju kamarnya...


"ishh anak ini pasti lelah, bibi tolong diapkan makanan untuk bung cepat.. "nenek lia menyuruh pembantu dirumah untuk memasak makanan buat bunga..


Bibi langsung pergi menyiapkan makanan untuk bunga...


bunga kini sedang berkutat dengan laptopnya itu dikamarnya...


Bunga melirik jam sudah pukul delapan malam namun sang kakak belum juga pulang...


"eh kakak belum pulang mungkin menginap disana.. Baiklah aku harus mandi setelah itu makan.. "ucap bunga lalu masuk kedalam kamar mandi...


Sedangkan diruang tv mereka sedang menonton sambil memakan popcron...


"eh nenek diaman rafa apakah putraku belum pulang... "ucap ayah vito yang bertanya pada nenek lia..


"belum, sepertinya dia akan lembur dan menginap disana.. "jelas nenek..


"ayah apa rencana selanjutnya kita untuk keluarga alexander yang selalu menganggu itu... "ucap vito pada sang ayah, dan sekaligus kakek bunga dan rafa...


"ayah sudah merencanakan sesuatu yang besar, persiapan sudah sangat matang..."


"kita hanya perlu menjaga bunga untuk itu, dia adalah mahkota dari keluarga kita.. "


"ibu setuju dengan itu... "


"hm baiklah kalau begitu... "vito hanya mengangguk mengiyakan perkataan ibu dan ayahnya...


"dulu aku sangat khawatir bunga akan jadi gelandangan bu, setelah mendengar ibunya meninggal... "ucap vito dengan raut wajah sedih...


"aku sudah mencarinya kemana-mana namun hasilnya nihil sampai ketika bunga sudah beranjak dewasa baru bertemu, apakah aku pantas disebut jadi seorang ayah bu? "lia yang mendengarkan itupun menenangkan putranya itu begitupun dengan sang ayah...


"sudah lupakan yang terpenting sekarang bunga sudah kembali kepada keluarga kita bukan... "


"dulu aku khawatir tapi setelah mendengarkan bahwa bunga dirawat oleh mayang aku merasa lega saat itu.. "


"mayang memang baik dari dulu bukan, dia tidak akan berubah akan sama seperti dulu ,untunglah putrimu diurus oleh dia... "


"namun sayang vita meninggal tengah menyelamatkan kevin yang akan ditabrak oleh mobil dan kejadian itu sudah direncanakan oleh keluarga alexander... "vito mengingat kenangan bersama isyrinya itu ia menyesal tidak mendengarkan penjelasaanya dulu...


"dan keluarga alexander juga yanh telah membuat keluargaku hancur..."vito sudah sangat marah tercampur rasa sedih saat ini...


Sedangkan disisi lain bunga tengah melihat bintang dibalkon kamarnya... "ibu aku merindukanmu.. "gumam bunga dan tak sengaja air mata bunga menetes sudah...


Tanpa bunga sadari bi yuli melihat bunga sedang menangis dibalkon kamarnya...


Bi yuli melihat karna pintu kamarnya terbuka..'tok tok'suara ketukan pintu membuat bunga kaget dan langsung mengusap air matanya...


"eh bibi makanan bunga sudah siap ya.. "ucap bunga santay dan tersengum kearah bi yuli...


"iya non jangan lupa dimakan ya supaya tidak sakit, dan susunya juga jangan lupa diminum bibi keluar dulu ya.. "bunga hanya tersenyum dan mengangguk...


"jangan sedih lagi loh non, sudah ayo dimakan makananya bibi permisi.. "ucap bi yuli lalu keluar dari kamar bunga dan meninggalkan bunga sendirian...


Apakah bibi tau aku habis menangis huh pasti memberitahukan nenek>batin bunga....


"baiklah aku akan makan... "bunga langsung menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh bi yuli tadi


Sedangkan bi yuli...


"kenapa bi? "nenek lia langsung bertanya pada bi yuli...


"sepertinya merindukan ibunya, saya melihat sebelum masuk kamar....non bunga sedang manatap bintang dan berdiri dibalkon kamar sambil menangis... "jelas bi yuli pada nenek lia....


"tapi apakah dia sudah makan..?"nenek lia bertanya kembali pada bi yuli karna khawatur terhadap cucunya itu...


"sudah nyonya saya sudah memberikan makanan dan susu sesuai kringinan nyonya... "nenek lia mengangguk lalu pergi menuju kamar bunga...


Begitupun dengan bi yuli pergi ketempatnya sendiri....


Ayah bunga dan kakek sedang setia menonton tv....


Sedangkan dikamar, bunga tengah duduk didepan balkon kamar miliknya sambil menatap bintang...


Makanan yang bi yuli bawakan sudah bunga habiskan...


Tak lama kemudian nenek lia masuk kedalam kamar melihat keadaan cucu tercintanya itu...


Nenek lia menghampiri bunga yang tengah duduk dibalkon sendirian...


"sayang apa bunga baik-baik saja.. "ucap nenek lia yang menghampiri cucunya itu...


Bunga yang merasa terpanggil dan kaget pun bangkit dan balik badan..


"eh nenek, aku baik-baik saja tidak ada masalah sama sekali.. "ucap bunga dengan kembali duduk..


"cucu nenek yang satu ini tidak pandai berbohong rupanya.. "nenek liat ikut duduk dipinggir bunga...


Bunga hanya diam dan menyandarkan tubuhnya pada bangku tersebut sambil menatap langit...


"nenek tau kamu sedihkan.. Rindu pada ibumu sayang"ucap nenek lia yang juga ikut menatap bintang...


Bunga menoleh pada sang nenek dan nenek ikut menoleh.. "aku merindukannya"raut wajah bunga menjadi sedih tamun masih bisa mencoba untuk tersenyum...


Nenek lia yang melihat itupun sangat sakit hati "kemarilah... "bunga langsung menuju pelukan sang nenek...


"ibumu sudah tenang disana, dia selalu melihatmu dari atas sana dan tersenyum karna gadis kecilnya ini sudah menjadi wanita dewasa yang cantik dan kuat.. "ucap nenek lia yang ikut terisak sambil memeluk bunga...


Tubuh bunga bergetar hebat dan mennagis dipelukan nenek lia, nenek lia mengusap surai rambut bunga dan mencium kening bunga...


"kenapa takdir tidak adil padaku nenek hikss.... "ucap bunga sambil terisak...


"jangan marah nyalahkan takdir sayang ini sudah diatur oleh dia yang menciptakan kita... "nenek lia menenangkan cucunya itu supaya berhenti menangis...


"tapi aku sangat merindukan ibuku nenek.. "tangisan bunga makin menjadi dalam pelukan nenek lia...


Nenek lia tak sanggup melihat cucu kesayangannya ini menangis...


Nenek lia menatap langit dan ada bintang yang amat terang... "lihat sayang bintang itu, ibumu melihat bahwa putrinya merindukannya, ibumu mau lihat gadis kecilnya sedang mennagis... "bunga melepaskan pelukan itu dan melihat langit...


Bunga melihat salah satu bintang yang amat terang.. "ibu bisakah kamu datang dalam mimpiku, aku sangat merindukanmu ibu..."bunga kembali menangis...


Hari sudah mulai begitu malam nenek lia membawa masuk bunga kedalam kamarnya...


Nenek lia menyuruh bunga tidur untuk tidak memikirkan hal apapun lagi...


Setelah bunga tidur nenek lia mengecup kening cucunya itu dan bangkit pergi dari sana..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


TBC


haloyoh makin penasaran gak yah sama cerita ini, jangan lupa. VOTE SAMA LIKE COMMENYNYA TERIMAKASIH.....