
Semua karakter, insiden, dan latar dicerita ini adalah fiktif. Kemiripan dengan cerita tertentu, baik alur maupun tokoh hanya kebetulan dan tidak disengaja.
HAPPY READING
...----------------...
Setelah mengunjungi beberapa tokoh bersama Christopher, Rachel merasa sedikit minder. Total dari harga nya sangat luar biasa.
Selain pakaian, sepatu, dan syal, ia juga membeli beberapa tas dan sepaket parfum, kosmetik, dan produk perawatan kulit.
Awalnya, Rachel menghitung total harga dari semuanya. Tetapi ketika harga total dari belanjaannya yang melonjak menjadi tujuh angka, dia tidak tahu lagi cara menghitungnya.
Butuh beberapa tahun baginya untuk mendapatkan penghasilan untuk membeli barang-barang dalam satu malam, masih tanpa makan atau minum.
Saat itu dia benar-benar merasakan menjadi orang kecil di antara mereka.
***
Christopher memarkir mobilnya di depan rumah Rachel, dia membuka sabuk pengamannya, dan turun untuk membukakan pintu untuk Rachel.
Rachel berkata dengan sedikit tidak nyaman,
"Aku bisa membukanya sendiri."
Meskipun dia merasa cukup tersanjung atas perlakuan Christopher padanya, namun, tetap saja dia merasa canggung.
"Mulai sekarang, kau harus terbiasa. Saat pria ada di sekitar wanitanya, dan jika wanitanya dibiarkan melepaskan sabuk pengaman dan membuka pintu sendiri. Menurutku pria itu tidak pantas menjadi pendamping."
Rachel terdiam.
Mereka pun masuk kedalam rumah Rachel dengan kantong besar.
Christopher membawa kantong yang berukuran besar itu, dan membiarkan Rachel melenggang dengan tas kecil di bahunya.
Rachel yang sudah terbiasa melakukan apapun sendiri karena didikan dari Amelie, tiba-tiba dia menjadi canggung dalam setuasi saat ini.
Acrux sangat puas saat melihat keduanya memasuki pintu dengan bersamaan dan melihat apa yang ada di tangan mereka. Dia bertanya,
"Apa kalian sudah makan?"
"Saya sudah makan malam."
Amelie pun maju berusaha membantu membawa kantong kertas besar dan kecil yang berada ditangan Christopher, namun, Christopher memintanya untuk duduk.
Christopher mengeluarkan dua tas yang terlihat mewah dan berharga dari segi material.
"Paman, bibi, orang tua saya dan saya sudah terlalu lancang datang kesini tanpa memberitahu kalian sebelumnya, dan kami tidak menyiapkan hadiah pertemuan apa pun untuk kalian berdua. Dua hadiah kecil ini menunjukkan sedikit penghargaan dari saya, saya harap kalian menyukainya."
Acrux dan Amelie tidak bisa menolak, dan mereka menerimanya dengan senyum ramah.
Acrux melihat kantong di depannya dan tahu ada daun teh di dalamnya.
Pada saat yang sama, dia juga mengerti bahwa Christopher memang sedang mempersiapkan hadiah dengan sangat hati-hati.
"Anda baik sekali."
"Ini bentuk kesopanan saya." Christopher tersenyum dengan hangat, terlihat seperti orang elit di pusat perbelanjaan. "Saya sudah ceroboh dalam mendaftarkan pernikahan sebelumnya, yang membuat Rachel dan kalian khawatir. Orang tua saya juga merasa bersalah tentang hal ini. Biarkan mereka yang mengurus masalah pernikahan nya. Kalian berdua tidak perlu khawatir dan mungkin mereka akan kesini untuk membahas detail pernikahannya."
"Mungkin akhir pekan waktu yang pas."
"Baiklah. Untuk sementara dijadwalkan pada hari Minggu dan Sabtu. Saya ingin Rachel menemaniku kembali ke mansion dan menunjukkan padanya tempat di mana aku dibesarkan. Apa kalian mengizinkan nya pergi bersamaku?." tanya Christopher.
Kata-kata, perbuatan, dan perilaku Christopher semuanya mengungkapkan rasa hormat.
Bahkan Rachel, yang pernah melihat pribadinya dan penampilannya, tergerak oleh ketulusannya.
Apakah Carter dan Chrichel akan datang berdua saja sesuai pernyataan Christopher, semuanya menunjukkan bahwa mereka begitu mementingkan pernikahan ini dan menggunakan tindakan praktis untuk meyakinkan keluarga Rachel.
***
Setelah mengingat hal itu, Rachel pun mandi dan berbaring di tempat tidur, dia melihat lebih dari selusin kantong kertas yang belum dibuka.
Jika dia yang membeli semua barang itu mungkin dia akan menyesal seumur hidup. Namun, sekarang terasa berbeda, hatinya terasa lapang dan damai.
Sebagai seorang gadis, dia tidak bisa tidak menyukai hal-hal indah itu.
Dia tidak akan mengatakan bahwa dia tidak menyukainya.
Christopher sudah berkata jauh didepan orang tuanya, yang membuatnya sangat gelisah.
Dia telah mendengar banyak dari rekan di rumah sakit yang berbicara tentang pernikahannya, dan mereka akan bertengkar dan marah tentang segala macam hal sepele yang ditemui dalam dekorasi pernikahan nanti.
Terus terang saja, anak perempuan yang menikah karena cinta dan rela meninggalkan orang tua mereka yang telah melahirkan mereka selama lebih dari 20 tahun, dan mereka akan tinggal bersama pria yang baru mengenal mereka selama beberapa bulan. Dan kemudian mereka akan menyebut mertua mereka sebagai orang asing yang tidak pernah melahirkan mereka. Sementara orang asing itu merawat mereka, mengerahkan tenaga, dan kerja keras mereka untuk keluarga.
Namun para pria itu tidak akan mau mengatur gadis-gadis itu bahkan dengan cara dasar dan pernikahan yang sederhana.
Setelah melihat banyak rekan wanita yang hampir putus dalam pernikahan, dan kemudian melihat bagaimana Christhoper menangani berbagai hal, tidak mungkin Rachel tidak tahu apa-apa di hatinya.
Mungkin akan menjadi keputusan yang baik baginya untuk menikah dengan Christopher.
Rachel berpikir begitu lama dan perlahan tertidur.
****
Christopher menjemput Rachel ke tempat kerjanya setiap hari, ditambah lagi berita pernikahan yang telah diumumkan oleh orang-orang Morgan.
Orang-orang di Rumah Sakit UCLA telah banyak bergosip tentang Rachel, mata iri dan cemburu dari rekan wanita dan pasien wanitanya kian menjadi semakin jelas.
Rachel merasa saat dia pergi bekerja sangat tidak lagi menyenangkan.
Alhasil dia selalu begadang sampai hari Sabtu tiba.
Pada Sabtu pagi, dia memilih setelan jas dari tumpukan pakaian yang dibelikan Christhoper, dia mengenakan syal sutra ungu, dan mencocokkannya dengan mantel medium yang berwarna terang, yang tetap hangat dan ringan.
Amelie melihat penampilan nya dan tersenyum,
"Oh, putriku sangat cantik saat berdandan."
"Apa kamu serius, ibu?"
"Serius, tentu saja."
Rachel menatapnya ragu, lalu mengikat rambutnya menjadi kepala bakso dan melihat ke cermin sebentar.
"Bu, bagaimana menurutmu kalau rambut ku diikat seperti ini?"
"Ibu rasa lebih baik digerai saja."
"Lebih nyaman gaya seperti ini ibu. Apalagi dalam acara pertemuan ini."
"Para dokter dan perawat di rumah sakit mu tidak semuanya memotong pendek rambut mereka, dan yang melakukan itu, mereka memiliki hubungan yang buruk dengan karier mereka."
"Aku rasa tidak begitu."
Amelie memandang Rachel dan bertanya, "Sayang, apa kamu gugup?"
"Apa aku bisa tidak gugup, saat melihat mertuaku?."
"Mereka semua tampaknya orang-orang yang berakal sehat, dan mereka tampaknya tidak seperti yang kita lihat di TV. Jangan terlalu khawatir."
"Bu, apakah kamu gugup ketika bertemu dengan kakek nenekku sebelumnya?"
"Bukannya kamu sudah beberapa kali mendengar hal-hal yang memalukan saat itu? Hubunganku dengan ayahmu dan hubunganmu dengan Christopher itu berbeda. Aku satu tahun lebih tua dari ayahmu. Ketika kisah cinta seseorang tidak populer, maka mudah untuk berurusan dengannya. Sederhananya seperti ini, kamu memiliki pekerjaan mu sendiri, memiliki keluarga kaya, dan kamu bisa berbuat baik. Tidak mengherankan bahwa orang-orang seperti kamu juga bisa menikah dengan keluarga kaya. "
"Bu, kamu memuji putrimu tanpa berusaha terlalu keras."
"Aku serius. Kamu harus keluar, aku melihat mobil menantuku sudah datang."
"Selamat tinggal, ibu."
Christopher baru saja menghentikan mobil saat melihat pintu rumah terbuka.
Melihat Rachel keluar, dia tersenyum dan berkata, "Wanitaku, kamu benar-benar jarang berkencan ya, kamu sangat tepat waktu."
"Jika dokter tidak tepat waktu, maka mereka akan membunuh banyak pasien." Rachel tidak menunggu Christhoper turun dari mobil, jadi dia dengan cepat membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.
Christopher memandangnya sambil tersenyum dan melihat bahwa dia masih membawa sekantong barang di tangannya. "Hadiah untuk orang tuaku?"
"Hmm. Jika hadiahnya tidak sesuai dengan selera kalian, apa nanti orang tua mu akan tetap menyukainya?" Rachel bertanya dengan sedikit gelisah.
"Hadiah tanda dari sebuah perhatian bukan Karena nilainya."
"Christopher, kamu semakin pandai bicara."
"Kamu memang harus memujiku" Christhoper mengendarai mobil keluar sambil tersenyum.
****
TBC