CORDOBA Is PAIN

CORDOBA Is PAIN
BAB 2



    Sebulan berjalan Nay kerja di perusahan itu.. Sikapnya masih saja dingin , bicara hanya sebatas masalah pekerjaan saja, sampai - sampai karyawan di perusahan itu menganggap Nay adalah gadis yang aneh. Mereka pun jarang berbicara dengan Nay di kantor dan semua pekerjaan Nay selesaikan tanpa meminta bantuan dari orang lain di kantor itu, hanya saja si manager yang tidak bisa diam dan sering mengacau Nay saat bekerja. Apapun dilakukannya untuk mengacau Nay bekerja sampai membuat Nay merasa risih dengan Ziel.


Di saat jam kantor berakhir Nay masih saja lembur karena masih menyelesaikan berkas karena besok paginya ada meeting dengan client. Ziel yang hendak pulang melihat Nay yang masih saja kokoh berdiam di meja kerjanya.


" Hey Nay, sangat betah kah kamu beridam diri di kantor ini ? " Ucap Ziel dengan gaya bicaranya yang membuat Nay merasa risih karena terlalu lebay.


" Aku masih menyelesaikan perjaanku pak Ziel , pulanglah.. jangan ganggu aku. " Jawab Nay sambil memangku dagu dan menatap Ziel dengan tatapan mata sayu karena lelah.


" Apalagi yang belum selesai ? biar ku lihat " Kata Ziel sambil mengambil berkas di meja Nay dan melihat berkas Nay yang belum selesai. "Hm.. sudahlah lagi pula meeting besok di cancle, jadi kau masih punya waktu untuk menyelesaikan berkasnya dan tidak perlu buru-buru." sambungnya lagi.


" Lahh!? Kok gak ada pemberitahuan sma sekali? Biasanya Prilly memberi tahu aku kalau ada cancle meeting!?" jawab Nay dengan kaget.


" Iya barusan saya dapat kabar client nya ada acara lain besok, jadi kita harus menyesuaikan dengan client. Sudah bereskan barangmu dan segera pulang karena besok jam 9 ada planing lain yang harus kita selesaikan Nay." Lanjut jawab Ziel lalu berjalan pergi meninggalkan Nay


" Hm.. oke pak Ziel, lain kali tolong beri tahu Nay yah pak biar Nay tidak seperti orang bodoh disini. Capek lagi seharian, mau pulangpun ga ada di tawarkan tumpangan. ishhh " sahut Nay dengan nada pelan.


    Setelah itu Ziel langsung pergi meninggalkan Nay dan berjalan ke arah lobby untuk pulang.


Nay pun bergegas membereskan barang-baagnya dan langsung berjalan ke arah depan sambil memesan taxi online karena sudah mulai larut malam.


    Setengah jam Nay berdiri di depan kantor tapi tidak ada satupun taxi online yang berhasil di dapatnya. Nay pun berjalan ke arah jalan depan untuk mencari angkot. Sementara Nay berjalan tiba-tiba di belakang Nay ada mobil yang berhenti memantulkan cahaya lampunya di kaca bangunan di depan Nay. Karena Nay kesal Nay pun kena dengan sorotan lampu mobil itu , dia menghampiri mobil itu dan mengetok kaca mobil sambil meneriaki pengemudi di dalamnya.


"Tok..ttok.took... bisa gak sih pak kalo lagi nyetir mobil itu gak usah di arahkan ke pejalan kaki lampu mobilnya. Silau tau pak, gak sopan juga di arahkan ke aku." Ucap nay kesal


Seketika kaca mobil itu pun di turunkan perlahan-lahan oleh pengemudi mobil itu sambil meledek Nay hingga membuat Nay makin geram dan marah-marah tanpa menoleh melihat pengemudi mobil itu.


" ehem.. ternyata begini yah kalau si gadis pendiam marah ? jahat juga lu yah. ahhahahaha " ucap pria di dalam mobil.


" astagaaa pak Ziel, ihh gitu amat isengin orang yah." Nay pun kaget dan malu karena sudah teriak-teriak di kaca mobil Ziel.


    Nay pun langsung pergi dan berjalan ke arah jalan depan dan menunggu angkot disana tapi karena jam sudah menunjukan pukul 22:30 jadi tidak ada lagi angkot yang lewat.. Ternyata mobil Ziel masih saja mengikuti Nay diam-diam dari belakang. Ziel yang melihat Nay masih berdiri ditepi jalan langsung memarkirkan mobilnya di depan Nay dan mengajak Nay pulang bersamanya.


" hmm.. " gumam Nay sambil membuka pintu mobil blakang pengemudi.


" Eeeehh.. ehh.. naik depan. Enak aja lu naik belakang, emang lu pikir gua supir taxi online." sambung Ziel lagi


    Nay pun langsung naik dan duduk di bangku depan bersama Ziel.


Keheningan pun terjadi di dalam mobil itu , tidak ada satupun yang berbicara dalam mobil. Ziel dengan santai melajukan mobilnya dan karena lelah Nay pun tertidur. Tiba di lampu merah Ziel melihat ada tukang sate di pinggir jalan, karena perutnya sangat kosong dan dia tidak bisa menahan bau satenya, langsung lah dia meminggirkan mobilnya dan turun membeli sate dan makan di tempat itu.


    Seteleh selesai makan Ziel baru tesadar bahwa ada Nay di dalam mobilnya. Segeralah dia membelikan seporsi untuk Nay dan dibawakan ke maobil. Ziel membangunkan Nay yang tertidur pulas di mobil.


" hey.. bangun, makan dulu." ucap Ziel sambil memberikan piring berisi sate kepada Nay


" astaga!? maaf pak Ziel saya ketiduran." ucap Nay tersadar dari tidurnya. "jadi gak enak saya pak di bawakan makan sampai ke mobil." lanjut Nay lagi sambil menerima makanan dari Ziel


" udah santai aja, udah gua bilang panggil Ziel aja. Udah makanlah cepat, setelah itu kasi tau gua dimana gua harus anterin lu pulang."


" mmm.. maaf pak Ziel.. eh Ziel. Saya sebenarnya ambil 1 mess di kantor , tapi hari ini saya ada tujuan lain mau ke tempat tante dan om saya makanya tadi saya sempat pesan taxi online dan cari angkot." sambung Nay


"yah ampun Nay, lu tuh kenapa gak ngomong dari tadi sih. kalo tau gitu gua anterin lu balik ke mes kantor. yaudah selesaikan makannya , habis itu gua anterin lu langsung balik. kalo mau ke tempat saudara lu besok aja gua anterin besok selesai kantor." lanjut Ziel lagi


"hmm,, gak usah nanti merepotkan kamu.habis ini saya balik ke mess aja" jawab Nay.


    Setelah slesai makan  Ziel langsung mengantarkan Nay kembali ke mess kantor. Sesampainya disana Nay pun turun dan mengucapkan terima kasih kepada Ziel karena sudah mengantarkannya kemabali dan sudah menraktirnya makan.


" Makasih yah Ziel, kamu udah antarkan saya balik kesini juga udah taraktir  hehe " ucap Nay dengan nada malu dan sedikit jaim


" Iya sama-sama, gua balik dulu. Besok luh jangan telat yah ada tugas buat lu besok pagi jam setengah 9."


    Ziel pun langsung pergi melajukan mobilnya sementara Nay berpikir apa lagi tugas yang akan diberikan kepadanya, karena setau dia meeting besok hari di cancle oleh client, jadi tidak ada lagi pekerjaan berat besok.