
Rachel mengangguk dan merasa tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan Christhoper, dan hatinya sedikit khawatir. Dia meletakkan hadiah itu diatas lututnya dan mengalihkan pandangannya keluar jendela.
Christopher melirik gerakannya dari sudut matanya dan berkata, "Jangan takut, kamu hanya bertemu dengan orang tua ku dan kamu juga sudah melihat mereka bertiga dan mereka sangat menyukaimu."
Rachel tidak ingin terlalu gugup, jadi dia berusaha mencari topik pembicaraan. "Bagaimana Owen bisa menjadi seperti ini? Ketika aku berinteraksi dengannya, aku merasa kalau tidak ada masalah dengan kecerdasan dan perilakunya. Mengapa dia tidak berbicara?"
Tangan Christopher terkepal tanpa bekas, dan urat-urat samar menonjol di punggung tangannya.
Rachel merasa terkejut melihat reaksi dari Christopher yang tampak gelap dan kesal.
Sebenarnya, Rachel ingin menanyakan tentang rahasia Keluarga Morgan.
Pandangannya jatuh menusuk ke mata Christhoper Morgan. Sambil bertanya-tanya, Apakah dia bisa dengan cepat berinteraksi dalam kehidupan Keluarga Morgan?
Tepat ketika Rachel sedang berpikir, Christhoper berkata dengan suaranya seperti biasa, "Kamu akan tahu nanti."
Rachel menatapnya dengan heran dan tidak mau berbicara lagi.
Kediaman Morgan terletak di Round Mountain, sangat jauh dari perkotaan.
Seluruh mansion menutupi area tanah yang luas, tetapi area pemukimannya tidak terlalu besar. Ada banyak area hijau dan fasilitas umum yang merupakan lingkungan hidup yang sempurna.
Christopher mengemudikan mobil ke halaman Mansion dan berhenti. Banyak bunga ditanam di halaman, dan sekilas sangat mempesona. Orang akan berpikir bahwa mereka semua tumbuh secara alami, tetapi orang akan berpikir lagi bahwa penempatan mereka sangat masuk akal dan direncanakan dengan baik jika diperhatikan dengan cermat.
Setelah mendengar suara mobil memasuki pekarangan, Tuan dan Nyonya Morgan keluar dari rumah dan berdiri di depan pintu untuk menemui mereka.
Christopher keluar dari mobil terlihat tengah malamun, membukakan pintu mobil untuk Rachel.
Rachel keluar dari mobil dan menyerahkan hadiah yang dibawanya kepada Chrichel. Dia tersenyum dan berkata, "Paman dan bibi, ini adalah hadiah yang dipilih oleh orang tuaku untuk kalian berdua. Terimalah."
"Orang tua mu sangat baik." Chrischel mengambil hadiah itu dan membukanya dengan anggun. Itu adalah acar-acar milik Amelie dan ada juga beberapa makanan asam, yang terlihat jauh lebih enak dari pada makanan yang dibeli di luar. "Aku pasti akan meminta ibumu untuk mengajariku membuat makanan ini."
"Dia sangat tertarik dengan dapur dan sangat ingin bercerita tentang makanan dengan bibi."
Chrischel menggandeng tangan Rachel untuk masuk ke dalam rumah. "Harimu sangat panjang. Istirahat lah dulu, nanti baru makan siang."
Rachel mendengarkan perkataan dari nyonya keluarga Morgan itu. Saat memasuki rumah utama, dia terkejut ternyata mereka tidak memiliki dekorasi yang rumit seperti yang dia bayangkan sebelumnya.
Orang yang melihat nya akan merasa bahwa ada keanggunan dalam kesederhanaan.
Bantalan, kursi, mural, perabot teh, semuanya tampak biasa saja, yang secara tidak sengaja mengungkapkan perasaan penataan yang rumit, yang membuat orang yang melihatnya tidak akan merasa minder karena tampilannya yang sederhana.
Rachel pikir kalau orang kaya akan memiliki banyak peraturan dikediaman mereka. Tapi yang dia lihat sekarang sungguh jauh berbeda dari ekspektasi nya.
Jika mereka tidak memamerkan kekayaan mereka secara langsung, maka orang lain pasti akan mengabaikan status mereka.
...----------------...
Setelah makan siang yang lezat, Chrichel mengizinkan Christhoper membawa Rachel untuk membiasakan diri dengan kediaman Morgan.
Rachel hanya mengira kalau Christhoper akan mengajaknya jalan-jalan di sekitar ruang makan saja.Tanpa diduganya, ternyata Christhoper membawanya langsung kekamar pribadinya.
Kamar yang disebut kamar Christhoper Morgan ini sebenarnya adalah sebuah vila kecil yang berdiri sendiri.
Christopher Morgan tersenyum. "Kamu bisa melihatnya dari di sini. Kalau kamu ingin mengenalku secara pribadi, ini adalah cara terbaik untuk pergi kekamarku."
Rachel terpaksa harus berusaha menerima kelebihan dari keluarga Morgan. Sebenarnya, dia tidak cukup paham dengan keluarga Morgan, yang selalu bisa melakukan apapun sesuai perintah mereka. Namun, setelah dilihat dari segi kehidupan nya, jauh berbeda, mereka sangat sederhana tidak seperti orang kaya pada umumnya.
Mereka pergi ke ruang tamu bersama. Christopher menatap wajah Rachel yang penasaran dan tidak ingin berbicara agar tidak mengganggunya. Dia berbelok ke dapur dan membawakannya segelas susu dan beberapa kue kering.
Rachel berdiri lama di ruang tamu dan kemudian dia berpikir kalau hanya karena Christopher dan keluarganya tidak memperlakukannya sebagai orang asing, dia tidak perlu terlalu kaku seperti itu. Dengan mengingat hal itu, Rachel berjalan ke dinding yang banyak jejeran foto.
Ada sekitar 100 foto di dinding itu, yang masing-masing dibingkai dan hampir semua foto Christhoper dari dia kecil hingga dewasa serta foto dirinya dan Owen.
Rachel berdiri di depan dinding foto sambil menatapnya satu per satu. Dia begitu terkejut kala menemukan banyak kekaguman yang dilihatnya dari Christhoper. Citra dari Christhoper di hatinya tidak tetap tetapi bukan berarti tidak bisa diubah, dan dia hampir tidak bisa melihat penampilan Christhoper yang sama di foto itu.
Dia merasa Christhoper hanya bersikap dingin terhadap orang lain, tetapi perhatiannya padanya dan Owen sangat nyata. Dia pikir Christhoper adalah ayah tunggal yang baik. Dia bisa melihat dari perhatiannya yang cermat pada Owen, bahkan lebih sederhana dari ayah pada umumnya dan dia tidak melihat Owen dalam kesusahan sama sekali kecuali mendapatkan perhatian dari Christhoper.
Anak-anak lebih mudah sensitif dari pada orang dewasa. Jika Christhoper menyakiti Owen, Dia tidak akan menempel padanya.
Rachel berpikir bahwa Christopher adalah orang yang sangat kontradiktif.
"Apakah foto-foto itu begitu indah?" Suara Christhoper tiba-tiba muncul.
"Kau mengejutkanku." Jawab Rachel, dia menoleh dan melihat segelas susu dan makanan ringan di tangan Christhoper lalu dia tersenyum. "Terima kasih."
Christopher meletakkan susu dan makanan ringan itu di sisi meja kecil, dan melihat kembali foto yang sama yang dilihat Rachel dan berkata, "Dulu aku sangat suka tertawa tanpa henti."
Rachel tidak menyangka kalau Christhoper akan berbicara. Jadi seteguk susu yang baru saja dia minum hampir menyembur keluar.
Christopher memandanginya yang batuk lama sekali sampai Christhoper terhibur oleh tingkah Rachel. Dia berkata, "Aku tidak akan menjelaskan bagaimana hari-hari kita akan berlalu berulang kali. Sekarang kita adalah suami dan istri sampai maut memisahkan. Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk beradaptasi dengan hidupku begitu cepat, ikuti saja langkah awal mu. Dan untuk pernikahan kita, biarkan orang tua ku yang menanganinya. Kalau ada yang ingin kamu tambahkan dalam pernikahan kita nanti, kamu juga dapat mengatakannya secara langsung."
Rachel menatapnya dengan heran. Dia tidak berharap Christhoper mengatakan hal seperti itu.
Christopher mengangkat alisnya.
Rachel tiba-tiba berkata, "Apa yang kamu katakan barusan sedikit membuat ku tersanjung, terima kasih. ngomong-ngomong, di mana Owen? Bukankah dia ada disini juga?"
"Dia tidak berani melihatku akhir-akhir ini."kata Christhoper.
Rachel terdiam.
Christopher yang melihat Rachel telah meminum susu darinya lalu dia berkata, "Pergilah ke halaman belakang dan lihatlah apa yang ada disana. Ada banyak ladang yang ditanam oleh orang tuaku."
"Mereka masih bertani?" Rachel terkejut.
"Ya, kata mereka, itu bertani adalah salah satu hobi mereka." Jawab Christhoper dan melangkah lebih dulu menuju halaman belakang.
Rachel pun mengikutinya.
_______
TBC