Crown Prince and Future Girl

Crown Prince and Future Girl
Kepergok



Karena tidak bisa memasuki perpustakaan khusus anggota kerajaan membuat Keira cemberut. Padahal dirinya sangat ingin mencari tahu bagaimana bisa kembali ke dunia nya dan alasan apa wanita tua itu memberikan nya benda itu.


Hal itu semakin membuat Keira pusing dengan teka-teki yang harus di pecahkan.


" Aku tidak boleh menyerah untuk kembali ke dunia asal ku." ucap Keira sambil mengepalkan tangannya ke depan dengan semangat.


" Jadi kau mau ke perpustakaan keluarga ku untuk mencari tahu tentang jam itu." ucap Pangeran Mahkota Melvin dari belakang Keira.


Keira yang mendengar suaranya langsung terkejut karena pria itu tiba-tiba berada di belakangnya.


" Buat apa kau mengikuti ku, Yang Mulia. Bukannya kau punya urusan lain yang lebih penting selain mengikuti seperti seorang penguntit." ucap Keira menyindir Pangeran Mahkota Melvin.


Pangeran Mahkota Melvin menyerngitkan dahinya merasa kesal dengan ucapan perempuan di depannya. Berani-berani nyaa perempuan itu mengejeknya.


Tapi Pangeran Mahkota Melvin harus bersikap tenang untuk mendapatkan informasi mengenai gadis ini.


" Jadi jawab saja pertanyaan saya tadi atau saya ingin melaporkan nya kepada Ratu pastinya beliau akan senang mendengar bahwa Puteri angkatnya berusaha hmmm..." ucap Pangeran Mahkota Melvin yang terhenti sebab tiba-tiba saja Keira menutup mulut nya menggunakan telapak tangannya.


" Jangan memberitahu Ratu atau kau akan menyesal melakukannya Pangeran." ucap Keira dengan suara mengancam.


" Hahahaha.... itu sangat lucu Lady Matthew." ucap Pangeran Mahkota Melvin sambil tersenyum.


" Saya tidak akan melakukannya, jadi benar kau ingin kembali ke tempat asalmu Lady?" tanya Pangeran Mahkota Melvin merubah raut wajahnya menjadi serius.


Keira memalingkan wajahnya sebelum kemudian membalikan badannya.


" Itu bukan urusan anda, Yang Mulia." ucap Keira menjawab tanpa menatap ke belakang.


Pangeran Mahkota Melvin menghela nafas nya dengan lelah melihat jawaban dari gadis keras kepala itu.


" Jika anda sangat ingin mengetahui perjalanan waktu. Saya akan memberitahu anda bahwa tidak ada jalan kembali." ucap Pangeran Mahkota Melvin sambil tersenyum miring.


" Apa maksud perkataan mu itu, Pangeran?" tanya Keira yang berjalan mendekati Pangeran Mahkota Melvin dengan tajam.


Pangeran Mahkota Melvin mencengkram dagu Keira sambil mendekatkan wajahnya. Membuat Keira merasa risih.


" Ohh...."


Suara seseorang yang membuat secara refleks Pangeran Mahkota Melvin melepaskan tangannya dari dagu Keira.


Keira yang ada kesempatan segera menjauhkan diri dari Pangeran Mahkota Melvin dan melirik siapa yang memperhatikan mereka. Bertapa terkejut nya ia melihat Ratu Aleyza berdiri tidak jauh dari mereka menatap nya dengan dingin.


Hal itu membuat sekujur tubuh Keira menegang meskipun ibu angkatnya sudah berbeda tubuh. Tapi tetap saja aura nya tidak pernah menghilang.


" Yang Mulia, Ratu." Ucap Keira sambil membungkuk hormat.


Ratu Aleyza yang melihatnya hanya diam sebelum kemudian berjalan mendekat sambil mempertahankan ekspresi dinginnya. Membuat Keira merasa khawatir melihatnya.


Berbeda dengan Keira, Pangeran Mahkota Melvin hanya menatap dingin Ratu Aleyza.


" Ibunda." ucap Pangeran Mahkota Melvin memanggil Ratu Aleyza.


Sedangkan Ratu Aleyza yang melihat sikap tidak bersalah puteranya karena melakukan kesalahannya. Jadi Ratu Aleyza memukul kepala Pangeran Mahkota Melvin kencang.


Membuat Pangeran Mahkota Melvin meringis kesakitan.


" Aduuh....apa yang telah saya buat hingga Ibunda marah?" tanya Pangeran Mahkota Melvin yang merasa tidak memiliki salah apapun.


" Benarkah itu, bukannya....


Countine....