
hari Nay semakin menikmati pekerjaanya di perusahan tempat dia bekerja sekarang. Nay mulai membuka diri kepada semua orang di kantor itu untuk berinteraksi dengannya dari pada yang kemarin kemarin.
Nay mulai membiasakan diri dengan situasi dan keadaan di kantor itu. Anak-anak kantor itu pun merasa heran dengan Nay dari sikapnya yang sebelumnya, mereka mulai merasa dekat dengan Nay hingga saat itu Nay mendapatkan 2 teman baru yang bisa dekat dengannya.
Namun lain halnya dengan atasan Nay, siapa lagi kalau bukan Adzriel Ghassan. Belakangan ini sikap Ziel tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan cuek. Sikap dinginnya itu membuat orang-orang disekitarnya bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan Ziel. Saat itu saat jam makan siang Nay menghampiri Ziel memberikan berkasnya untuk di review oleh Ziel dan benar adanya Ziel tidak seperti biasanya.
" Pak Ziel, ini berkas saya sudah selesai dikerjakan. Tolong di periksa yah pak karna besok ada meeting dengan client yang baru." Ucap Nay sambil meletakkan berkas di atas meja Ziel
Ziel hanya sibuk melihat ponsel miliknya tanpa mempedulikan Nay yang sedari tadi berdiri dan berbicara kepadanya. Nay pun merasa heran karena tidak biasanya sikap Ziel seperti itu.
" Pak Ziel ? halloo..? Boleh tolong reviewkan berekas saya pak ? " Ucap Nay lagi.
" Bisa sabar gak !? Kamu ga liat saya lagi apa !? Letak saja di situ nanti saya cek. Lain kali kalau saya sedang sibuk jangan datang menganggu saya." Jawab Ziel ketus
Nay pun segera pergi dari meja kerja Ziel dan mengambil tasnya kemudian keluar dari kantor.
Dari jam makan siang Nay tidak kembali lagi ke kantor. Nay pergi ke sebuah tempat yang tidak jauh dari kantornya untuk menenangkan dirinya. Nay sangat sangat tidak bisa jika saat dirinya lelah dan mendapat tekanan kerja yang besar sampai dibentak dengan kata-kata kasar oleh atasannya. Nay merasa bahwa dirinya seperti tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Pembawaan Nay yang seperti ini ada sejak saat ditimpa begitu banyak masalah dalam hidupnya, mental Nay seakan di beri hantaman keras dai semua problemnya padahal dulunya dia dikenal sebagai gadis periang.
Ketika jam kantor hampir selesai Nay pun hendak kembali untuk absensi sore. Saat Nay berjalan ke arah kantor tiba-tiba ada sorang pria berjalan dengan tergesah-gesah dan menabraknya di depan kantor. Pria itu berpakaian serba hitam juga menggunakan topi berwarna hitam. Ponsel milik Pria itu jatuh saat menabrak Nay. Nay reflek dan langsung mengarahkan tangannya untuk mengambil ponsel dan memberikan kepada pemiliknya. Si pria itu pun menerima ponselnya dan mengucapkan terimakasih kepada Nay. Tanpa di sengaja Ziel melihat Nay yang sedang mengobrol bersama. Nay pun bertatapan dengan Ziel saat itu nanmun Ziel langsung mengalihkan pandangannya dari Nay dan berjalan ke arah mobilnya sementara pria di hadapan Nay masih saja menatap Nay, seketika pria itu bertany kepada Nay.
" Itu pacar kamu? maaf yah aku jadi gak enak hehe." Tanya pria itu
" Ohh. kenapa? bukan-bukan.. Itu atasanku di kantor." Jawab Nay
" Ku pikir pacarmu. Hmm sepertinya aku belum tahu namamu? boleh aku tau nama kamu? " Ucap Ziel
" Hahah yayyayya aku Shania, panggil saja Nay. kamu ?" lanjut Nay lagi
Nay pun segera masuk kedalam kantor untuk absen pulang dan segera kembali ke tempat tinggalnya.
Keesokan harinya di kantor saat briefing pagi hampir selesai, kejadian yang tidak mengenakkan hati Nay kembali terjadi dan lagi-lagi dikarenakan Ziel.
" Dan yang paling terakhir untuk semuanya, saya peringatkan kembali ya. Di saat jam kerja tidak ada karyawan yang bisa keluar seenaknya hanya untuk urusan pribadi apalagi malah asik-asikan pacaran kcuali urusan kantor, paham Ibu Nay? Dan peringatan ini saya tekankan tanpa terkecuali untuk semua karyawan saya. Jika masih ada kejadian seperti ini dan melanggar aturan silahkan berpikir untuk segera mengemas barang-barang di meja kerja anda. Terimakasih." Ucap Ziel menutup briefing dan segera keluar dari ruang briefing.
Nay yang merasa kesal karena dirinya tidak melakukan salah satu hal yang disebutkan oleh Ziel langsung mengejar Ziel dan mempertanyakan ucapan di briefing tadi. Belum sempat Nay menjelaskan kepada Ziel, Ziel langsung memperlakukan Nay dengan tidak baik.
" Pak Ziel, maaf maksud anda apa bicara seperti itu di briefing ? di depan anak-anak kantor !?" tanya Nay sinis
" Saya hanya tidak suka di kantor ini ada karyawan yang seenaknya masuk keluar tanpa ijin bahkan di saat jam kerja hanya demi kepentingan pribadi. Jika ada kepentingan pribadi anda tolong di selesaikan setelah jam kantor bukan saat orang lain sedang berkerja dan anda hanya asik-asikan pacaran di depan kantor." Jawab Ziel kemudian membanting pintu ruang kerjanya."
Tanpa kata lagi dengan mata berkaca-kaca Nay pun kembali ke meja kerjanya. Air mata Nay pun jatuh menetes di lembaran berkas di meja kerjanya. Anak-anak pun kaget mendengar pintu yang di banting dengan keras, 2 sahabat dekat Nay yaitu Rezkikah dan Lie pun menghampiri Nay yang sedang menangis, merekalah yang menenangkan Nay saat itu.
" kamu kenapa Nay? apakah ada masalah dengan pekerjaanmu? atau soal pembahasan di briefing tadi?" Tanya Kikah dengan wajah sedih juga ksrrna melihat sahabatnya itu.
" apa yang dilakukan oleh si Ziel itu? apakah dia melukaimu Nay? kami mendengar pintu ruangannya di banting sangat keras.", Lanjut Lie
" aku baik-baik saja, hanya saja ada rasa sedikit kesal dan sakit hati dengan kata-kata pak Ziel. dan dia tidak mau mendengarkan penjelasan dariku." Jawab Nay sambil menghapus air matanya
" lalu ? apa sebabbya dia langsung membanting pintu padahal kamu masi disitu ? memang dasar laki-laki tidak punya hati. kalau sampai kau terluka, ku samperin langsung dia ke ruang kerjanya. Kesal aku." Oceh Lie sambil sesekali menatap sinis ke arah ruangan Ziel, karena merasa tidak senang dengan perlakuan Ziel terhadap Nay.
" Kamu tenang saja Nay, nanti kalau sampai kejadian seperti ini terulang lagi kamu tenang saja kamu duduk diam di tempat kamu nih, biar aku sama Cece Lie yang pergi bantai dia. Udah keterlaluan tuh dianya." Sambung si Kikah lagi
"hmm sudah-sudah tak apa." jawab Nay singkat.