
" Hahahaha...kau akan ditunangkan oleh mama Hahahaha...." ucap Pangeran Elrick sambil tertawa kencang sambil tubuhnya terbaring di atas sofa dengan berbantalan di paha Pangeran Alrick.
Pangeran Alrick yang mendengar suara tawa Pangeran Elrick membuatnya jengkel jadi dengan tega ia menjatuhkan Elrick dari sofa.
Bruk....
" Aduuh...." Erangan kesakitan Pangeran Elrick ketika tubuhnya terjatuh ke atas lantai dan kepalanya mengenai meja.
Pangeran Mahkota Melvin yang melihatnya hanya tersenyum tipis sambil dalam diam ia mengucapkan terima kasih kepada Pangeran Alrick karena telah membuat saudara nya nakal untuk diam.
" Kak bagaimana bisa ini terjadi bukannya Mama membebaskan mu untuk memilih pilihan?" tanya Pangeran Alrick penasaran.
Karena menurutnya Ratu Aleyza membuat keputusan untuk memberikan tunangan kepada Pangeran Mahkota Melvin. Mengingat selama sudah berapa banyak surat lamaran yang dibakar oleh nya.
Pangeran Mahkota Melvin hanya menjawab dengan sedikit gelengan kepalanya karena dirinya juga tidak tahu ibunya bisa memutuskan mengambil keputusan sebesar itu. Entah kenapa Pangeran Mahkota Melvin tidak menolak pertunangan ini, apa ia sudah memiliki perasaan pada Keira pikir Pangeran Mahkota Melvin.
Pangeran Elrick yang sudah berhenti tertawa langsung berdiri dan menunjuk Pangeran Alrick dengan raut wajah marah.
" Mengapa kau mendorong ku?" tanya Pangeran Elrick.
" Aku tidak melakukannya secara sengaja, cuma mau membantu supaya kau tidak menjadi gila karena kehilangan suara mu." jawab Pangeran Alrick sambil menyeringai licik.
Pangeran Elrick yang mendengarnya merasa ingin sekali memukul saudaranya sebelum kemudian Pangeran Mahkota Melvin menghentikan nya.
" Cukup kalian bersaudara jangan saling bertengkar. Juga lebih baik pergi ke kamar kalian dan merenungkan semua kesalahan masing-masing. Apa kalian paham." ucap Pangeran Mahkota Melvin yang sudah merubah mata nya menjadi emas.
Setelah kedua saudara nya pergi Pangeran Mahkota Melvin menyandarkan tubuhnya di kursinya.
" Sepertinya aku menyesali bercerita dengan mereka." ucap Pangeran Mahkota Melvin sambil terkekeh pelan.
...****************...
Keira berdiri di atas balkon sambil melihat pemandangan desa dengan pandangan bosan sambil memangku tangannya di dagu. Sepertinya permasalahan ini tidak akan berakhir secara mudah belum sampai dirinya memecahkan masalah kalung waktu sekarang dirinya dihadapkan dengan rencana ibu angkatnya untuk bertunangan sama Pangeran Mahkota Melvin.
" Apa aku bisa mencari tahu semua hidupku?" tanya Keira pada dirinya sendiri.
Dengan pandangan sendu Keira mengingat bagaimana seluruh keluarga ayahnya menjauhi nya dan mengatakan sesuatu yang buruk padanya. Waktu kecelakaan saja Keira menduga bahwa itu dari keluarga ayahnya yang ingin membunuh nya karena alasannya memenangkan proyek.
" Apa mungkin aku pergi ke kota saja ya?" ucap Keira dengan mata bersinar seolah dirinya mendapatkan ide.
Dengan cepat Keira masuk ke dalam kamarnya berjalan menuju lemari mencari sesuatu untuk menutupi jati dirinya. Ia ingin sekali mencari tahu tentang kasus kemarin dimana ada Casino di kota yang dihancurkan oleh pihak Kekaisaran.
Ia sangat penasaran bagaimana mereka bisa ketahuan mengingat Casino itu sudah berdiri selama 10 tahun. Jauh dari masa pemerintahan Kaisar sekarang.
Keira mengambil sebuah jubah berwarna hitam dengan sihirnya ia mengubah warna rambutnya menjadi merah.
" Mari berpetualang mencari tahu di kota kekaisaran." ucap Keira sambil tersenyum miring.
Countine...