Crown Prince and Future Girl

Crown Prince and Future Girl
Bayangan Hitam



Pangeran Mahkota Melvin yang mendengar Kaisar Regulus di hina ingin membela nya. Tapi tiba-tiba saja Kaisar Regulus hanya tersenyum miring seolah menghiraukan ucapan orang-orang yang menghina nya.


" Apa anda yakin Tuan dengan pilihannya jangan sampai berakhir kalah?" ucap pria tua itu berusaha menawarkan Kaisar Regulus untuk merubah pilihannya.


" Tidak." ucap Kaisar Regulus sambil menyerahkan sekantung koin emas di atas meja.


Pria itu tersenyum senang dan mengambil koin tersebut.


" Baiklah, kita mulai saja acaranya dan lihatlah siapa yang beruntung malam ini." ucap pria tua itu sebelum kemudian mengambil gelas kanan kiri.


Semua orang tegang penasaran siapa yang menang kecuali Kaisar Regulus hanya berdiri santai sambil memandang satu persatu orang-orang itu.


Ketika pria tua itu membuka kedua gelas itu memperlihatkan isi nya yang kosong. Membuat semua menghela nafas nya dengan tampang lesu.


" Sayangnya tidak satupun yang beru...." ucap Pria tua itu yang tiba-tiba saja tubuhnya mental jauh hingga beberapa meter.


Brak....


Semua orang yang berada di ruangan langsung mengarahkan pedang dan belati ke arah Kaisar Regulus dan Pangeran Mahkota Melvin.


Kaisar Regulus langsung maju ke depan dan membuka tudung jubah yang menutupi kepalanya. Serta Kaisar Regulus melihatkan wujud aslinya membuat semua orang yang melihatnya ketakutan.


"Yang Mulia Kaisar." ucap mereka sambil memundurkan langkahnya dan beberapa ada yang sudah pingsan ketika merasakan aura gelap Kaisar Regulus.


Pangeran Mahkota Melvin yang melihatnya sejak tadi juga membuka tudung jubahnya memperlihatkan penampilan aslinya.


" Ayah sepertinya mereka takut padamu." ucap Pangeran Mahkota Melvin sambil tersenyum remeh melihat ketakutan orang-orang yang tidak berguna itu.


Tapi Pangeran Mahkota Melvin juga tidak mengelak bahwa dirinya juga menikmati aura ketakutan mereka dan dirinya rindu akan hal itu.


Apalagi suara Kaisar Regulus seperti hembusan angin yang membuat suasana sangat mencekam.


" Jadi, apa kalian bisa menjelaskan mengapa membuka tempat ilegal ini. Padahal sudah saya katakan bahwa tempat ini ilegal. JAWAB PERTANYAAN SAYA ATAU KALIAN LEBIH SUKA KEPALA KALIAN TERLEPAS DARI TUBUH."ucap Kaisar Regulus dengan sedikit membentak dan jangan lupa manik mata nya yang sudah berubah menjadi emas.


Orang-orang itu yang hanya bisa menundukkan kepalanya dan belutut tidak menyadari bahwa ada sesosok bayangan hitam yang lewat memasuki salah satu tubuh orang itu lebih tepatnya pria tua tadi.


Sedangkan di sisi lain Pangeran Mahkota Melvin sudah menyiapkan pedang nya dan mengarahkan ke orang-orang pelaku perjudian tadi.


Pria tua itu perlahan bangun dengan menundukkan kepalanya.


" Kalian harus mati." ucap Pria tua itu sambil mengangkat tangannya sebelum kemudian menyerang Kaisar Regulus.


Untungnya Kaisar Regulus yang memiliki refleks bagus langsung menghindar sebelum serangan itu mengenainya.


Boom...


Serangan itu membuat suara besar mampu membuat mereka semua menutup telinganya termasuk Pangeran Mahkota Melvin.


Kaisar Regulus menatap Pria tua yang menyerang nya merasakan aura kuat gelap.


" Tidak mungkin." ucap Kaisar Regulus yang merasakan aura familiar baginya.


Tapi sebelum Kaisar Regulus melakukan sesuatu Pangeran Mahkota Melvin langsung menyerang Pria tua itu dengan sihir angin membuatnya jatuh mati seketika mengenai dada nya.


Tidak lama setelah pria tua itu mati ada sebuah baya....


Countine....