Crown Prince and Future Girl

Crown Prince and Future Girl
Keputusan Ratu Untuk Pangeran Mahkota dan Keira



Benarkah itu, bukannya kalian sedang bermesraan." ucap Ratu Aleyza yang tersenyum melihat Pangeran Mahkota Melvin dan Keira sedang intim.


" Eh...." ucap Pangeran Mahkota Melvin dan Keira tersentak mendengar ucapan Ratu Aleyza.


Keira yang menyadari posisi nya sekarang langsung menepis tangan Pangeran Mahkota Melvin dan memundurkan langkahnya sedikit.


" Sepertinya anda salah paham, Ratu." Ucap Keira pelan.


" Benar, ibu ini cuma salah paham." ucap Pangeran Mahkota Melvin membenarkan ucapan Keira.


Tapi sayangnya Ratu Aleyza hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya.


" Aku tidak tahu apa ucapan kalian benar atau salah, Tapi yang pasti sudah waktunya kalian bersama." ucap Ratu Aleyza.


" Hubungan apa Ibunda?" tanya Pangeran Mahkota Melvin sambil menyerngitkan dahinya.


Begitu juga Keira yang melihat ekspresi Ratu Aleyza membuat nya merasa berhati-hati.


" Ekspresi mom seperti orang yang merencanakan sesuatu?" batin Keira.


Senyum Ratu Aleyza semakin lebar sebelum kemudian membuka suaranya.


" Kalian akan bertunangan." jawab Ratu Aleyza dengan gembira.


Pangeran Mahkota Melvin dan Keira sontak membulat sempurna.


" APA BERTUNANGAN." ucap Pangeran Mahkota Melvin dan Keira berteriak bersamaan.


...****************...


Byurr...


Kaisar Regulus menyemburkan kopi yang diminum nya setelah mendengar cerita Ratu Aleyza.


" Apa kau yakin sayang dengan rencana mu untuk membuat mereka bertunangan?" tanya Kaisar Regulus dengan tidak yakin.


Juga diawal masa pemerintahan dulu Pangeran Mahkota Melvin sampai meminta Kaisar Regulus untuk tidak mencari Selir karena takut hati Ratu Aleyza akan terluka lagi. Seperti dia ketika bersama Kaisar Lucius dulu.


Untungnya Kaisar Regulus menurut karena dirinya sama sekali tidak mau melukai isterinya itu.


" Tentu saja aku yakin mempertunangkan mereka, karena aku merasa Keira ingin sekali pergi ke masa nya lagi." ucap Ratu Aleyza sambil tersenyum sendu.


Kaisar Regulus menyerngitkan dahinya merasa Ratu Aleyza menyimpan sesuatu.


" Apa maksud perkataan mu isteriku, bukan nya kau sudah mengatakan bahwa Keira anak asuh mu karena keluarganya tidak mau menerimanya?" tanya Kaisar Regulus.


Ratu Aleyza tersenyum tipis sambil mengambil segelas cangkir teh hangat dan meminumnya dengan perlahan.


" Aku tidak yakin tapi merasa bahwa keluarga Keira sangat ingin menyingkirkan anak itu terutama ayahnya. Aku tidak tahu alasan ayahnya ingin sekali membunuh nya meskipun orang ku saat itu memberitahu bahwa karena kematian ibunya setelah melahirkan nya. Tapi ada rahasia tersembunyi dibalik kasus ini aku merasakan sesuatu aura gelap di dalamnya. Kau mengerti maksud ku bukan Reggie." ucap Ratu Aleyza sambil menatap serius Kaisar Regulus.


Kaisar Regulus tampak termenung sebelum kemudian mengerti apa arti ucapan Ratu Aleyza.


" Maksud mu orang yang membawanya ke sini ingin membawa nya ke rahasia itu." ucap Kaisar Regulus menarik kesimpulan.


Ratu Aleyza hanya menggangguk kepalanya membenarkan nya.


" Iya kemungkinan seperti dan aku juga penasaran siapa keluarga ibu Keira sebenarnya." gumam Ratu Aleyza pelan.


...****************...


Setelah mendengar ucapan Ratu Aleyza tadi, serasa Keira tubuhnya tidak bernyawa dirinya tidak menyangka bahwa ia akan ditunangkan oleh pria menyebalkan itu.


Apalagi ia tidak melihat sedikitpun penolakan dari Pangeran Mahkota Melvin. Rasa nya Keira ingin sekali mencabut rambut itu hingga botak karena menghalangi rencananya untuk menemukan cara kembali ke masa nya.


Keira ingin sekali mencari tahu tentang sesuatu terutama tentang keluarga ibu kandung nya.


Countine....