Crown Prince and Future Girl

Crown Prince and Future Girl
Keputusan Keira



Tidak lama setelah pria tua itu mati ada sebuah bayangan hitam seperti hantu.


Bayangan hitam itu menghampiri Kaisar Regulus yang sedang menatapnya dengan datar.


" Akhir anda akan tiba, Yang Mulia. Kaisar sebelumnya akan bangkit dan menghancurkan kejayaan anda hahahaha....." ucap bayangan hitam itu sebelum kemudian menghilang dari pandangan semua orang.


Pangeran Mahkota Melvin yang mendengarnya ekspresi nya langsung pucat dirinya tahu siapa orang dimaksud bayangan hitam itu.


Kemudian pandangan Pangeran Mahkota Melvin ke arah Kaisar Regulus yang manik matanya berwarna emas. Merasa di perhatikan Kaisar Regulus hanya mengangkat sebelah alisnya sebelum kemudian membalikan badannya membelakangi Pangeran Mahkota Melvin.


" Kita kembali Melvin dan ayah harap jangan beritahu siapapun tentang ini terutama pada ibumu." ucap Kaisar Regulus dengan dingin sebelum kemudian menghilang dalam asap hitam.


Pangeran Mahkota Melvin hanya diam setelah mendengar ucapan tidak melainkan srbeuah perintah Kaisar Regulus. Hanya bisa dilakukan Pangeran Mahkota Melvin menghela nafas nya dirinya akan menuruti perintah Kaisar Regulus untuk tidak memberitahukan kejadian ini kepada Aleyza ibunya.


Pangeran Mahkota Melvin tidak mau membuat sang ibu khawatir setelah kedamaian beberapa tahun terakhir.


Tiba-tiba saja prajurit istana muncul dengan beberapa pasukan nya.


" Pangeran Mahkota, kami di perintahkan oleh Kaisar untuk menangkap mereka semua dan mendapatkan informasi dari mereka." ucap salah satu kapten pasukan.


Pangeran Mahkota Melvin hanya menggangguk kepalanya sebelum kemudian berteleport menghilang.


Keesokan harinya seluruh istana di buat heboh dikarenakan ada tempat perjudian yang berdiri di kekaisaran Alberad. Mengingat Kaisar Regulus melarang keras melakukan praktek perjudian karena bisa merugikan keuangan kekaisaran sekaligus membuat tingkat kejahatan meningkat sebab para perampok mengambil barang-barang berharga buat membayar hutang mereka.


Dengan menggenakan dress hitam pendek Keira berkeliling istana tujuan nya saat ini yaitu perpustakaan. Sejak semalam dirinya sudah memutuskan untuk kembali ke dunia asalnya. Meskipun itu terlihat konyol memilih berasa di dunia dimana dirinya hidup sendiri. Tapi Keira menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab di pundak nya untuk perusahaan nya. Ia tidak akan pernah bisa menyerahkan perusahaan ke tangan orang-orang serakah itu.


Lagipula Keira harus mencari tahu siapa dalang yang membuatnya mengalami kecelakaan. Satu hal yang harus Keira ingat dirinya tidak akan pernah melupakan seseorang bermain-main dengannya sebelum mendapat balasan nya darinya.


Ketika Keira berada di depan pintu perpustakaan dirinya bisa melihat sebuah rune yang menjaganya membuatnya tidak bisa masuk.


" Buat apa kau berada di sini." ucap Pangeran Mahkota Melvin yang melihat Keira berada di sebuah pintu perpustakaan khusus milik anggota kekaisaran langsung.


Keira yang mendengar suara pria membuatnya kesal langsung mengalihkan pandangannya dengan tatapan dingin.


" Pangeran Mahkota, saya hanya ingin pergi ke perpustakaan tapi tidak bisa terbuka pintunya." jawab Keira memberitahu alasan nya berada di sini.


Pangeran Mahkota Melvin hanya menggangguk kepalanya saja sebagai tanggapan nya.


" Kau tidak bisa berada di perpustakaan ini karena tempat hanya khusus untuk anggota kekaisaran dan sebagai orang luar tidak boleh memasukinya. Jika kau ingin tetap ke sana lebih baik pergi ke bagian barat istana dimana ada perpustakaan umum yang bisa kau datangi." ucap Pangeran Mahkota Melvin menjelaskan nya tentang perpustakaan.


Keira hanya menggangguk kepalanya sambil memandang lesu ke arah perpustakaan itu sebelum kemudian berbalik pergi.


Sedangkan Pangeran Mahkota Melvin yang melihat tingkah aneh Keira hanya diam seolah sedang memikirkan sesuatu.


Countine...